![ABANG PSIKOPAT [END]](https://asset.asean.biz.id/abang-psikopat--end-.webp)
Mereka mempersiapkan untuk rencana pertama nya, Air terjun.
Di deket villa nya Leon emang ada air terjun dan mereka memilih tempat itu untuk bersantai dulu sebelum party.
"Ayo cepet abangg!!" Teriak zhi sambil menarik narik tangan alan.
"Iya sabar kenapa sih?!" Decak alan.
Alan,Zhi dan Leon bergegas menuju air terjun.
Sampai di air terjun, mereka langsung bermain disana untuk menghilangkan beban sejenak.
Tak terasa hari sudah sore mereka memutuskan untuk kembali ke villa dan BERMAIN.
Sesampainya di villa.
"Alannnn!!! Lo mau ngapain lagi sih?!" Tanya Leon.
"Main biasaa." Jawab alan enteng.
"Jangan disini! Diruangan bawah tanah aja! Udah gue siapin buat lo." Ucap Leon.
"Oke makasih broo." Ucap alan dan bergegas ke luar rumah mencari MAINAN BARU.
Alan berjalan kaki karena dia tidak membawa motornya. Saat berada di pinggir sungai Alan melihat MAINAN BARU nya sedang duduk menangis di batu sungai.
Alan berjalan mendekati MAINAN BARU nya. Langkah kakinya semakin dekat dengan MAINAN nya.
"Permisi?" Ucap alan.
Seseorang wanita mengangkat kepala nya dan melihat Alan dengan wajah sendu.
"Mbak kenapa?" Tanya alan.
"Gak apa apa." Jawab wanita itu.
"Cerita aja mbak gak apa apa, kali aja saya bisa bantu menghilangkan beban mbak." Rayu Alan.
"Gue bakan bantu ilangin beban lu." Gumam Alan yang kalian mengerti sendiri maksudnya.
"Saya lagi dijodohkan sama bapak saya, saya gak mau." Ucapnya sambil tersedu.
"Ohh gampang itu mah, ayo saya kasih tau caranya tapi ke rumah saya aja dulu kalo disini takut disangka yang enggak enggak." bujuk Alan.
"Iya."
Alan dan MAINAN BARU nya itu berjalan menuju villa Leon.
"Nah ini rumah saya! Bukan rumah juga si, villa." Ucap Alan saat mereka sampai di villa.
"Ohh."
"Ayo masuk cerita didalem lagi aja." Ajak Alan.
__ADS_1
"Enggak deh kamu laki laki dan saya perempuan ga enak." Tolak halus wanita itu.
"Saya sama adik perempuan saya kok, nanti saya suruh dia nemenin kamu." Kata Alan.
Wanita itu terdiam sejenak memikirkan ucapan Alan.
"Oke." Jawab nya setuju.
Mereka masuk kedalam villa dan Alan memanggil zhi untuk menemani wanita itu ups! MAINAN BARU nya deng.
"Dek!" Teriak Alan dan zhi langsung muncul dihadapkan nya.
"Apa?" Tanya zhi.
"Temenin teman abang dulu abang mau bikin minum." Ucap Alan.
Zhi melihat kebelakang abangnya dan melihat wanita dengan muka sembab duduk di sofa lalu melihat wajah abangnya.
"Hufft.. Oke." Jawab zhi.
Alan melangkah kan kakinya ke dapur dan menyiapkan semua nya.
Apa yang disiapkan?!
Sirup kental berwarna merah dengan sebuah gelas dan ditambah susu juga es batu, segerrr.
"Ini minum dulu." Ucap Alan.
Lalu wanita itu meminum nya dan...
"Gak lah pingsan doang paling."
"Ayo bantu abang angkat."
"Gak mau aku mau ke kamar bye."
Alan hanya menggeleng kepala ketika zhi meninggalkan dirinya.
Kini Alan meningkat wanita itu sebuah tiang kayu yang banyak pakunya.
Di ruang bawah tanah.
"Leon emang pengertian dah."
Ucap Alan sambil mengasah pisau kecil nan imutnya itu.
Perlahan Alan mulai menyayat wajah cantik wanita itu.
Detik demi detik bergerak, tetes tiap tetes CAIRAN MERAH mengalir dari wajah cantik yang semakin cantik.
"Awwww"
Jerit wanita itu.
__ADS_1
OH MY GOD! WANITA ITU SADAR DIWAKTU YANG TIDAK TEPAT!
"Hai."
"Puas tidur nya?" Tanya Alan.
"Brengsek." Ucap wanita itu.
Alan mulai mengambil gunting dan menggunting rambut nya hingga tak tersisa sehelai pun.
Lalu Alan mengambil pisau berbentuk obeng.
"Alis kamu jelek banget! Sini biar aku gambar yang bagus!"
Alan mulai MENYULAM alis wanita itu dengan pisau nya dan darah mengalir dari alis yang sudah sobek itu.
"Keparat!"
"PLAKKKK"
Satu tamparan halus mendarat dengan selamat di pipi yang sudah terbelah menjadi empat itu.
Alan mulai menguliti kaki wanita itu dengan pisau kesayangan nya.
"Arghhh!!!".
"Le.. Pas."
"********!"
"Keparat."
"Biadab!" Ucap wanita itu dan menendang Alan.
Author: Alan kuat broo klo ditendang berasa di gelitikin itumah :(
"Sialan!" Alan yang geram pun langsung memutuskan urat nadinya.
Penonton: yahhh langsung mati!! Parah banget siiiii!
Author: heii klen berdosa
Alan : gw lanjutinnya kapan nih?
Author: oia maap bang, yaudh waktu dan tempat saya persilahkan...
Jari jemari yang lentik itu terpisah dari asalnya.
Mata hitam yang cantik itu berubah menjadi merah.
Bibir merah itu bertambah merahh menjadi sangat menggoda.
Telinga indah itu terpisah dari kepalanya.
__ADS_1
Oh iya lupa kepala nya juga terpisah! Hahahaha
Note : segini dulu yakk