ABANG PSIKOPAT [END]

ABANG PSIKOPAT [END]
Chapter Thirty One


__ADS_3

"Garpu, sumpit dan jeruk nipis."


***


Peringatan! banyak adegan kekerasan!


Alan kembali dengan semua alat dan bahan yang mereka titipkan.


"Nihh kamu minta sumpit, kamu minta jeruk nipis kan?" Tanya Alan ketika membagikan titipan mereka.


"Hooohhhhh.." Jawab Zhi dan mengambil sumpitnya.


"Ko cuma tiga?" Tanya Genus.


"Lahh kan kamu santapan nya tiga, masa mau lima? Ke aseman nanti." Jawab Alan ngeledek.


"Hisshh." Dengus Genus pelan.


"Udah siap semua kan? Ayo bareng yaa nyantap nya.." Ucap Alan sambil memegang garpunya.


1


2


3


Jlebbbb


Klasssskkkk


"Aaaaaaaaaa.... "


"Uhuuukkkkk... Uhhkkkkk"


Suara merdu bermain ditelinga Alan, Zhi dan Genus.


Kombinasi dari tusukan garpu, sumpit yang sudah diraut tajam, dan cutter kecil itu menghasilkan suara yang teramat merdu.


Mereka manusuk korbanya secara bersamaan dengan mata tertutup.


Alan tepat menusuk dibagian dada kiri seorang laki laki dewasa yang dia pilih, Genus tepat menusuk ke salah satu bola mata wanita dewasa yang Alan pilih, dan Zhi berhasil menusuk kedua bola mata seorang remaja wanita dengan kedua sumpit nya.


Darah yang amat segar mengalir dari korban mereka, lelaki dewasa itu mengeluarkan darah merah kegelapan, sedangkan darah yang keluar dari salah satu mata wanita dewasa itu berwarna merah segar, dan remaja itu mengeluarkan darah yang sangat sangat menyegarkan.


Author: rupa rupa warnanyaa, merah gelap kelabu, merah segar dan terangggg..


Genus: autis


Author: bangcot.

__ADS_1


Alan, Zhi dan Genus membuka matanya dannn...


"Yesss abang menanggg hahahaaa... " Ucap Alan.


"Yaaaa aku sih sengaja pengen main main dulu." Kelak Zhi.


"Nah iya gue juga." Ucap Genus.


"Alahh alesan aja hahahaa..."


Tawa Alan menggema diseluruh penjuru ruangan itu.


Mereka kini berada di rumah kosong yang dijadikan sebagai 'tempat aksi' mereka.


Mereka nampak bahagia.


Terkadang bahagia datang dari kesengsaraan orang lain.


Unknown pov


"Sekarang?"


"Tunggu sampai mereka selesai bersenang senang."


"Baik."


"espera a que terminen."


"Bueno!"


Author pov


Alan dengan lembut memotong kedua telingan korban nya yang sudah tidak bernyawa.


Zhi memainkan pisaunya dengan lihat membentuk karya seni di perut korban nya.


"Aarggghhhh... "


"Biadd--"


Plakkkkk


Satu tamparan disertai sayatan pisau tipis Zhi mendarat dengan sangat cantik di pipi korban, sayatan yang panjang hingga merobek mulut korbanya sampai ke telinga.


"Berisik sihh kamu bebb, maaf ya aku sobek. Sedikit doang ko hehehe..." Ucap Zhi sambil mengelus pelan luka yang dibuat olehnya.


Sedangkan Genus masih sibuk memotong jeruk nipis yang dia titip.


Menjadi empat bagian Genus memotong, lalu merebahkan korban nya yang sudah kaku akibat dirinya.

__ADS_1


Mengenaskan.


Mata yang copot sebelah, telingan yang salah satunya hilang, tangan dengan tato tato cantik berwarna merahh, serta dengan usus yang dikeluarkan sebagiannya.


Masih hidup?


Jawabannya.....


Ya.


Genus terlalu pandai untuk menyiksa manusia.


Genus memberika satu potongan jeruk nipis ke dalam mulut korbanya yang terbuka lebar namun tidak dapat mengeluarkan suara.


Tesss


Tesss


Tesss


Tetesan demi tetesan masuk kedalam mulut korbanya disertai senyuman manisnya yang kejam.


Genus memberikan satu potongan jeruk nipis itu lagi ke perut korbanya.


Rasa sakit, perih, pedih semua jadi satu.


"Langsung aja yu? Abang udah laperr.." Ucap Alan.


"Okeehhh.." Jawab Genus dan Zhi kompak.


Mereka langsung menebas kepala korbanya secara bersamaan.


Dannn....


Bummmm


Tiga kepala mendarat dengan selamat, dibawah kaki mereka.


Zhi yang masih mempunya satu mangsa lagi dan Genus yang masih dua lagi, tanpa basa basi menebas kepala mereka.


Lalu Genus mengambil beberapa gigi dari korban korban nya untuk dijadikan 'koleksi'.


Note :


Terimakasih sudah membaca, saran kalian aku nantikan.


@njw_blqs


@mawp.qiss

__ADS_1


Selamat membaca kelanjutan nya ✨


__ADS_2