![ABANG PSIKOPAT [END]](https://asset.asean.biz.id/abang-psikopat--end-.webp)
unknow pov
Aku berjalan dengan bersenandung ria menuju kampusku yang baru, yap aku mahasiswi pindahan dari inggris alasan ku pindah ke indonesia karena, aku lahir di indonesia dan dibesarkan di inggris.
Ayahku inggris dan ibuku indonesia. Ayah dan ibuku mengirimku ke sini karena kemauan ku, aku ingin merasakan hal yang berbeda.
Aku tinggal di sebuah rumah mewah yang banyak pelayan dan segalanya. Tapi aku milih berjalan menuju kampusku, karena ini yang ku mau, berbeda!
Mungkin ini terlalu pagi masih pukul 05:00. Aku sidah bersenandung melewati jalan jalanan yang sepi, tapi tunggu aku seperti mendengar jerita seseorang? Ahk mungkin perasaan ku saja.
Hei, tidak! Ini memang benar benar jeritan seseorang suaranya begitu pilu dan menyakitkan di telingaku.
Saat aku melewati gang kecil, aku melihat sebuah mobil warna biru terparkir disana. Lalu suara jeritan itu semakin kencang.
Oh tidak! Dugaan ku benar, aku melihat seorang pria dengan pakaian yang sudah berlumuran darah itu mensiksa seseorang, seperti nya wanita.
Aku memberanikan diri untuk maju dan bersembunyi di belakang bagunan dan aku melihat pria itu membunuh wanitanya dengan sangat sadis, perlahan lahan suara jerita itu menghilang yang ada hanya suara gelak tawa dari pria pembunuh itu.
Wanita itu mati! Aku tak sanggup melihatnya lagi, kenapa pria itu membunuh wanita itu dengan cara yang sangat kejam?. Aku memundurkan langkah ku untuk menjauhi pria tersebut.
"Prakk."
Aku menginjak sesuatu, aku langsung menutup mulutku dan mengintip apakah pria itu sudah pergi atau belum. Dan pria itu ada di depan mataku!
Alan pov
Sedang enak enaknya membunuh orang, aku mendengar seseorang menginjak sesuatu. Tidak mungkin itu didi.
Aku melihat seorang gadis sedang ketakutn aku bermindik mindik, mendekatinya. Saat aku sampai didepannya dia langsung sangat ketakutan.
Keringat dingin mulai membasahi keningnya, ku tau dia sangat ketakutan.
Dengan senyum aku mendekatinya dan dia semakin ketakutan, hahaha dasar lemah!
Tunggu, saat aku menatap manik miliknya entah kenapa jantungku serasa berdegup kencang.
Aku memegang pergelangan tangannya, dia sangat takut.
"Apa aja yang udah lo liat hm?." Tanyaku sambil menguatkan cengkramanku.
"Emm... Guueee.. Gaa lililiat appa appa." Ucap nya dengan terbata bata. Aku semakin menguatkan cengkramanku sehingga membuat ia meringis.
"Aw sskitt." Ucapny pelan tapi aku masih mendengar nya.
"Tolong jangan bunuh gue." Mohon nya.
"Lo mau gak gue bunuh?." Tanyaku dan dia mengangguk.
"Mulai sekarang lo jadi pacar gue, gada penolakan!." Kataku sambil melepas cengkramanku dan dia masih meringis lalu matanya membelak dengan apa yang ia dengar.
"Gue ga mau." Tolaknya dengan nada membentak lalu ia kembali bungkam dan memegangi tangannya yang merah akibat cengkramanku.
"Gada penolakan titik, lo ikut gue ke kampus sekarang bareng gue." Kataku sambil menarik cewek itu ke mobil dan dia hanya mengikutiku pasrah.
"Masuk." kataku sambil membukakan pintu mobil di kursi depan. Didi yang sedang mendengarkan musik nya langsung mencabut earphonenya dari telinganya dan menatapku dengan tatapan bertanya.
Mata cewek itu masih fokus dengan didi yang duduk di belakang.
"Aku zhishu winata adiknya alan john winata." Ucap didi pada cewek disampingku dengan mengulurkan tangannya sambil menatap nya.
"Laurent putri Alexa." Ucapnya dan menjawab uluran tangan didi.
__ADS_1
"Gege pinter banget dapet pacarnya cepet tapi cakep." Puji didi tapi aku tau itu meledekku. Aku melajukan mobil menuju kampus dan mengabaikan ucapan didi yang membuat ia mngerucutkan bibirnya.
"Emm.. Aku manggilnya kakak atau jiejie?." Tanya didi pada yasha.
"Panggil jiejie aja di biar sama kayak gege." Jawabku
"Aku gak nanya gege huh." Jawabnya dengan nada yang masih sebal denganku, aku hanya terkekeh.
"Kamu turun disini, terserah mau pulang atau lanjut sekolah kalo sekolah kamu pesen ojol aja." Ucapku menghentikan laju mobilku di jalanan.
"Huft... Okehh." Jawab didi mengerti maksudku.
Didi turun dari mobil meninggalkan aku dan laurent. laurent nampak masih sangat takut mungkin karna melihat aksiku tadi dan sampai sekarang aku belum mengganti bajuku dengan baju yang baru.
