
Sejak tahu Nayla hamil anak keduanya, Reka seringkali menemaninya. Dia tidak mau kejadian yang sama terulang lagi. Dia selalu menolak datang saat diadakan pertemuan di luar kota. Hanya diwakilkan Angga atau Yuda. Beberapa pekerjaan juga dilimpahkan kepada mereka berdua agar bisa pulang lebih cepat.
Bulan demi bulan berlalu. Semakin hari rasa cinta keduanya terasa semakin besar dan kini mereka sangat bahagia menanti kelahiran anak kedua mereka yang semakin dekat. Di bulan perkiraan kelahiran, Reka bahkan sampai jarang pergi ke kantor.
Hingga saat hari itu tiba, sejak tengah malam Nayla mulai merasakan kontraksinya. Dengan penuh kasih sayang Reka terus mengusap perut Nayla saat rasa mulas itu terasa.
Kali ini Reka terus menemani Nayla di setiap prosesnya. Sampai di rumah sakit pun sudah pembukaan delapan. Meski sama sakitnya seperti yang dulu tapi prosesnya sangat cepat. Hingga bayi laki-laki yang menggemaskan itu kini terlahir ke dunia.
"Hai sayang, Andre Putra Sanjaya." Reka terus tersenyum melihat putra keduanya yang sedang tidur nyenyak di dalam box nya.
Setelah tiga hari dirawat di rumah sakit, Nayla dan putranya diperbolehkan pulang ke rumah.
Kini rumah Reka menjadi sangat ramai karena keheboham dari Andika menyambut adik kecilnya.
"Papa, lihat dedek." Andika yang kini sudah hampir berusia tiga tahun itu terus ingin dekat dengan adiknya. Terkadang dia sampai gemas dan ingin mencubit pipi chubby adiknya.
"Adiknya jangan dicubit ya. Gak boleh. Sakit."
Andre kini berada di pangkuan Nayla setelah kenyang meminum ASI.
__ADS_1
"Adik lucu ya." Andika mengusap pelan pipi adiknya. Dia kini juga sedang berada di pangkuan Reka.
"Iya, kalau pegang gini ya, pelan-pelan." Nayla tersenyum melihat Andika yang sangat menyayangi adiknya. Andika sekarang juga sudah lebih mandiri. Dia sudah mau tidur di kamarnya sendiri.
"Ma, Dika boleh bobok siang di sini sama Mama?"
Nayla tersenyum. "Boleh sayang. Sini tidur di tengah. Biar adek tidur dalam box. Mama kangen sama Dika, udah lama gak nemenin Dika bobok."
Kemudian Andika merebahkan dirinya di tengah ranjang.
"Papa ambilkan susu dulu ya." Reka berdiri lalu meraih tubuh Andre yang sudah tertidur pulas itu. "Biar Andre tidur dalam box dulu. Kamu istirahat dulu sama Dika." Reka menidurkan Andre di box nya lalu keluar dari kamar.
Nayla hanya tersenyum mendapatkan perhatian dari Reka yang semakin besar itu. Mungkin Reka takut baby blues Nayla kambuh lagi, bahkan dia juga sering mengecek ponsel Nayla, takut jika ada yang meneror Nayla seperti dulu.
Beberapa saat kemudian Reka masuk sambil membawa susu untuk Andika. "Dika kangen ya sama Mama, tiga hari Mama di rumah sakit."
Andika hanya menganggukkan kepalanya sambil meminum susunya. Setelah susu itu habis, Andika mulai memejamkan matanya dan tertidur.
"Sayang, kamu tidur juga."
__ADS_1
Nayla menganggukkan kepalanya. "Sini, Mas Reka tidur juga."
Reka berpindah posisi di belakang Nayla. Dia peluk tubuh yang sudah melahirkan kedua buah hatinya itu. "Makasih sayang atas semuanya."
"Sama-sama, Mas." Nayla mengusap tangan yang kini melingkar di perutnya. "Aku tanpa Mas Reka gak bisa apa-apa."
"Jangan bilang begitu. Kamu Ibu yang hebat, aku sudah dua kali melihat kamu melahirkan, kata terima kasih dan semua perhatian aku gak sebanding dengan apa yang kamu rasakan."
Hati Nayla semakin menghangat mendengar kata manis dari Reka.
"I love you." Satu kecupan mendarat di puncak kepala Nayla.
"I love you too..."
"I'll always loving you until later..."
..._SELESAI_...
Akhirnya selesai juga cerita Mas Reka. Jangan lupa mampir ke adiknya Reka ya... 🤗
__ADS_1
Di sana juga ada Reka yang galak pas baru jadi jodi. Jomblo ditinggal mati kata adiknya...