
Aku sayang kalian
......................
pagi harinya pak jiril akan berangkat, pembantu di rumahnya di liburkan selama ia pergi. sesaat pembantunya membersihkan kamar Arzhal ia menemukan ponsel Arzhal tergeletak di bawah kasurnya.
pembantu yang bernama tia. ia pun memberikan ponsel itu pada pak jiril, pak jiril menerima ia tidak memeriksanya kerna sibuk dengan dokumen yang akan di bawa, setelah membereskan barang barangya ia pun berangkat menuju bendara
sesampainya di bandara pesawat pribadi pak jiril sudah siap, seketaris zei dan ayahnya fina yaitu pak Ang sudah menunggu di dalam pesawat.
pesawat mereka pun lepas landas, di dalam pesawat pak jiril dan pak Ang mengobrol tentang anak anak mereka di Amerika.
" bagaimana keadaan Arzhal, apa sudah membaik " ujar pak ang.
" ia sudah membaik hanya membutuhkan beberapa hari lagi ia akan sadar " ucap pak jiril.
" mereka tidak bertengkar di sana " ujar pak Ang.
" fina anak yang baik mereka pasti tidak akan bertengkar " ucap pak jiril.
sangking lamanya mereka mengobrol, jam sudah menunjukkan pukul lima sore, pesawat mereka pun mendarat dengan selamat di negara singapura pak jiril dan pak ang masing masing membeli tempat tinggal mereka di sana, pak jiril sudah mempunyai banyak tempat tinggal di masing masing negara begitu juga pak Ang, karena mereka akan kesana suatu saat nanti.
__ADS_1
pak jiril masuk ke dalam rumah yang baru ia beli. ia mandi dulu sebelum tidur.
setelah ia mandi dan berganti pakaian, ia yang kelelahan karena parjalanan berbaring di sofa sambil mengacak ngacak ponsel Arzhal.
pak jiril menemukan panggilan telepon Atas nama cantikku, pak jiril yang berbaring di sofa bangkit dari sofanya karena marah, ia pun bergegas naik ke lantai dua untuk mengambil ponselnya dan menelpon fina.
tttttttt......." halo fina "
" ya ada apa paman menelpon aku selarut begini " ujar fina yang suaranya serak.
" bagaimana ke adaan Arzhal"
" besok aku akan kesana " ujar pak jiril.
" tapikan paman lagi sibuk "
......................
setelah telponan sama fina pak jiril mengambil ponsel Arzhal ia pun menelpon cantikku yaitu zulia.
" halo " ujar pak jiril
__ADS_1
" ini siapa " ujat zulia bingung
" Aku ayahnya Arzhal "
" Ada apa paman menelpon saya pakai nomernya Arzhal " ujar zulia yang tidak mengenal jelas keluarga Al jiril.
" Aku beri peringatan, kamu jangan sekali kali lagi mendekati anak ku Arzhal " ujar pak jiril marah.
" Arzhal kan sudah pergi "
" Tidak itu berita bohong dia masih terbaring koma di Amerika berkat dirimu ia kecelakaan saat menuju rumahmu dan kerkurang banyak darah , tapi kamu jangan pernah mendekati dia lagi dan jangan sampai kamu menyebarkan berita bohong itu kalo tidak seluruh keluargamu akan lenyap" ujar pak jiril yang penuh Amarah.
zulia hanya terdiam mendengarkan ucapan pak jiril sambil meneteskan air matanya.
ia yang sedang bersiap masuk universitas kedokteran membuatnya tidak fokus belajar.
ini semua ulahku yang membuatmu jatuh cinta kepadaku, maafkan aku Arzhal mungkin ini titik terakhir di antara kita, kalo kamu sembuh nanti jangan pernah cari aku, Aku tidak cocok untukmu dan keluarga kita berbeda sangat jauh kamu dan aku antara jurang yang sangat dalam. aku berterimakasih atas segala kenangan kita dan cincin yang kamu berikan akan kusimpan baik baik, kalo aku jodohmu aku akan kembali kepadamu, semoga ini jalan yang terbaik di antara kita.
surat yang ditulis zulia penuh
dengan air matanya yang terus menetes, orang yang selama ini ia rindu ternyata tidak tiada dan mereka akan di pisahkan karena perbedaan yang begitu jauh.
__ADS_1