Laurent pov
"Tolong hambamu ini ya allah."
"Kenapa harus ketemu orang kayak gini coba?."
"Mati dah gue."
"Tenang tenang okeh."
"Rent lo harus tenang."
Batin ku terus berdoa karna jujur aku sangat takut dengan orang yang ada disampingku, aku membuang muka darinya dan memilih melihat jendela.
Zhishu turun dari mobil karna disuruh oleh kakaknya, entah apa yang merasukinya sehingga dia dengan adiknya bicara begitu lembut.
Zhishu turun? Itu berarti aku hanya berdua dengannya di mobil ini?! Tidak!
Tunggulah ajalmu sendiri rent.
Diam, aku tidak menjawabnya aku terlalu takut untuk menjawab bahkan menoleh kearahnya pun rasanya aku tak sanggup, aku takut.
"Jangan diem aja, oh iya nama gue alan." Ucapnya sambil senyum kearahku dan dia mengelus pucuk kepalaku dengan sangat lembut. "Alan jhon winata." Lanjutnya lalu kembali fokus pada jalanan.
Aku hanya menatapnya datar, banyak sekali pertanyaanku dibenak ku ini, rasanya aku ingin pergi dari sini.
Ayahh
Bundaa
Maaf kan aku kalau aku mati.
Batin ku masih saja berbicara tapi mulutku rasanya terkunci, bungkam.
"Kita ke rumah gue dulu, ganti baju sebentar." Kata alan aku hanya diam. Lagi lagi diam dan diam, hanya itu yang bisa aku lakukan.
Hening, perjalanan ini hanya diselimuti keheningan.
"Sampe." Katanya dan langsung turun dari mobil dan membukakan pintu untukku.
Aku keluar dari pintu mobil dan bumm!
Rumah bak istana ada didepan hadapanku mobil mobil terparkir rapi dengan halaman luas dan pohon pohon bersama bunga bunga tersusun indah, menambah nilai rumah ini.
"Ayo masuk, anggep aja rumah sendiri."
Aku duduk di sofa ruang tamu, sedangkan alan dia sedang mengganti pakaiannya. Aku melirik jam yang ada di ruang tengah, baru jam 05:45? Kenapa waktu begitu lama? Ya tuhan ku mohon percepatlah waktu.
__ADS_1
"Ayo kita ke kampus." Aku mengangguk dan mengikuti langkahnya.
"Oh iya mulai sekarang manggilnya aku-kamu bukan gue-lo oke?." Tanya alan pada ku dan aku mengangguk mengerti.
"Sampai." Kami turun dan aku langsung menuju kelasku, aku memang anak baru tapi aku hanya tak ingin bersama dengannya.
"Kamu cari kelas sendiri ya? Aku mau ke kantin sebentar." Aku mengangguk.
"Ah iya kau jurusan apa?." Tanya dia setelah jalan dan balik lagi.
"Psikologi." Jawabku
"Psikolog? Sama denganku kita satu kelas." Ucap nya girang
Aku membelakan mataku, yang benar saja? Masa seorang psikopat memilih jurusan psikolog? Dan lebih parahnya sekelas dengan ku? Gila. Authornya gila emang.
Author :"we santuy donk"
"Yaudah abis dari sini kamu lurus mentok belok kiri, terus disana ada toilet cewek lurus lagi belok kanan disitu ada plang nya, aku kekantin dulu." Kata alan dan meninggalkan ku sendiri disini. Dan dia ke kantin.
Author pov
"Huh! Pacar macam apa dia? Ninggalin pacarnya sendiri di parkiran." dumel laurent, dan? Apa? Dia bilang apa? Dia mengakui kalau alan itu pacar dia?
"Eh? Kenapa aku? Ah bodoamat." Batin laurent.
Alan berjalan menuju kantin dan membeli sekotak susu rasa stroberi lalu bergegas menuju kelasnya.
Dikelasnya baru ada beberapa orang termasuk kekasih barunya. Dia duduk disamping laurent dan memberikan sekotak susu yang tadi dibeli pada laurent, laurent menerimanya dan langsung menyeruputnya sampai habis.
Drttt...drttt... Drttt...
Getaran benda pipih di hadapan alan bergetar hebat menandakan bahwa ada panggilan masuk.
"Halo."
"Halo ge, aku punya kompetisi yang menarik."
"Apa?."
"Pulsek langsung ke markas aja nanti aku jelasin."
"Gege anter pulang jiejie dulu."
"Yaudah abis anter jiejie"
"Oke"
Alan meletakan benda pipih tersebut dihadapannya dan mendapati laurent sedang menatapnya tajam.
"Apa?." tanya alan
"Maksud lo apa ngater gue pulang?." tanya laurent dengan ketus.
"Udah aku bilang ngomong nya aku-kamu bukan lo-gue paham?."
Tanya alan penuh penekanan.
"Huft" laurent menarik nafas dan membuangnya kasar.
Note :
__ADS_1
Hai Haii.. maaf aku masih terlalu amatir awokawokaeokawok jadi kalau ada yang typo atau apa mohon maaf ya.. Terima kasih🙏😘💕