![ABANG PSIKOPAT [END]](https://asset.asean.biz.id/abang-psikopat--end-.webp)
Mereka semua sedang merayakan kemenangan nya.
Disaat sedang makan bersama David mendapatkan panggilan telepon.
"Bentar ya, bokap gue nelfon." Ucal David meninggalkan meja makan.
"Iya."
"David!!!"
"Aduhh iya pahh pelan pelan dong ngomong nya." Ucap David sambil menjauhkan handphone nya dari telinganya.
"Sudah berapa lama kamu bolos kuliah hah?!"
"Ehh.. Emm anu pahh." Jawab David gugup.
"Anjirr gue lupa, gue kan masih kuliahh." Ucap David sambil menepuk jidatnya.
"Anu apa? Pulang sekarang!!"
"Iyaa---"
"Duhhh kok gue bisa lupa kuliah sih?" Ucap David sambil geleng geleng kepalaku dan kembali ke meja makan.
"Kenapa Dav?" Tanya Genus.
"Gue pulang duluan ya, gue lupa belum izin kuliah." Ucal David dan membereskan beberapa barangnya.
"Ohh ya udah, thanks ya Dav udah bantuin gue sama adek gue." Ucap Alan.
"Iya sama sama." Ucap David dan bergegas pulang.
Author: yahhh yayang David pulangg 😭😭😭
David: dadahh yayang kuuu 😭
Author: ih jijik.
David: sialan lu.
Setelah pestanya selesai Genus dan Galang pamit pulang. Sedangkan Leon menginap lagi di rumah Alan.
***
Seperti biasanya Alan yang sudah mulai masuk kuliah dan Zhi yang mulai masuk sekolah, mencari mangsa untuk mainannya.
"Jangan lupa pulang sekolah abang jemput ya." Ucap Alan sambil melepaskan helm Zhi.
"Iyaa siap boss!!" Ucap Zhi sambil memberi hormat.
"Ya udah sana masuk nanti telat."
"Oke."
Zhi masuk ke dalam sekolah nya sedangkan Alan membawa motornya menuju danau, Alan memiliki kelas siang hari ini. Sedangkan sekarang baru pukul 06:30.
Alan duduk dibawah pohon yang rindang sambil menikmati pemandangan yang lumayan tenang, karena disaat pagi ini masih ada beberapa orang yang berlalu lalang.
Alan memejamkan mata nya sejenak, membiarkan halusinasinya bermain.
Gelap dan tenang yang di rasakan oleh Alan.
"Brukkkk."
Alan membuka matanya dan melihat Genus disamping nya yang sedang bersender pada pundak kanannya dengan mata terpejam.
__ADS_1
Alan membiarkan Genus terus tertidur di pundaknya. Sampai 1 jam lama nya, akhirnya Genus bangun dari tidur nya.
"Ekhmmmmmmm... "
"Puas tidur nya?" Tanya Alan.
Genus membuka matanya dan menyadari bahwa ia tertidur dipundak Alan.
Genus langsung menggeser tempat duduknya dengan Alan.
"Sorry." Ucap Genus.
"Hm."
"Idihhh sok banget jual mahal." Batin Genus.
"Lo ngapain ada disini?" Tanya Alan.
"Ngadem." Jawab Genus.
Alan mengangkat alisnya sebelah.
"Kenapa? Aneh kalo gue ngadem disini?" Tanya Genus.
"Enggak sih, tapi kenapa lo tidur dipundak gue?" Tanya Alan.
Degggg!
"Gila to the point banget ngomong nya." Batin Genus dengan jantung yang berdebar.
"Yaaa.. Gak sengaja tadinya gue lurus kok duduknya." Jawab Genus ngeles.
"Terus kenapa lo duduk disamping gue? Padahal kan tempat lain masih kosong." Tanya Alan.
Deggg!
"Emmm... Anuu... Ya gue ngeliat lo sendiri jadi gue samperin." Jawab Genus gugup.
"Kenapa lo nyamperin gue?" Tanya Alan.
"Tau ah bacot lo!" Ucap Genus.
"Laper kan guee.." Ucap Genus sambil memegang perutnya.
"Ayo." Ucap Alan dan menarik tangan Genus.
"Haahhh?!! Woiii tunggu tas gueee!" Teriak Genus dan mengambil tasnya.
Alan menaiki motornya dan memberikan helm pada Genus.
"Ini bukain dong." Ucap Genus yang tidak bisa membuka kaitan pada helm nya.
Alan pun membukakan kaitan helm itu dan memakainya pada Genus.
Degggg!
Jantung Genus kembali berdebar kencang.
"Jantung sialan! Gak usah ngegas juga kali kalo berdebar." Batin Genus.
Genus tetap stay cool walaupun posisi mereka sangat dekat.
Genus menaiki motor Alan dan Alan menjalan motornya menuju restaurant.
Alan membawa motornya dengan kecepatan tinggi. Disaat ada seorang wanita tua yang menyebrang Alan langsung rem mendadak yang membuat Genus terpental kedepan.
__ADS_1
"Woii gila lo bisa bawa motor gak sih?" Tanya Genus membenarkan helm dan posisi duduknya.
"Makanya lo pegangan." Jawab Alan ketus.
"Pegangan dimana coba? Dasar psikopat gesrek." Ucap Genus pelan namun Alan dapat mendengar nya.
"Disini." Ucap Alan sambil menaruh kedua tangan Genus melingkar di perutnya.
Degggg!!
Jantung Genus makin berdebar tak karuan.
Alan menjalan kan motornya lagi dan Genus tidak bergeming ketika dia memeluk Alan.
Saat sampai di restaurant Alan dan Genus langsung memasuki restaurant itu dan memesan beberapa makanan.
Genus melahap semua makanan yang ia pesan, sedangkan Alan hanya memesan satu ice cream rasa cokelat.
Genus yang memakan lahap semua makanan nya tidak sadar kalau dia makan sampai belepotan.
Alan mengambil selembar tisu dan mengelap sisa makanan yang ada di dekat bibir Genus.
Deggg!
Deggg!
Genus dan Alan bertatap mata dengan jantung yang terus berdebar.
Genus : Author amjic lama lama gue mati jantung anj.
Author : Maav :V
Genus buru-buru membersihkan nya sendiri.
"Gue bisa sendiri." Ucap Genus dan mengambil selembar tisu lagi.
"Sama sama." Ucap Alan.
"Hmm makasih." Ucap Genus dan Alan hanya tersenyum tipis.
Semua makanan sudah habis kini saat nya Alan kuliah.
Alan mengantar pulang Genus terlebih dahulu.
"Gue anter pulang."
"Gak mau."
"Ini pernyataan bukan pertanyaan." Ucap Alan dan menarik tangan Genus.
Genus hanya bisa pasrah oleh abang psikopat gila ini, Genus mengikuti perintah Alan.
Walaupun dirinya adalah seorang pembunuh bayaran, yang sama saja dengan psikopat. Dia tetap saja merasa tegang.
Genus : beda woii kalo gue dibayar dia kagak.
Alan : lo miskin gue kaya.
Author : Savage
***
Note :
Bagaimana dengan part ini? Hayooo kira kira Genus mati jantungan gak yaa??? Hahahahaaaa
__ADS_1
Jangan lupa vote + komen yaa...
See you next part ❤