ABANG PSIKOPAT [END]

ABANG PSIKOPAT [END]
Chapter eleven


__ADS_3

Waktu terus berjalan, tanpa ada niatan untuk berhenti. Dirumah ini, zhi, alan, Leon. Yang tadinya sedang menonton TV kini sudah berbaring sembarangan.


Zhi diatas sofa, alan dan Leon di bawah sofa. Saat sedang mengejar mimpi mereka dikagetkan dengan gedoran dari pintu.


"Siapa sih berisik banget malem malem." Ucap Leon dan bergegas membukakan pintu meninggalkan alan dan zhi yang masih terlelap.


Leon berjalan kearah pintu dan membuka nya lalu melihat siapa yang datang dengan cara yang biadab.


"Iya tunggu." Ucap Leon sambil membuka pintu.


Dan BUMMMMM!!!!!


"Lo? Lo ngapain di sini?" Tanya Leon.


"Saya? Saya mau ketemu sama anak saya lah." Jawab nya, siapa lagi kalau bukan John winata?


"Mending lo pergi sekarang." Ucap Leon dengan nada tinggi.


Jeritan Leon membangun kan alan dan zhi yang tadinya terlelap.


"Apaan sih itu ribut ribut?" Tanya zhi yang baru saja bangun dari mimpi indah nya.


"Sebentar abang cek dulu." Ucap alan dan menyusul Leon.


"Kenapa sih yon? Ko berisik banget?" Tanya alan yang masih muka bantal.


"Orang gila." Jawab Leon.


"Hai anakku tersayang." Sapa John.


Alan yang mendengar kalimat itu lantas menatap wajah yang mengucapkan nya. Penuh dengan dendam dan amarah alan mengepalkan tangannya.


"Lo pergi dari sini sekarang juga!" Bentak alan.


"Tunggu dulu dong jangan terburu buru, ayah cuma mau nengokin kamu sama adik kamu kok." Ucap John.


Tanpa aba aba alan langsung membanting pintu dan menguncinya. Zhi yang penasaran pun ikut menyusul mereka berdua.


"Kenapa bang?" Tanya zhi.


"Gak apa apa, cuma salah alamat terus ngegas." Jawab alan berbohong.


"Ohh yaudah aku udah ngantuk banget nih, aku ke atas duluan ya?" Ucap zhi.


"Iya kamu duluan aja." Ucap alan.


"Selamat malam abang dan kak leon." Ucap zhi lalu bergegas menuju kamarnya.


"Malam adek ku tercinta." Ucap Leon.


"Dia adek gue." Kata alan dengan tatapan sinis.


"Ya elah lu kan temen gue udah gue anggep sodara malahan berarti kan gue sama zhi juga adek abang." Jelas Leon.


Alan hanya diam memberikan tatapan maut.


"Lo ngasih tatapan kayak gitu juga gak mempan buat gue." Ucap Leon dan pergi meninggalkan alan yang diam diambang pintu.


"Mau kemana lo?" Tanya alan.


"Kamar lo." Jawab Leon tanpa memberhentikan langkahnya.


"Ngapain?" Tanya alan lagi.

__ADS_1


"Tidur lah." Jawab Leon.


"Woii itu kamar gue." Teriak alan dan mengejar Leon yang sudah berada di tengah tangga.


"Bodo yang penting gue tidur." Ucap Leon.


Leon dan alan saling berkejaran walaupun pada akhirnya mereka tidur berdua.


Malam telah berlalu menjadi pagi. Sapaan sinar matahari menyinari seluruh rakyat bumi.


Dengan hangat zhi sudah bangun dari mimpi indah nya, dan bergegas ke kamar alan yang sudah seperti kandang ****, berantakan.


"Abanggg!!!" Teriak zhi sambil menerobos masuk ke kamar alan yang berantakan itu.


"Loh? Ko berantakan banget gak biasanya? Hmm.. Pasti dia **** ini ribut nih semalem." Tebak zhi.


Zhi pun Memulai aksinya, ber lompatan diantara alan dan Leon.


"Abang... Abang... Abang.... Kakak... Kakak... Kakakk.... " Teriak zhi sambil berlompatan.


"Aduhhh aduhhh." Jerit Leon yang rambutnya diinjek zhi.


"Kamu ngapain sih dek?" Tanya Leon yang sudah sadar sedangkan alan masih santuy.


"Bangunin kakak sama abang lah." Jawab zhi yang masih lompat lompat.


"Gak gitu juga bangunin nya, sakit nih rambut kakak kamu injek." Ucap Leon gang masih beler.


