![ABANG PSIKOPAT [END]](https://asset.asean.biz.id/abang-psikopat--end-.webp)
Cilukkkk???? Baaaaaa!!!! Ada yang kangen sama gue? Psikopat tampan haha, atau adek gue? Gue kambek coyy.
***
Waktu pukul 23:40
Alan dan zhi pulang setelah membunuh 3 orang sekaligus pada malam itu karena lelah mereka tidak sempat mengganti pakaiannya, dengan sang rembulan yang menemani mereka, mereka membereskan mayat mayat orang tak berguna itu.
Saat dimobil arah pulang Alan dan zhi melihat ada nya razia di depan jalan.
Tanpa panik Alan dan zhi memecahkan kaca jendela mobil mereka dan menggoreskan di badan mereka.
Untung saja mereka memecahkan kacanya jauh dari tempat razia sehingga polisi tidak mendengar suara bisingnya.
Alan melajukan mobilnya ke tempat razia, saat seorang polisi melihat keadaan zhi dan Alan polisi itu langsung menghampiri mereka berdua.
"Dek kalian kenapa?" Tanya polisi dengan cemas.
"Tadi saya dan adik saya mau dibegal pak, untung saja kami berhasil meloloskan diri." Jawab Alan.
"Saya antar kalian kerumah sakit." Ucap polisi itu dan memanggil salah satu temannya dan memindahkan Alan juga zhi ke mobil mereka lalu membawanya ke rumah sakit terdekat.
***
"Akhirnya sampe rumah juga, coba aja kalo gak ada razia sama polisi sialan itu kan kita udah bisa rebahan dari tadi terus juga gak usah muka dilukis lukis begini." -zhi
Author: lah ***** kaum rebahan awokawokaeokawok
Zhi : bacot lo Thor.
Author: ya maap:)
"Udah lah dek gak usah dipusingin, ayo bersihin dulu badan kamu nanti turun abang masakin makan malem." Ucap Alan lembut.
"Okayyyyy." Jawab zhi bersemangat.
Selesai membersihkan diri masing-masing Alan memasak didapur sedangkan zhi menunggu diruang tengah sembari memakan cemilan dan menonton TV.
"Nih udah jadi, nasi goreng spesial buat adeknya abang." Kata Alan sambil berjalan menuju ruang tengah tak lupa membawa 2 porsi nasi goreng dan 2 gelas susu putih.
"Ko nasi goreng? Emangnya sarapan?"
"Iya kan sekarang jam 1 pagi hehe.. " Ucap Alan sambil menyengir.
"Bahan nya abis ya? " Tanya zhi.
"Iya.. Hehe besok abang beli deh." Jawab Alan.
"Aku ikut."
"Gak usah nanti malah kamu bunuh lagi kasirnya."
"Yee enggak lah, aku mau jajan juga."
"Yaudah terserah."
"Okayyy."
"Nih makan, susunya abisin terus tidur udah malem."
"Yailah udah kayak anak kecil aja."
"Emang kamu anak kecil, umur aja belum sampe 17 tahun."
"Iyaiyaiyaiya."
__ADS_1
Zhi memakan masakan Alan dan Alan memakan masakannya sendiri, bagaimana rasanya? Sangat enak sepeti membunuh orang.
Selesai makan dan minum susu Zhi mengikuti perintah alan, tidur. Zhi naik ke lantai atas dan mencuci kedua tangan kaki, telinga, mata lobang hidung dan yang lainnya.
Lalu tidur diatas kasur, tapi saat Zhi bangun ternyata kasurnya ada dibawah Zhi.
Hari sudah pagi, mentari bersinar menerangi bumi memberikan kehangatan yang menjadi sebuah kebahagiaan.
Zhi bangun karena sinar mentari kini menusuk matanya, silau.
"Bangun ayo, katanya mau ikut ke supermarket." Ucap Alan sambil membuka korden jendela Zhi.
"Pagi pagi?" Tanya Zhi dengan nada orang bangun tidur.
"Iyalah." Jawab Alan.
"Yaudah aku mandi dulu." Ucap Zhi dan beranjak kekamar mandi.
"Mandi mandi aja gak usah semedi atau bertapa dulu nanti keburu tua abang." Ledek Alan sambil menutup pintu kamar tidur Zhi dan keluar.
Selsai beberes rapih rapih Zhi turun kebawah menemui abangnya yang sedang menunggu nya diruang tengah.
