
......................
Beberapa lama kemudian.
Kelas sudah selesai. zulia tidak masuk kelas, karena ia masih terbaring di ruang UKS.
Saat zulia mau pulang, ia di bantu oleh jena sambil memegang infus Zulia. jena perlahan lahan membantu zulia berjalan sampai ke parkiran mobil.
Zulia duduk di kursi taman samping parkiran sambil menunggu Erigo.
zulia terduduk bersama Jena, mereka mengobro sementara untuk menunggu Erigo keluar.
" zulia kamu lagi sakit. apa tidak kesusahan mengurus diri sendiri " ujar jena perihatin dengan keadaan zulia yang tinggal sendirian.
" Tidak apa apa. Aku pasti akan bisa mengurus diriku " jawab zulia sambil tersenyum.
Sesaat kemudian. Erigo melihat mereka berdua, lalu ia berjalan menghampiri Zulia dan jena.
" Hei kalia....n. zulia kamu kenapa " ucapanya terputus. karena ia melihat tangan zulia terpasang infus.
" Hanya pendarahan " jawab Zulia.
" Ayo ku antar kamu pulang " ucap Erigo mengulur tanganya memegang infus zulia dan membantunya berjalan.
__ADS_1
Zulia berjalan dengan pelan pelan, tanganya di pegang oleh Erigo. " Sampai jumpa jena " zulia yang menoleh Jena, lalu ia melambaikan tangan kanannya yg tidak terluka. lalu ia membalikkan badannya, pergi ke arah mobil Erigo.
jena tersenyum, setelah itu ia pergi menelpon Ayahnya menjemputnya pulang. Jena adalah seorang putri pertama dari dua bersaudara. ia lahir dari keluarga konglomerat, Namun identitasnya tidak ada siapaun yang tau karena itu bisa mempengaruhi bisnis keluarga mereka.
...****************...
Erigo membuka pintu mobilnya, lalu ia membantu zulia masuk mobil, ia menjulurkan tangannya membantu zulia memasang sabuk pengaman. setelah zulia masuk ia juga masuk lalu memasang sabuk pengaman dan menyalakan mobilnya. dan memutar mobil keluar dari arena parkiran.
Erigo menginjak pedal gas, lalu keluar dari gerbang universitas dia tidak ngebut karena ia tidak mau mempengaruhi zulia yg sedang sakit.
Di jalan raya Erigo terus pokus menyetir.
" Rumah mu belok mana ini " ujar erigo di perempatan.
" zulia kamu tinggal sendiri ?? " ucap erigo, sambil membanting setir mobil ke arah kiri.
" Ya, aku lagi ngekos. ngomong ngomong motorku mana " ujar zulia sambil membaca buku yang baru di pelajari di kampus.
" di rumahku, nanti ku antarkan ke rumahmu "
setelah itu Erigo pokus menyetir. mobilnya melaju ke arah kosan zulia.
Beberapa menit kemudian. Erigo sudah sampai di kosan zulia. Ia pun memberhentikan mobilnya di depan gerbang kosan zulia. Setelah itu ia keluar dari mobil.
__ADS_1
saat zuliq hendak keluar dari mobil Erigo membuka pintu mobil sebelah zulia, ia membantu zulia masuk ke kosannya.
" Terimakasih banyak " ujar zulia berjalan pelahan lahan.
" tidak apa apa. Apakah kita temenan sekarang " ucap Erigo sambil memapah zulia berjalan.
" Baik. kita akan menjadi teman " jawab zulia tersenyum.
Zulia duduk di kursi teras Kosannya, ia membuka tasnya mengambil kunci kosannya. ia mengulur tangannya mengasih erigo kunci kosannya. Erigo membukakan zulia pintu kossannya dan membantunyq masuk ke dalam.
Zulia tinggal sendiri di tempat yang begini. kalo keadaannya sakit begini, siapa yang urus ya. batin Erigo.
Setelah itu Erigo membalikkan badanya mengarah keluar " Nanti ku antarkan motormu. sampai jumpa ". ia melangkahkan kakinya berjalan keluar ke arah mobilnya, lalu ia masuk ke dalam mobil dan melajukan mobil itu. perlahan lahan mobil Erigo menghilang.
...****************...
Zulia dengan keadaannya yang sakit tidak memberitahu keluarganya. karena, ia takut mereka khawatir.
kenapa hatiku masih mengingat sosok bayanganmu. apa dia sudah sadar. mungkin karena kamu yang pertama bisa membuatku jatuh cinta. semua kenangang masa sekolah sudah tercampur bersama dirimu Arzhal. aku sungguh tidak bisa mencintai yang lain lagi. karena, kamu satu satunya yang membuatku mengerti apa itu artinya cinta. batin zulia meneteskan air matanya hingga membasahi pipinya. dalam heningnya tanpa ada sosok siapapun zulia masih teringat dengan kenangan kenang saat masih sekolah.
**Zulia menyandarkan tubuhnya ke arah dinding sambil melihat semua memori masa sekolahnya.
Di saat sunyi ini, seorang zulia menyandarkan tubuhnya duduk di pojokan kamarnya. ia memeluk album fotonya bersama kekasihnya dan teman temanya. hingga ia terus meneteskan air mata, membasahi ke dua pipinya**.
__ADS_1
semua kenangan ini tidak akan terulang kembali dalam hidup. paling kita hanya merindukannya. tapi tidak bisa di ulang kembali. karena, semua ini hanya sekali dalam hidup. seperti waktu yang terus berjalan, tanpa kamu sadari semua itu telah menghilang. batin zulia memeluk erat album album itu.