"Siapa suruh rambutnya disitu kadang injek kan." Jawab zhi dan masih berlompatan namun sekarang lebih kuat.


Alan yang merasakan seperti ada nya pergeseran lempeng bumi pun segera bangun dari tidur nya. Dan ternyata hanya pergeseran lempeng seprai.


"Zhiiiiii!!!" Teriak alan.


"Iyaaaaaaaaaaa!!!" Balas zhi yang juga teriak.


"Dih apaansi abang bangun bangun udah marah marah, ka Leon aja gak marah banget tuh." Ucap zhi.


"Apaa?" Tanya alan yang sadar bahwa dia sedang diperhatikan oleh Leon dan zhi.


"Ish kayak psikopat aja." Cibir zhi.


Leon yang melihat atraksi dadakan ini pun menggelengkan kepalanya.


"Udah udah sama sama psikopat jugaa." Ucap Leon meleraikan perkelahian zhi dengan alan.


Zhi dan alan akhirnya berdamai, mereka bertiga turun untuk sarapan. Siapa yang masak? Leon.


"Yon masak sono laper nih gue." Suruh alan.


"Gue aja terus bangke." Keluh Leon.


"Yaelah kan lu tamu." Ucap alan.


"Lah ***** gue tamunya kenapa gue yang disuruh masak? Ada nya lo tuan rumah." Balas Leon.


"Yaelah yon.. " Bujuk alan.


"Yaudah iya." Jawab Leon pasrah dan berjalan menuju dapur lalu mulai memasak.


Selesai memasak Leon menata semua makanan nya di atas meja makan.


"Hmm baunya enakk nih.. " Ucap zhi.

__ADS_1


"Iya doang kan kak Leon yang masak." Ucap Leon bangga.


"Yehh.. Masakan gue juga enak kali." Ucap alan tak mau kalah.


"Sttt udah aku laper mau makan." Kata zhi lalu duduk dan mulai mengisi piring yang kosong itu dengan masakan Leon.


Mereka bertiga memakan makanan nya dengan hikmat. Lalu menyusun rencana untuk hari ini.


"Abis ini kita ngapain nih?" Tanya Leon.


"Beli ice cream!!" Seru zhi.


"Gak!" Bantah alan.


"Ya elahhh." -zhi.


"Gimana kalo kita liburan ke puncak aja?" Usul Leon.


"Ayoooooo!!!! " Seru zhi sangat setuju.


"Tapi kan gue ada kuliah dan kamu zhi, kamu kan sekolah." Ucap alan.


"Ya elahh bang, peduli amat sih... Minta izin dulu lahh... Bosen akuu." Rengek zhi.


Alan berfikir sejenak.


"Okelah." Jawab alan setuju.


"Yeyyyy!!" -Leon dan zhi.


"Okee sekarang kita kemasin barang masing-masing yaa.. " Ucap alan.


"Ekhemm.. Btw baju gue kan masih di rumah.." Ucap Leon.


"Udah pake baju gue aja." Jawab alan.


"Okelah."


Zhi, Alan, dan Leon bergegas merapihkan barang bawaannya.


Zhi mengambil beberapa potong baju dan celana serta pakaian dalamnya untuk beberapa hari, handphone, powerbank, charger dan tak lupa teman sejati nya, pisau lipat.


Alan dan Leon masih membereskan barang bawaannya sedangkan zhi sudah menunggu dibawah.


Zhi yang duduk di depan teras rumah nya sambil memberitahu kan kepada gurunya bahwa ia akan izin 1 bulan.


Alan dan Leon sudah siap lalu mereka turun ke bawah dan memasukkan semua barang ke bagasi mobil.


Tujuan, villa Leon.


Mereka sepakat untuk mengunjungi villa Leon yang sudah lama tak dikunjungi oleh sang pemilik.


Perjalanan yang panjang tak terasa, tibalah mereka di sebuah villa yang megah dan bersih.


Villa ini adalah hadiah pemberian Ayah nya Leon.


"Ayo masuk." Ucap Leon dan mengangkat barang bawaan nya.


Zhi dan Alan mengangguk lalu mengambil barang bawaannya masing masing.


Setelah mereka masuk ke dalam villa, mereka langsung membereskan barangnya ditempat yang sudah ditentukan.


"Okee guysss kita jalan kan rencana yang pertama." Ucap Leon dan dijawab anggukan oleh kakak beradik itu.

__ADS_1


Note :


lanjut? jangan lupa vote + like oke..


__ADS_2