Zhi menururin satu persatu anak tangga, dengan celana jeans dan baju berlengan pendek namun kebesaran berwarna biru dengan rambut digerai, membuat nya nampak cantik namun mematikan.
Author: kenapa gak merosot ae?
Zhi : author bangkee.
Alan : sans okee
"Lama bener putri keraton." Ucap Alan.
"Waiya dong kan biar wangi." Jawab Zhi.
"Iya kan biasanya bau amis." Ledek Alan.
"Lah mao?" Tanya Alan.
"Lah skuyy." Jawab Zhi sambil menarik baju lengan pendek nya.
"Udah ah orang niatnya mau jajan kan? Nanti yang ada bunuh orang lagi." Bilang Alan.
"Lah kenapa? Kan seru, apalagi pas pala nya itu ancur gitu yakan." Ucap Zhi sambil membayangkan nya.
"Abang males tau nyuci baju nya." -Alan.
"Buang beli baru." - Zhi.
"Anak ****." -Alan.
"Ha? Apan? Gadenger." -Zhi.
"Udah ayo berangkat." -Alan.
"Ayooo." -Zhi.
Zhi dan Alan menaiki mobil mereka, ya kali mobil tetangga:(
"Bang kenapa kemarin nyuruh aku ngebunuh kak Laurent?" Tanya Zhi dipertengahan jalan.
"Awalnya abang ngerasa gimana gitu tapi pas waktu dimall abang keinget kalo dia lumayan mirip sama nenek sihir itu." Jelas Alan.
"Nenek sihir yang mana?" Tanya Zhi.
"Istri dari John winata." Jawab Alan masam.
__ADS_1
"Oh." Jawab Zhi lemas.
"Makanya pas itu abang langsung benci banget sama dia, eh pas banget keadaan mendukung yaudah gas keun." Jelas Alan lagi.
"Ohh, bang udah sampe noh depan." Ucap Zhi.
"Iya, bentar parkir dulu." -Alan.
Selesai memarkir mobilnya Alan dan Zhi turun lalu memasuki supermarket. Zhi mengambil keranjang untuk menaruh barang yang akan mereka beli.
"Dek mau rasa ayam atau sapi?" Tanya Alan.
"Ayammm." Jawab Zhi.
"Okee."
15 menit berjalan kini Zhi dan Alan sedang mengantri untuk membayar belanjaan mereka.
"Totalnya 350 ribu mbak." Ucap seorang kasir pada seorang wanita cantik didepan Alan.
"Iya mbak, sebentar." Ucapnya sambil mencari dimana dompet nya.
"Mbak bisa cepat sedikit? Ini udah ngantri." Ucap ibuk ibuk dibelakang Alan.
Alan yang kesal dengan kebisingan kecil ini menghampiri kasir dan menaruh belanjaan nya.
"Itung punya saya, nanti saya bayar sekalian sama dia." Ucap Alan, Zhi tercengang nganga.
"Baik mas." Jawab mbak kasir.
"Total belanjaan masnya 400 ribu ditambah mbaknya yang tadi 350 ribu jadi 750 ribu." Ucap mbaknya.
"Dek kamu mau apa lagi?" Tanya Alan pada Zhi yang ada dibelakang nya.
"Coklat itu aja kak." Tunjuk Zhi. Lalu Alan mengambil 3 kotak coklat chungkybar. (Author gatau tulisanya bener apa kagak:()
"Nih mbak jadi berapa?"
"Jadi 800 ribu mas."
"Nih mbak uangnya."
"Gak usah saya bisa sendiri."
Ucap wanita itu.
"Ini belanjaan nya mas mbak, terimakasih selamat datang kembali."
"Udah gue bayar." Ucap Alan lalu menarik Zhi keluar dari supermarket.
"Woii tunggu." Ucap wanita itu.
"Apaan lagi?" Tanya Alan.
"Ini uang nya gue ganti." Ucapnya sambil memberi uang yang berjumlah 500 ribu.
"Gak usah." Ucap Alan dan langsung menaiki mobil nya tanpa menunggu Zhi, Zhi hanya bisa bengong memegangi kantong belanjaan nya.
"Adek ayo pulang." Ucap Alan gemas dengan adeknya.
"Oh? Iyaiya." Ucap Zhi.
Dengan diam diam Zhi memberikan kartu namanya kepada wanita itu yang diterima lalu Zhi masuk ke mobil dan melemparkan senyuman ke wanita itu.
Note :
__ADS_1
Vote komen and shere, jgn lupa subscribe eh salah dukung terus ya... terimakasih