![ABANG PSIKOPAT [END]](https://asset.asean.biz.id/abang-psikopat--end-.webp)
"Tok.. Tok.. " Suara ketukan pintu.
"Kenapa sih? Tumben nyariin gue." Ucap David saat leon membukakan pintu.
"Baru dateng udah bacot sini masuk dulu." Ucap Leon dan David masuk kedalam.
"Eh ada Alan juga apa kabar lan?" Tanya David menepuk pundak Alan.
"Yang lo liat aja gimana." Jawab Alan.
Alan memang masih rada kesal dengan sikap Leon kemarin.
"Santai boss."
"Udah, sini lo." Ucap Leon dan menarik David untuk duduk disebelah nya.
"Jadi maksudnya gue dipanggil kesini apaan?" Tanya David.
"Jadi gini Alan sama Zhi itu dendam sama bok-- no, laki laki brengsek karena waktu itu mama nya dibunuh." Ucap Leon.
"HAH?! LO SERIUS?!!" bentak David kaget sambil menggeprak meja.
"Iya santai aja dong." Cetus Zhi.
"Ya maaf dek, kakak kira kamu sama Alan emang hobi bunuh orang, ternyata karena dendam?" Tanya David.
"Langsung ajalah yon." Ucap Alan.
"Oke."
Mereka berunding menyusun rencana. Setelah selesai mereka langsung melakukan aksinya.
***
Alan, Zhi, Leon, dan David terbang ke Jerman.
Menyewa sebuah apartemen mewah disana yang pasti nya dekat dengan DIA.
__ADS_1
"Oke gue dapet kabar dari Wisnu katanya dia ngeliat anak perempuan si brengsek itu lagi nongkrong dan berencana ke club malam, nanti." Ucap Leon.
"Terus?" Tanya Zhi.
"David." Ucap Leon.
"Ha?" Tanya David.
"Lo ke club dan bikin dia suka sama lo." Ucap Alan.
"Ko gue?" Tanya David.
"Ya kalo gue ketauan lah." Ucap Alan.
"Eh? Oh iya okelah." Ucap David setuju.
*Malam pukul 23:00
"Gue berangkat nih." Ucap David daan pergi ke salah satu club di Jerman.
Saat sampai di club David langsung mencari seorang wanita seperti yang di foto.
David pov
"Mana sih?" Tanya David sembari mencari.
"Oh itu dia tuh! Akhirnya." Ucap David dan mendekati wanita itu yang sedang bersama dengan teman temannya.
"Entschuldigung, darf ich hier mitmachen?" (Permisi, boleh kah saya gabung disini?) tanya David.
"Oh, bitte.. " Jawab targetnya.
David duduk pas disamping targetnya.
"Wie heißen Sie?" (Siapa nama mu?) tanya David.
"Maurent winata." Jawab nya.
__ADS_1
"Oh maurent halah ribet banget sih, gara gara lo gue jadi begini kan!" Batin David.
"Wie heißen Sie?" Tanya Maurent.
"David dellow." Jawab David.
"willst du rösten?" (Mau bersulang?) tanya Maurent.
"Ja." (Ya) jawab David dan Maurent memberi minuman yang memabukkan berwarna merah.{author : apa sih nama nya? Aku biasa minum marjin:(}
David hanya meminumnya sedikit jadi dia masih sadar diri, sedangkan Maurent sudah mabuk.
Tiba waktu nya pulang David menawarkan bantuan untuk membantu Maurent pulang.
"Soll ich helfen?" (Mau ku bantu?) tanya David.
"Es ist okay, wenn ich es nach Hause bringen kann." (Tidak apa, saya bisa membantunya pulang.) ucap teman nya Maurent yang bernama Jello.
"Ist es wahr? du siehst betrunken aus." (Benarkah? Kamu terlihat mabuk.) ucap David.
"Ja, in ordnung, du will stay es richtig angehen? Ha ha ich verstehe bitte bring ihn nach hause." (Ya, baiklah kamu ingin mendekati nya bukan? Haha saya mengerti. Silahkan antar dia pulang.)
Ucap Jello dan memberikan alamat rumah Maurent yang padahal David sudah tahu.
David pun mengantarkan Maurent sampai depan rumah nya. Rumah besar, mewah, dan pasti banyak penjaganya.
"Wer bist du? Warum ist junge dame bei dir?" (Siapa kamu? Kenapa nona muda bersama kamu?) tanya salah satu penjaga.
"Ich bin David dellow, ich habe ihn bettrunken im club getroffen und ihn nach hause gefahren." (Saya adalah David dellow, saya bertemu dengan nya di club dengan keadaan mabuk dan saya mengantarnya pulang.) jawab David.
Penjaga itu langsung memanggil penjaga lainnya untuk membawa Maurent masuk kedalam, dan menyuruh David pulang.
David pun pulang ke apartemen.
"Aduh ko gue bodoh banget ya? Nomor telepon nya gak gue minta? Eh, tapi kan gue ada. Tapi gimana modus nya coba? Ya kali gue bilang gue asal mencet? Halah bodo lah nanti aja." Ucap David kesal.
***
__ADS_1
Holla! Menurut kalian, dipart selanjutnya pake bahasa Indonesia aja atau Jerman nya juga? Please comment oke!
See you next time... 🙌