![ABANG PSIKOPAT [END]](https://asset.asean.biz.id/abang-psikopat--end-.webp)
"Nihh.. Aaaaaa." Ucap Alan dengan mulut yang terbuka lebar.
Genus membuka mulutnya dan melahap satu sendok bubur itu, Menelannya dengan lembut.
-----------------------------
Alan menyuapi Genus sampai suapan terakhir, suasana hening memenuhi ruangan ini.
Alan menaruh mangkok bubur nya di meja samping tempat tidur. Mengambilkan obat dan air minum untuk Genus.
"Nih minum." Ucap Alan sambil memberikan obat dan air putih.
"Makasih." Ucap Genus dan segera menelan obat itu.
Alan kembali mengambil gelas yang dipegang Genus dengan tujuan menaruh kembali ke meja.
Namun, saat Alan mengambil gelas itu tak sengaja tangan Alan memegang tangan Genus.
(Kenapa jadi kayak sinetron gini dah anjip?)
Mereka berdua saling menatap.
"Deg!"
Debaran jantung mereka tidak dapat berbohong, dengan cepat Genus memalingkan muka dan menarik tanganya.
Alan yang menyadari nya langsung menggelengkan kepalanya pelan dan menaruh gelas itu.
"Lo.. Lo udah enakan?" Tanya Alan dengan sedikit terbata.
"Hm." Genus menjawab dengan deheman tanpa melirik ke arah Alan.
"Coba ceritain gimana lo bisa di siksa begitu?" Tanya Alan.
Genus kini menoleh ke arah alan dan menatapnya lekat.
"Waktu itu gue ke supermarket malem malem, gue lagi cari makanan." Ucap Genus memulai cerita nya.
"Tapi pas gue keluar dari supermarket tiba tiba ada sekelebat bayangan yang ngebekap gue, didalam sapu tangannya ada obat bius yang bikin gue lemah gak bisa ngelawan." Lanjut Genus sambil menunduk.
"Gue dibawa ke markas mereka naik mobil, tapi mata gue ditutup. Tangan sama kaki gue diiket, waktu sampe gue diseret keluar."
"Markas? Dimana?" Tanya Alan.
"Entahh, cuma sewaktu dijalan salah satu dari orang yang ngebius gue bilang markas gitu." Jawab Genus.
"Gue dipaksa buat ngebunuh kalian berdua."
__ADS_1
"Saat itu gue gak tau dari mana Jhon Winata muncul dan langsung nampar gue."
"Dia nanya kenapa gue bohongin dia, gue disiksa habis habisan."
"Sampe pada akhirnya mereka bawa gue ke tempat kalian yang lagi bunuh orang." Ucap Genus dan Alan masih setia mendengarkan.
Hening.
"Maaf." Ucap Genus pelan dengan mata yang berkaca.
"Maaf? Untuk?" Tanya Alan.
"Maafin gue gak bisa bantu kalian, maafin gue gak bisa balesin dendam kalian juga dendam gue." Ucal Genus dengan suara lirih.
"Kak, maaf aku gak bisa menghadiahkan kepala Jhon dan Rai untuk kalian. Maaf ini semua salah aku karena aku emang gak berguna." Ucap Genus dan air mata mengalir dengan deras dari matanya.
Alan yang melihat itu langsung membekap Genus kedalam pelukannya.
"Lo gak salah ko Gen, lo udah berusaha semaksimal elo." Ucap Alan sambil mengelus pelan rambut Genus.
Genus masih menangis didalam dekapan Alan mencoba untuk berusaha tenang.
"Udah jangan nangis, gue sama adek gue bakalan bantuin lo bales dendam juga kok. Musuh kita satu." Ucap Alan sambil memperdalam pelukan nya.
Tanpa mereka sadari Zhi yang menguping di ambang pintu yang sedikit terbuka memotret mereka dengan kamera ponselnya.
"Abangggg." Ucap Zhi yang langsung masuk ke dalam bekapan abang nya.
"Kenapaa?" Tanya Alan bingung kenapa adiknya langsung mendekapnya.
"Tadi kak Genus dipeluk masa aku enggak?" Ucap Zhi sambil mengerucutkan mulutnya.
"Hah?!" Refleks Genus teriak.
Zhi hanya senyum jahil.
"Ohhh cemburu nihh?" Tanya Alan.
"Hmmmmm." Dehem Zhi dan melepaskan pelukan nya.
"Sini udah." Ucap Alan kembali menarik adiknya kedalam dekapan nya.
Genus yang melihat betapa harmonis nya hubungan antara abang dan adik ini pun tersenyum lebar.
"Apa lo senyam senyum?" Tanya Alan merusak suasana.
"Andai aja kakak gue masih hidup, pasti gue juga dapet pelukan hangat dari dia." Jawabnya dengan nada yang menggores hati.
__ADS_1
Author: wawww psikop bisa sedih juga ternyata.
Alan: author mau gue bunuh?
Author: gue ilangin duluan peran lo ekekek
David: mainnya hebat👍
Author: off ada david
David: anjim.
Alan dan Zhi saling bertatap, lalu merangkul Genus untuk memberikan pelukan hangat itu.
"Lo bisa dapetin dari gue kok." Ucap Alan.
Genus terkejut dengan perkataan nya dan menerima pelukan Alan juga Zhi.
"Jadi gimana nih?" Tanya Zhi setelah melepas pelukan mereka.
"Gimana apanya?" Tanya Alan.
"Hubungan kaliann, apakah kak Genus akan menjadi kakak ipar kuhh?" Tanya Zhi dengan nada menggoda.
"Apa sih kamu? Gak usah ngarang ya. Gak akan terjadi." Ucap Genus sambil menyenggol Zhi namun senyum senyum tipis, setipis kulit wajahmu.
"Itu terjadi." Bantah Alan.
"Mulai sekarang lo milik gue!" Ucap Alan dengan serius.
"Hah?!"
"Itu sebuah pernyataan ya bukan pertanyaan heheheh... " Tambah Zhi.
"Tapi kan gue belom bilang apa apa?"
"Apa yang mau lo bilang? Lo suka kan sama gue?" Tanya Alan tanpa malu.
Author: emg gada adab anak ini.
Note :
Terimakasih sudah membaca, saran kalian aku nantikan.
@njw_blqs
@mawp.qiss
__ADS_1
Selamat membaca kelanjutan nya ✨