Zulia Love Story

Zulia Love Story
BAB 25


__ADS_3

zulia masih terduduk di kursi taman membatu. matanya sayu, mendengar semua yang di katakan kesy membuat zulia sedih. tubuh zulia masih membatu seolah olah nyawanya menghilang namun masih memiliki raga.


Erigo yang duduk di sebelah zulia merasa prihatin. Tenang zulia " bujuk Erigo, tanganya menepuk nepuk bahu zulia.


Berhenti!!!


zulia menepis tangan Erigo, lalu ia terbangun berdiri di depan Erigo.


Apakah tanganmu tidak bisa diam !!! Teriak zulia dengan mata yang berkaca kaca.


" Aku akan pergi. " kata zulia dingin ia berjalan membalikkan badanya. meninggalkan Erigo duduk sendiri.


zulia berjalan dengan membawa ransel berat menuju ke area parkir seketika zulia yang melamun tanpa sadar meneteskan air matanya.


Dengan mata yang berkaca kaca, zulia beralih pergi toilet berjalan dengan menutup wajahnya.


di dalam toilet zulia terduduk di closed merundukkan kepalanya meneteskan segumpalan air mata. zulia di rasuki kehanpaan ia tidak percaya karna dirinya Arzhal rela kesini untuk menemuinya.


Hisss...


zulia mengusap Air matanya ia mulai menenangkan pikirannya.


TEERRRRRTTT " suara ponsel zulia yang ada di dalam ranselnya.


TEEERRRTTTT " zulia mengabaikan getaran yang ada di dalam ranselnya.


zulia yang mendengar getaran ponselnya merasa terganggu, ia pun mengambil ponselnya dari ranselnnya dan melihat panggilan dari buk cila.


" Ahhh ibu " kata zulia memegangi ponselnya.

__ADS_1


zulia menenangkan pikirannya dan mengusap ngusap menghapus air matanya.


TUTTTTT....


" Maaf bu, aku lagi banyak tugas " kata zulia berbohong.


" Tidak apa apa, zulia kamu sehatkan. ibu selalu merindukanmu, ibu selalu kesepian Ayahmu lagi banyak kerjaan dia jarang pulang. " kata bu cila merindukan zulia.


" Bu kapan kapan zulia akan pulang ke rumah kalau tidak banyak tugas, sekarang tugasku numpuk sekali. " jawab zulia sedih.


" Baiklah, tapi zulia kamu sehatkan ? " tanya bu cila.


" Aku sehat bu, Dan ibu harus tetap sehat supaya bisa melihat anakmu ini sukses nantinya. jawab zulia tertawa.


" ya.. tapi ibu heran zulia, kenapa suaramu serak kamu tidak berbohongkan " kata bu cila curiga.


" Tidak bu, mana mungkin aku berbohong " jawab zulia berbohong sambil menggaruk garuk kepalanya.


Tidak berselang lama zulia kembali ke tempat tinggalnya. zulia melempar Ranselnya ke arah kasurnya lalu ia duduk terpaku di pojokan kamarnya.


Kenapa begini jadinya. Aku harus ngapain, apakah dia akan mencariku kesini, mana mungkin. bagaimana dengan ayahnya, ia akan marah. Aku harus berbuat apa. Aku sangat mencintainya namun aku tidak ingin keluargaku yang menanggungnya. suara zulia serak, matanya memerah mulutnya bergetar , kakinya menekuk. Kedua Tangannya memeluk kakinya, kepalanya mengarah ke atas matanya melihat namun pandanganya tidak tertuju pada apapun. dengan mata yang sayu zulia melempar sebuah bola berbentuk hati kesedihan yang selalu di lempar saat mengalami kesedihan


Dalam heningnya malam dan gelapnya kamar zulia, malam ini zulia masih terpaku membatu di pojokan penuh dengan beban di kepalanya. Hingga akhirnya malam mulai larut. zulia yang tengah melempar lempar semua bola hati di tempatnya, Tanpa sadar mata zulia mulai lelah hingga ia tertidur di pojokan.


Pagi hari cahaya matahari terpancar di wajah zulia. cahaya matahari membuat mata zulia silau, zulia pelahan lahan membuka matanya, matanya sangat silau menyinari tepat di matanya, ia bangun dan melihat dirinya tertidur di pojokan penuh dengan barang barang yang berantakan.


Zulia bergegas pergi mandi, saat zulia mau ke kamar mandi ia terpeleset oleh benda benda yang beserakan di kamarnya, zulia langsung terpanting di karpet bulu sehingga tidak membuat zulia terluka.


Hari ini zulia tidak pergi study karna sedang liburan namun tugas tugasnya numpuk.

__ADS_1


setelah mandi zulia membereskan kamarnya dan seisi apertement, lalu pergi ke dapurvmembuat sarapan pagi, zulia yang sedang merebus mie nya.


TINGGG.....


TTIINNGGGG...


ada orang yang memencet bell pintu apertement( kosan ).


Zulia pergi membuka pintu dan nampaklah jena membawa barang banya di tangannya.


Ayo masuk . " kata zulia membantu jena membawa barangnya.


Jena masuk ia membaringkan tubuhnya di sofa sambil memainkan remot TV.


" zulia kamu masak apa " tanya jena membalikkan kepalanya mengarah ke belakang yang di mana tempat zulia memasak.


" Aku lagi masak Ramen " jawab zulia sambil meracik bumbu bumbunya.


" Aku juga mau makan Ramen " kata jena tersenyum mengarah ke zulia.


zulia setuju ia membuat dua Ramen untuk mereka satu persatu, lalu makan bersama sambil menonton TV. mereka sarapan pagi bersama sambil bercanda canda.


mereka yang keasikan menonton ada berita yang menayangkan tentang Tuan muda pertama Ilan Al jiril tertangkap oleh paparazi sedang berbain balapan motor.


**KYAAAKK !!!


TAMPANNYA, AKU MAU SAMA DIA** !!!


Teriak jena mendorong dorong tubuh zulia. zulia yang mendengar nama itu akhirannya hanya terdiam.

__ADS_1


Apakah dia kakaknya Arzhal yang pergi dan sudah kembali. Mereka kakak beradik sama sama tampan dan mendominasi, seluruh wanita pasti akan meleleh melihatnya. batin zulia.


Bersambung


__ADS_2