![ABANG PSIKOPAT [END]](https://asset.asean.biz.id/abang-psikopat--end-.webp)
Saat listrik menyala Alan langsung siap sedia.
"Nah akhirnya nyala." Ucap reno dan berbalik badan.
Lalu...
Jlebb
Alan yang tidak sabar langsung menusuk perut dan mengaduk isi perut milik reno.
"Alan lo ngapain?" Tanya reno dengan terbata bata menahan sakit.
"Bunuh lo." Jawab Alan sans.
Alan mengambil beberapa pisau kecil dan gunting.
Alan menggunting telinga reno lalu Alan menusukkan pisau kecilnya kedalam mulut reno, merobek mulut nya sampai telinganya.
Darah segar mengalir dengan deras, alunan indah terngiang ditelinga Alan, suasana yang sangat menyenangkan bagi Alan tapi tidak dengan reno.
Luka yang diberikan Alan sangat menyiksa dirinya, ingin teriak kini sudah tidak bisa hanya bisa menerima nasib nya, sampai pada akhirnya reno tidak lagi merasakan sakit.
Alan tertawa terbahak bahak, lalu langsung memutilasi reno dengan sangat kejam, bagaimana tidak? Dia memutilasi reno hanya dengan menggunakan pisau kecilnya, memisahkan kulit dari dagingnya.
Hidung mancung milik reno kini hilang entah kemana, mata indah reno kini sudah tidak berbentuk, mulut reno kini ibarat kan monster, wajah tampan reno kini sudah hancur.
Dengan gelak tawa alan sangat tidak berprikemanusiaan, alan kini membereskan mayat reno hingga tidak ada jejak.
Tak lupa sebelum itu dia mendokumentasikan hasil kerjanya itu.
***
Zhi kini sudah berada di lantai atas.
"Sekarang aku harus nyari kamar nya, tapi dimana ya? Coba yang itu deh." Ucap zhi sambil berjalan dan mengetuk pintu nya perlahan.
"Siapa?" Tanya seseorang didalam.
"Aku zhi." Jawab zhi.
Pintu terbuka menampakkan Laurent dan keysa berdiri didepan pintu.
"Kok kamu ada disini zhi?"
"Abang yang suruh aku buat nemenin kakak." Jawab zhi.
Laurent pov
Alan dan reno sedang berusaha menyala kan listrik sedangkan aku dan keca hanya bisa berdoa agar sesuatu buruk tidak terjadi.
Klekk
Listrik sudah menyala, aku dan keca bersyukur dan menghela nafas dengan tenang.
"Tokk.. Tokk.. "
Suara ketukan pintu membuat kami saling berpandang pandangan.
"Siapa?" Tanya keca.
__ADS_1
"Aku zhi." Jawabnya.
Aku yang mengenal bahwa zhi adalah adiknya alan segera membukakan pintu.
"Kok kamu ada di sini zhi?" Tanya ku.
"Abang yang suruh buat temenin kakak." Jawabnya.
"Ohh.. Yaudah ayo masuk."
Klekk
"Aaaaaaaaa urent." Teriak keca ketika listrik kembali mati.
"Kok listrik nya bisa mati hidup mati hidup sih kak?" Tanya zhi.
"Gak tahu udah ayo masuk." Ucap ku dan mengajak semuanya masuk kedalam kamar.
Aku menyala kan senter di HP ku dan zhi juga menyalakan nya.
"Rent gue takut." Ucap keca.
"Udah gak usah takut ada gue sama zhi juga kan udah lo tidur aja." Ucap ku.
"Kakak tidur aja biar aku yang jaga." Ucap zhi.
"Nanti kamu capek." Ucap ku.
"Bisa gantian." Jawabnya dan aku mengangguk setuju.
Zhi pov
Diam diam aku mengambil sebuah tali yang sudah aku siapkan di tas kecil ku yang isinya berbagai jenis pisau.
Aku mengambil sapu tangan yang sudah diberikan obat tidur dan langsung membekap mulut KAKAK Laurent.
"Hmmmm... Emmmm."
"Diam." Ucapku.
Aku membawanya ke kamar mandi agar lebih mudah bersenang-senang.
Pelan pelan aku membuka bekapannya dan kalian mau tahu apa yang terjadi? Dia sudah pingsan huh! Dasar lemah! Orang lemah seperti dia mau menjadi kekasih abang? Jangan mimpi!
Aku mulai dari yang paling dasar yaitu, menyayat wajah cantiknya.
Dengan satu sentuhan pisau cantikku wajah nya sudah mengeluarkan darah segar, WOW! darah nya sangat indah! Aku mengambil toples yang aku bawa dan menadangi darah tersebut, koleksi.
Satu sayatan mendarat dengan selamat di pipi kanan kak Laurent, agak jijik sih manggil dia kakak tapi yaudah lah ya..
Aku mengambil belati yang ada di tas ku dengan sangat hati hati aku melukis diatas wajahnya, tunggu sedikit bergerak? Oh.. Dia sudah sadar ternyata.
"Awww" Teriak gadis malang ini.
"Kenapa? Sakit? Perasaan b aja deh." Ucap ku sambil mengasah pisau ku yang lain.
"Ap-a ya-ng k-amu-lak-ukan?" Tanya nya sambil terbata bata.
"Menurut mu gimana? Lukisan ku bagus gak? Sekuncup bunga mawar merah, warna merah nya seger banget ya?" Tanya ku sambil menunjukkan wajahnya ke arah cermin di kamar mandi.
__ADS_1
"Argghhh" Dia teriak setelah melihat wajahnya,lemah!
"Prankkkkk"
Suara pecahan kaca dengan kaca yang telah hancur karena aku hancurkan membuat tangan ku mengeluarkan sedikit cairan indah.
Aku mengambil beberapa bagian yang runcing ujungnya, lalu...
Cesskkk
Aku menusuk mata kirinya, wow! Ini mata yang indah, sangat indah, mata dengan warna biru yang membuat orang jatuh cinta ketika melihat nya, sama seperti ku yang jatuh cinta pada mata ini.
Warna biru nya sudah tiada digantikan dengan warna merah segar, aku tidak bisa menahan nafsuku.
Aku mengambil kaca yang lumayan besar dan..
Jlebb
Eww aku mengaduk isi perutnya seperti mengaduk adonan, darahnya muncrat kemana mana. Tapi ku suka hahahhaha.
"Yah udah mau mati ya? Ada pesan terakhir gak?" Tanya ku pada hembusan nafasnya yang terakhir.
Bukannya menjawab dia hanya menghembuskan nafasnya untuk terakhir kalinya dan diam membisu.
"********! Berani nya lo gak jawab pertanyaan gue? Biadab!" Teriakku emosi dan aku mulai menggorok lehernya dengan pisau buah ku.
Dasar cemen, lemah, pisau buah ku memang sangat mengagumkan baru beberapa menit saja sudah putus kepalanya.
Aku menelfon abang.
"Haloo."
"Kenapa dek?"
"Ini kepala si bodoh mau gak?"
"Buat apaan?"
"Koleksi abang lah."
"Gak yakin kalo wajahnya masih utuh."
"Ya.. Ya. Gimana udah ancur lah."
"Bersihin aja jangan sampai ada jejak."
"Emang nya aku psikopat amatir?"
"Iya iya kamu emang pro, oh iya udah bersih mereka berdua?"
"Baru satu nih, yang satunya lagi masih tidur kayaknya."
"Ya udah lanjut sana."
"Okee tutt-"
Aku langsung memutuskan telfonnya.
Note :
__ADS_1
Sampe disini dulu ada pertanyaan??? Tunggu next nya yooo...