ABANG PSIKOPAT [END]

ABANG PSIKOPAT [END]
Chapter Thirty


__ADS_3

"Apa yang mau lo bilang? Lo suka kan sama gue?" Tanya Alan tanpa malu.


"Iyaa... Eh? Eng... Enggaaaaaaaaaa... " Ucap Genus sambil berteriak dengan pipi yang merah merona.


***


Hari hari kian berlalu kini hubungan Alan dan Genus semakin erat walau tidak ada pengakuan dari Genus.


Author: sad boy gitu ga sih?


Seperti wanita pada umumnya Genus merasa ada sesuatu yang hilang jika Alan dan Zhi tidak ada disisinya. Namun dia terlalu gengsi untuk mengungkapkan nya.


Padahal apa susah nya mengatakan rindu?


***


"Bangg!" Panggil Zhi sambil mendobrak pintu kamar Alan.


"Ishhh katanya mau dinner gimana sih? Kok malah tidur? Dasar Alan Kebooooooooooo." Gumam Zhi.


"Hmm aku punya ide." Ucap Zhi dengan senyum senyum.


Zhi mengambil handphone yang ada di kantong celana nya. Diam diam mem video call Genus.


"Hallo kakak iparr!" Ucal Zhi saat Genus mengangkat video callnya.


"Hallo adik ipar hehehe.." Ucap Genus malu malu.


"Mau dinner yahh?" Tanya Zhi.


"Iyaa, kan kamu juga ikutt." Ucap Genus.


"Sebelum dinner kita pembukaan duku yukkk." Ucap Zhi.


"Maksudnya?" Tanya Genus.


Zhi berjalan mendekati Alan yang sedang tertidur pulas.


"Ini ada kebo di rumah mau diusir tapi ganteng." Ucap Zhi sambil mendekatkan handphonenya ke wajah Alan.


Alan yang merasakan terlalu silau akibat sinar handphone Zhi pun terbangun.

__ADS_1


"Hmmmm.." Gumam Alan dan membuka matanya.


"Woiii kebo bangunnnn!" Teriak Genus.


Apan yang melihat Genus didepannya langsung bangun.


"Astaga jam berapa ini?" Tanya Alan.


"Jam 7." Jawab Zhi.


"Abang belum siap siap lagi, kamu gak bangunin sih dekk." Ucap Alan.


"Lohh jangan salahkan sayaa hahahaha.."


"Gue udah siap sipa elo masih molor dasar!!" Ucap Genus.


"Iya iya, maaf sayang." Ucap Alan dengan suara khas bangun tidur sambil tersenyum melihat Genus walaupun dilayar kaca.


Author: woii damage nya bukan mainn.


Genus yang mendengar kata 'sayang' langsung gelagapan dan segera menutup telepon nya.


"Udah dulu ya." Ucap Genus dan menutup telpon nya.


"Kamu iseng aja sihh, udah sana abang mau ganti baju dulu." Ucap Alan sambil mengelus pucuk kepala adiknya.


"Okee."


***


Alan, Genus dan Zhi sudah sampai di tempat 'dinner' mereka.


'Dinner' yang artinya makan malam, atau? Asupan malam?


Asupan malam? Apa itu?


"Mau mesen berapa?" Tanya Alan.


"Emmm... 2 aja dehh.." Jawab Zhi.


"Gue mau 3." Ucap Genus.

__ADS_1


"Okee, kalian tunggu disini." Ucap Alan dan pergi mengambil pesanan mereka.


2 jam berlalu.


Alan kembali dan membawa pesanan mereka masing-masing serta pesanan Alan.


"Ini punya kamu tiga." Ucap Alan.


"Ini buat adik ku tercinta, dua kan?" Tanya Alan.


"Iyappss."


"Siap menyantap?" Tanya Alan.


"Siapp!" Jawab Genus dan Zhi barengan.


"Okehh, persiapkan alat santap kalian. Abang mau ambil garpu dulu." Ucap Alan.


"Aku nitip sumpit dongg!!!" Ucap Zhi.


"Oke, kamu mau nitip juga gak?" Tanya Alan pada Genus.


"Pake lo-gue aja sihh kenapa harus pake aku-kamu?" Tanya Genus.


"Biar uwu." Jawab Alan.


"Gue nitip jeruk nipis aja dehh." Ucap Genus.


"Okehh."


Alan meninggalkan mereka dan mengambil barang barang yang mereka titip.


"Garpu, sumpit dan jeruk nipis."


***


Note :


Terimakasih sudah membaca, saran kalian aku nantikan.


@njw_blqs

__ADS_1


@mawp.qiss


Selamat membaca kelanjutan nya ✨


__ADS_2