![ABANG PSIKOPAT [END]](https://asset.asean.biz.id/abang-psikopat--end-.webp)
"Aku akan mengantarmu pulang sebut alamatnya dan aku akan mengantarkan mu kesana." ucap alan pada laurent.
"Di **********" alan mengangguk lalu menggandeng tangan laurent.
Mereka berjalan menuju parkiran dimana mobil alan terparkir rapi disana.
"Masuk." kata alan sambil membuka pintu mobilnya dan menutup kembali ketika laurent telah masuk kedalam.
"Aku akan mengantarmu pulang dan kau tidak boleh kemana mana kecuali bersamaku." kata alan yang sedang fokus menyetir.
Mata laurent terbelak "lalu bagaimana aku melakukan kegiatan ku diluar rumah?." tanya laurent. "Kau boleh pergi setelah aku mengizinkannya." jelas alan dan laurent hanya mengangguk pasrah.
Kini laurent hanya bisa mengangguk pasrah, karna ia tak mau hal lain terjadi.
Alan memarkirkan mobilnya didepan gerbang rumah laurent.
"Udah sampe, kamu istirahat ya." ucap alan manis semanis janji palsu.
"Hm" jawab laurent dan langsung masuk kedalam rumahnya tanpa menawarkan alan untuk masuk kedalam rumahnya.
"Gak mau nyuruh mampir dulu gitu?." tanya alan. "Enggak!" jawab laurent ketus dan langsung menutup gerbang pintunya dan tak lupa dikunci olehnya, bagaikan akan ada maling yang akan mencuri dirumahnya.
Alan hanya terkekeh dan melanjutkan perjalanan nya ke markas alan dan zhishu.
"Abang lama banget sih." gumam zhi sambil memainkan ponsel nya. Sudah lama ia menunggu tapi kakak laki-laki nya itu belum juga sampai.
"Dek." panggil alan, dan zhishu yang merasa diri dipanggil menengok ke sumber suara.
"Lama banget, mentang mentang ada pacar." sindir zhishu sambil mengendus kesal.
"Ulululuuuu adek gue yang paling jelek, bau, dekil, kusel, kumel, demek ini ngambek ya?." tanya alan.
"Yee enak aja, tau ah bodoamat." jawab zhishu seenaknya.
"Hahaha ya udah sekarang apa yang mau kamu omongin sama abang?." kata alan setelah menyudahi tawanya yang menggema diseluruh ruangan.
"Gini, aku punya ide gimana kalo kita bikin kompetisi?." tanya zhishu. "Apa itu?." tanya alan.
"Dalam 1 minggu kita berlomba siapa yang bunuh orang paling banyak dia yang menang, dan yang kalah akan nurutin apa yang di maunya sama si pemenang." jelas zhishu dan alan hanya diam sambil mencerna setiap kata kata yang terucap dari bibir zhishu.
"Oke." jawab alan setuju.
Alan dan Zhishu melangkah kan kakinya kedalam istana mereka, dengan langkah yang santai alan berjalan menuju kamarnya dan zhi berjalan menuju dapur.
__ADS_1
"Akkhhhhhh." teriak zhishu.
Alan yang mendengar teriakan histeris adiknya pun langsung menghampiri adiknya di dapur walau dia baru saja sampai di depan pintu kamarnya.
"Dek Kenapa?!" ucap alan panik karna melihat adiknya duduk sambil memeluk dirinya sendiri dan menangis.
Alan memeluk adiknya erat lalu beralih pandangan ke depan, dan melihat penyebab adiknya seperti ini.
"PRIA BRENGSEKK NGAPAIN LO DISINI HAH?!."
Emosi alan kini sudah sampai ke ubun-ubun. Dan pria yang dibilang brengsek malah tersenyum miring.
"Masih ingat denganku alan? Anakku tersayang hahaha." kata pria itu lalu tertawa.
"PERGI LO BRENGSEK! GUE BUKAN ANAK LO!"
"Oh ya? Aku ini ayahmu, ayolah apakah tidak ada rasa sopan sedikit pada ayahmu ini?." tanya pria tadi sambil tersenyum miring.
"LAKI LAKI GAK TAHU MALU!"
Emosi alan sudah tak dapat di tahan, alan memgeluarkan semua isi hati dan pikirannya.
