![ABANG PSIKOPAT [END]](https://asset.asean.biz.id/abang-psikopat--end-.webp)
Zhi melangkah kan kaki nya ke halaman rumah nya. Dengan hati gembira Zhi berjalan sambil bernyanyi.
"Seneng banget si yang abis bunuh temennya." Ucap alan dari tangga.
"Waiya dong, kayaknya aku deh yang bakal menangin kompetisi nya, soalnya kan aku gak sibuk sama pacar." Cibir Zhi.
"Sindir aja teruss." Ucap alan.
Zhi yang tidak memperdulikan ucapan alan naik ke atas menuju kamarnya.
Alan yang merasa adiknya cemburu pada pacar nya hanya cengar cengir.
"Nanti juga gak bete lagi, tunggu aja." Gumam alan.
Waktu sudah menunjukkan pukul 20:00 alan yang tidak mau kalah dari adiknya kini keluar untuk mencari mangsa.
Alan keluar menggunakan motor ninja nya yang berwarna biru, dengan pakaian yang cool siapa pun wanita yang melihat nya pasti akan terpana.
Alan pergi ke rumah Laurent.
"Cepat keluar." Perintah Alan saat dia sampai di gerbang rumah Laurent.
"Ya." Jawab Laurent.
Laurent keluar dengan baju yang sangat bagus, dia makin bertambah cantik.
"Kamu cantik rent, tapi sayang." Gumam Alan sambil tersenyum licik.
Alan menyalakan motornya dan menjalankan motor ke mall.
Laurent pov
"Pegangan." Suruh Alan.
"Gak." Jawab ku.
"Oke." Ucap dia dan dia langsung mengeras motornya sampai sampai aku harus memeluknya.
"Katanya gak mau pegangan." Kata Alan.
"Berisik." Ucapku.
"Ayahh tolong rent, ini psikopat gila gak punya otakkk, coba aja dulu rent ikut latihan bela diri rent kan gak takut begini.. " Batin ku.
Aku berhenti di parkiran mall, aku turun dan jalan terlebih dahulu dibanding Alan, sebenarnya aku ogah bener jalan sama psikopat kayak dia.
"Ekhm."
"Apa?" Tanyaku.
"Tunggu." Jawab nya.
Aku hanya memutar bola mata ku malas dan menunggu nya karna aku gak mau ada apa apa yang apa apa.
"Ayo jalan." Ucap nya sambil menggandeng tangan ku.
"Dih najis masih mending cakep lu, jelek gua tendang, tapi dia kan psikopat, tau ah." Batin ku makin terisak.
Kami berjalan memasukki mall, tujuan ku ke mall ini adalah mencari buku yang jelas untuk kuliah ku , dan jika ada tutorial menghindar dari psikopat aku akan langsung membelinya.
"Mau kemana?" Tanya nya.
"Toko buku." Jawab ku dan kami langsung mencari toko buku yang ada disana.
Saat sampai di sebuah toko buku aku langsung masuk kedalam dan mencari buku yang aku cari.
Saat aku sibuk mencari buku tak sengaja aku melihat Alan yang sedang memilih beberapa buku juga, dengan wajah tenangnya.
"Coba aja muka nya tenang terus, terus gak jadi psikopat pasti gue gak bakal nolak, eh? Apaansi."
Aku menggelengkan kepala dan mengambil buku yang telah aku cari.
"Udah dapet buku nya?" Tanya Alan.
"Udah." Jawabku.
Kami lansung membayar, ups salah dia yang membayarkan semuanya. Aku tak peduli.
"Mau kemana lagi?" Tanya Alan.
"Pulang aja." Jawabku.
"Yakin?" Tanya Alan.
"Iya." Jawabku.
"Makan dulu." Ucap Alan.
Aku hanya mengangguk pasrah, kami berjalan menuju restorant terdekat, saat kami sampai di restorant kami langsung memesan sesuai selera masing-masing.
"Abis ini mau pulang?." Tanya Alan.
"Ya." Jawabku.
"Ayo." Katanya sambil menarik tangan ku.
"Urent." Panggil seseorang, aku yang baru saja bangun dari kursi langsung melihat kearah seseorang yang memanggilku.
__ADS_1
"Keca?" Tanyaku.
"Iya ini gue masa lo gak inget?" Jawab nya.
"Keca yang dulu tetanggaan sama gue? Kecaaa." Tanya ku dan langsung melepaskan genggaman tangan Alan lalu beralih memeluk keca.
"Ini siapa?." Tanya keca.
"Ini te... " Saat aku ingin menjawab ucapan ku terpotong.
"Pacar." Potong Alan.
"Ohh, haii gue keysa." Ucap keca sambil mengulurkan tangannya.
"Alan." Jawab Alan tanpa menjawab uluran tangan kesya.
"Alan." Tegur ku.
"Apa?" Tanya nya seperti orang papong.
(Papong : planga-plogo)
"Itu." Kata ku memberi kode.
"Aku gak mau nanti kamu cemburu lagi." Jawabnya santai.
"Hah? Apaan si? Ini anak gila ya? Siapa juga yang cemburu gue sih malah seneng." Batin ku.
"Ohh ternyata urent sekarang masih cemburuan? Gapapa Alan emang urent tuh dari dulu cemburuan." Jawab keca.
"Apaan sih ca." Ucap ku.
"Mau ikut gak?" Tanya keca.
"Kemana?" Tanya ku.
"Main lah ayo ke rumah gue, kita main turt orang dare." Jawab keca.
"Ayoo." Jawabku bersemangat.
"Alan juga ikut kan?" Tanya keca.
