
Malam sudah larut. Arzhal berbaring di dalam kamarnya belum tertidur. karena, masih memikirkan surat yang di katakan kesy.
Arzhal bangun dari kasurnya, mengarah ke meja belajarnya. ia pun membuka laci, mengambil cincin yang di hiasi dengan satu permata dan bertuliskan zulia & Arzhal di lengkungan cincin itu.
Arzhal memakai cincin itu di jari kelingking sebelah kiri. Arzhal melangkah ke tempat tidur, ia membaringkan tubuhnya sambil menatap ke arah cincin itu hingga ia tertidur.
Ke esokan harinya. cahaya matahari menyinari matanya dari arah jendela kamarnya. Arzhal menggeliat, membuka matanya. padanganya masih buram karena baru bangun. Arzhal terduduk di kasurnya sambil melihat ke arah jam.
Arzhal langsung pergi ke arah kamar mandi. hari ini hari pertama masuk di universitas.jadi, Arzhal akan berangkat lebih pagi.
Sesaat Arzhal mau berangkat, ia melewati pintu kamar fina. lalu ia mengetuk pintu. Oi bangun Fina " Teriak Arzhal dari balik pintu.
Fina membuka pintu kamarnya. Di depan matanya, ia melihat ke arah Arzhal yang sudah berpakaian rapi.
" Sudah mau berangkat " ucap fina dengan suara serak khas orang baru bangun.
Arzhal tengah berdiri di hadapan fina. Ya, cepatan ku tunggu di bawah " kata Arzhal melangkah keluar.
...----------------...
Setelah itu Arzhal mengenderai mobil, mereka berdua berangkat bareng. Fina duduk di sebelah Arzhal yang sedang mengandarai.
__ADS_1
selama perjalanan Fina terus menerus menatap ke arah Arzha. Ganteng banget zhal " tutur fina, pandanganya tampa henti dengan detak jantung yang berdebar debar.
Arzhal terdiam mendengar kata fina. kebersamaan yang dia rasakan bersama fina tidak baik, Namun fina setiap hari saat menatap Arzhal hatinya semakin jatuh cinta. itu yang membuat Arzhal tidak nyaman bersama fina.
......................
Mereka sudah sampai di depan gerbang sekolah. Arzhal memutar setir mobil mengarah ke kanan memasuki gerbang sekolah. mobil itu berhenti di area parkir.
Arzhal mematikan mobil dan melepas sabuk pengaman. keluar " ucap Arzhal dengan dingin menyuruh fina keluar.
saat fina mau keluar, ia terjerat sabuk pengaman. Zhal tolong lepasin " tutur fina tidak bisa membuka sabuk pengaman.
Akan ku buat kamu menyukai ku bagaimanapun caranya. batin fina sambil marah ia memukul sofa mobil dengan punggung tangannya.
Fina dengan kesal keluar dari mobil. lalu ia mengunci pintu mobil dan berlari mengejar Arzhal yang berjalan di depan meninggalkan nya.
fina menepuk punggung Arzhal dari belakang. zhal, cepet benget jalanmu " ujar fina suaranya terengah engah mengejar Arzhal.
fina menggandeng tangan Arzhal, seketika semua orang di kampus melihat ke arah mereka.
Arzhal melihat tangannya yang di gandeng fina. lepas " teriak Arzhal marah, ia tidak suka di gandeng sembarangan orang.
__ADS_1
Sontak semua orang tertuju pada Arzhal dan fina. Mereka sama sekali tidak mengerti dengan apa yang di katakan Arzhal. Mereka pasangan ya " bisik orang orang memakai bahasa inggris.
Arzhal kemudian menepis tangan fina, lalu ia pergi meniggalkan fina sendiri.
Akan ku beritahu pak jiril nanti. !! . Batin fina kesal.
...****************...
Tidak berselang lama mereka sudah pulang. Arzhal sama sekali tidak menyapa fina. Hanya saja Fina terus menempel di sisi Arzhal. Walaupun ia sudah tau Arzhal memiliki kekasih, Namun fina tidak peduli. karena, fina ingin memiliki Arzhal satu satunya.
Arzhal mengenderai mobil dengan sangat pokus, Namun Arzhal tiba tiba tidak pokus menyetir karena pandangannya menjadi buram semua. karena, bentura di kepalanya masih sakit hingga ia pusing. Fina kamu yang menyetir, kepalaku sakit " tutur Arzhal memberhentikan mobil sambil memegang kepalanya dengan kedua tangannya menahan rasa sakit yang sangat memusingkan.
Fina bergantian menyetir. Arzhal membatingkan tubuhnya di kursi belakang sambil memukul mukul kepalanya dengan tanganya. Arghhhhh" suara Arzhal memukul mukul kepalanya untuk menghilangkan rasa sakit yang begitu pilu di otaknya. Namun itu tidak bisa, justeru membuat Arzhal semakin kesakitan.
Fina mengendarai dengan ngebut. Zhal tunggu, Akan ku bawa ke rumah sakit " ujar fina panik, melihat Arzhal yang terus kesakitan memukul mukul otaknya. Namun di tengah perjalanan pandangan Arzhal semakin kabur. ia pun tidak sadarkan diri karena kepalanya sangking sakitnya.
" Zhal, Arzhal " tutur fina panik tidak mendengar suara Arzhal. ia pun menoleh kebelakang dan nampaklah sosok Arzhal yang tidak sadarkan diri. Fina semakin panik hingga ia menelpon pak jiril.
ttttt... keadaan darurat paman, Arzhal tidak sadarkan diri " ujar fina di telpon dengan suara paniknya.
" Baik... Aku akan kesana secepatnya. jawab pak jiril, kemudian ia melepas semua pekerjaanya. bergegas menyuruh sekertaris zei untuk membawanya memakai pesawat pribadi menuju Amerika.
__ADS_1