"PERGIIIIII JOHN WINATA!" kini zhishu yang sedari tadi terdiam membuka suaranya. Dengan nada masih seksekan karna tangisnya.
"Rupanya kalian butuh waktu ya? Baiklah aku akan kembali lagi nanti, jaga diri kalian baik baik ya sayang." ucap winata sambil tersenyum miring dan pergi meninggalkan perkarang rumah.
"Aku takut bang." kalimat itu keluar dari bibir mungil zhishu. Alan mempererat pelukannya dan membiarkan adiknya menangis didalam pelukannya.
Alan menggendong adiknya bagai anak kecil. Zhishu masih terisak.
"Abang bakal nemenin kamu disini." ucap alan dan menurunkan zhishu di kasur king sizenya.
"I... Yaa." jawab zhi masih terisak.
"Udah jangan nangis ya? Gege janji akan buat iblis sialan itu menyesal atas perbuatannya kamu tenang ya?." ucap alan yang sedikit memberikan ketenangan terhadap zhishu.
Waktu menunjukan pukul 23:00 zhishu sudah tertidur sedari tadi walaupun isakan tangisnya masih terdengar.
Alan kini sedang berada dibalkon kamar zhi sambil memikirkan hal tadi, bagaimana bisa iblis sialan itu kembali lagi?
Alan yang sedang termenung di balkon kamar zhishu tiba tiba teringat akan kekasih barunya itu.
Tapi pikiran itu langsung ditepis oleh alan karena sekarang bukan waktunya untuk bermain cinta cintaan. Tapi, Sekarang dia harus memikirkan bagaimana cara menyingkirkan iblis sialan itu.
__ADS_1
"Gak, ini gak boleh terulang lagi, gue ga mau sampe adek gue ngalamin hal yang sama untuk yang kedua kalinya, ya gue gak akan biarin itu terjadi."
Gumam alan yang kini sedang memikirkan keadaan adiknya.
Flasback on
"Papa zhi pulangg." teriak anak manis yang masih mengenakan seragam sd itu berlarian menuju kamar orang tuanya, siapa lagi kalau bukan zhishu.
"Jangan lari lari didi." ucap alan dari belakang dan mencoba mengejar adiknya.
"Papa aku dapet nil--" ucapan zhishu terpotong karena melihat ayahnya yang sedang menyiksa ibunya.
"Mama." teriak zhishu dan langsung berlari kepelukan sang ibu namun, sayangnya sang empu sudah tiada sejak mereka belum pulang.
Alan yang mendengar jeritan adiknya langsung menghampiri adiknya dan betapa kagetnya dia saat melihat ibunya yang diikat menggunakan rantai dan banyak darah berceceran akibat sayatan yang melukai kulit mulusnya.
"Mama." teriak alan kini memeluk ibu dan adiknya, sementara itu ayah alan malah tertawa girang.
Alan mengepalkan tangannya dan menatap ayahnya tajam, dengan dendam mulai muncul dihatinya.
"********! Brengsek!" teriak alan dengan emosi yang sudah diubun ubun.
"Hahaha dasar anak gak berguna." ucap ayah alan dan langsung pergi meninggalkan rumah.
"Gak akan gue biarin lo nyakitin adek gue ********!" ucap alan penuh dendam.
Alan merangkul adiknya dan menggendong adiknya, membawa zhishu ke kamar lalu membersihkan mayat ibunya agar dimakamkan dengan layak.
Kejadian itu membuat zhishu trauma dan alan menjadi seorang pendendam. Saat itu zhishu dan alan menjadi orang yang tidak punya hati.
Dia tidak segan segan membunuh orang disekelilingnya jika dia mengganggu nya.
Flashback off
Alan masih terdiam tanpa kata, entah melayang kemana pikirannya.
"Abang.. " ucap zhishu saat bangun dari tidurnya, alan beranjak dari balkon kamar zhishu dan duduk disamping kasur zhishu.
"Abang gak akan biarin kamu disakitin sama ******** itu walau seinchi doank." kata alan.
"Iya." jawab zhishu. "Kamu gak usah khawatir abang akan ngejagain kamu terus, abang janji." ucap alan memastikan.
"Makasih bang, aku sayang abang." kata zhishu sambil memeluk alan, alan membalas pelukannya.
__ADS_1
Note :
Makasih yang baca, oke gak banyak cincong baca terus cerita nya oke... Selamat membaca 🙌