"Rent ikut gye ukut." Jawab Alan.
Senyum ku memudar.
"Yaudah ayo, ke parkiran pacar gue udah disana." Ajak keca.
"Ayo." Jawab ku dan Alan berbarengan, Alan kembali menggandeng tangan ku.
"Apaansi kec." Jawab ku.
Kami bertiga jalan ke parkiran, keca dan pacar nya menggunakan mobil sedangkan aku dan Alan menggunakan motor ke rumah keca.
Sesampainya dirumah keca aku dan Alan langsung masuk kedalam rumahnya.
*Diruang tamu*
"Kenali nih namanya reno." Ucap keca.
"Hai reno, Laurent." Ucapku sambil mengulurkan tanganku.
"Reno." Ucap Reno dan hendak membalas uluran tangan ku.
"Alan." Ucap Alan dan langsung menyambar tangan Reno agar tidak jadi berjabat tangan dengan ku.
"Hahaha Alan cemburu an." Ucap Reno sambil tertawa renyah.
"Hahah cocok banget sih lo berdua." Ucap keca.
"Yaudah ayo nonton film horor mau gak?" Tanya keca.
"Skuyy." Jawab ku.
Akhirnya kami menonton film horor di rumah keca dengan sangat hikmat.
Alan pov
Sial, kenapa harus kejebak kayak gini? Gagal deh rencana gue buat kasih kejutan ke zhi.
Oh iya kalo cuma satu kan gak enak ya.. Hmm.. Mantep nih gue dapet banyak.. Hahah.
"Gue permisi ke kamar mandi ya." Ucap ku disaat sedang menonton.
"Iya." Jawab semuanya kompak.
Saat di kamar mandi aku menelfon zhi.
"Dek."
"Apa?"
"Kamu dimana?"
" Dirumah, kenapa?"
"Lagi sibuk gak?"
__ADS_1
"Gak."
"Bisa ke alamat ******* ini gak?"
"Ngapain?"
"Udah dateng aja dulu abang tunggu."
"Iya udah tutt-"
Zhi memutuskan telfonnya, aku bergegas untuk memadamkan listrik.
Saat aku menemukan nya aku langsung memadamkan semua listrik yang ada di rumah keysa.
Author pov
Diam diam alan mematikan semua listrik, membuat semua orang yang ada di rumah keysa panik.
"Aaaaaaaaaaaaaaaaa" Teriak keysa dan Laurent.
Reno sebagai laki laki kini menenangkan mereka berdua.
"Udah udah ya.. Jangan pada nangis cuma mati lampu kok." Ucap reno.
"Yakan kita panik." Jawab keysa.
"Alan dimana ya?" Tanya Laurent.
"Kamar mandi." Jawab reno
"Tapi kok lama banget sih." Kata Laurent.
Dan tiba tiba alan dateng dengan pakaian yang sangat lusuh dan banyak noda darah di tubuhnya.
"Alan lo kenapa?" Tanya reno dan segera memapah Alan.
"Tadi pas gue dikamar mandi tiba tiba lampu mati." Ucap Alan.
"Emang mati, lo eh kamu ngapain lama banget di kamar mandi?" Tanya Laurent sedikit cemas.
"Tadi nyari kamar mandinya dulu, pas lagi di kamar mandi lampu mati terus aku keluar pas diluar tiba-tiba aja ada orang yang nyerang aku dari belakang." Jelas Alan.
"Kok di rumah aku ada penyusup sih yang." Ucap keysa pada reno.
"Gue takut ada apa apa lagi, mending kalian tidur oke? Gue sama Alan jagain kalian disini." Ucap reno.
"Yaudah Laurent lo nginep aja ya udah malem juga." Ucap keysa setuju dan membujuk Laurent.
Laurent melihat Alan sejenak.
"Kalau mau nginep ya udah kalau mau pulang juga terserah." Ucap Alan.
"Ayo dong rent temenin guee." Pinta keysa.
"Yaudah gue nginep." Jawab Laurent.
"Nah ya udah, sekarang kalian naik ke atas nyalain senter yang ada di HP kalian, gue sama Alan nyalain listrik dulu." Ucap reno.
"Tapi luka nya Alan dimana?" Tanya Laurent.
"Gapapa nanti gue yang obatin kalian tidur aja dulu." Ucap reno dan Laurent mengangguk.
Laurent dan keysa berjalan dengan sangat perlahan menaiki tangga sedangkan Alan dan reno pergi menyalahkan listrik.
"Tempat nya dimana ya?" Tanya reno.
"Gue gak tahu." Jawab Alan dingin.
"Dddrttt-"
HP milik Alan bergetar hebat, Alan dengan sigap langsung mengangkat nya.
"Bentar." Ucap Alan dan sedikit menjauh dari reno.
"Oke." Jawab reno dan menunggu Alan di tempat.
"Aku udah di rumah nya nih, tapi kok gelap ya?" Tanya zhi.
"Kamu ke atas, disana ada kamar yang isinya ada Laurent sama temen nya, dan kamu ngerti kan apa yang harus kamu lakuin?" Ucap Alan berbisik.
"Hah?! Serius? Itukan."
"Jalanin aja nanti abang jelasin."
"Yaudah."
Alan menutup telpon nya dan kini kembali ke reno.
"Udah?" Tanya reno.
"Iya" Jawab Alan.
Reno dan Alan kembali mencari letak pemadam listrik nya dan akhirnya ketemu.
Note :
eww, gak ada pembunuhan di part ini gimana? Kayaknya Laurent mulai suka sama abang psikopat nya, tapi abang psikopat nya benar-benar sayang gak yak? Respon okehh:v
__ADS_1