ABANG PSIKOPAT [END]

ABANG PSIKOPAT [END]
Chapter Twenty Eight


__ADS_3

Alan keluar dari kamarnya dan pergi ke kamar adiknya.


"Ckllltt"


(Anggep aja suara pintu kebuka:v)


Terdapat makhluk kecil yang masih tertidur pulas diatas kasurnya itu.


"Dek." Panggil Alan untuk membangunkan Zhi.


"Dek." Panggilnya lagi sambil mengelus lembut rambut milik adiknya.


Zhi yang merasa tidurnya sedikit terganggu mencoba membuka matanya.


"Apa?" Tanya Zhi saat sudah bangun lalu mengubah posisinya menjadi posisi duduk.


"Beli makan yu? Sarapan." Ajak Alan.


"Sarapan? Gak bisa nyuruh Gilang atau pelayan lainnya?" Tanya Zhi.


"Abang mau beli sendiri, kamu mau ikut gak?" Tanya Alan.


"Ya udah tunggu, cuci baju dulu." Ucap Zhi.


"Cuci baju?" Tanya Alan.


"Eh? Cuci muka maksdnya hehe."


Author: kelamaan boss cuci baju mahh kumpulin dulu tuhh nyawa


Zhi : bacot.


Zhi mencuci muka nya dan merapihkan bajunya lalu pergi mencari jodohh, ehh? Mencari sarapan bersama Alan menggunakan motor.


"Ada tukang bubur tuh di depan, kamu mau gak?" Tanya Alan.


"Terserah abang aja." Jawab Zhi sambil memeluk Alan.


Dengan mata yang masih mengantuk Zhi dan Alan memesan 2 porsi bubur ayam.


"Pak 2 porsi ya."


"Oh iya siap mas."

__ADS_1


Zhi menaruh tangan dan wajahnya diatas meja, dengan sigap Alan memindahkan kepala adiknya di dalam pelukan nya.


"Hm?" Tanya Zhi yang masih dipeluk oleh Alan.


"Tidur mulu."


"Ngantukkk."


"Makan dulu nanti tidur lagi."


"Hmm iyaa."


"Nahh ini bubur nya mass, mbakk." Ucap tukang bubur itu sambil menaruh dua mangkok bubur didepan Zhi dan Alan.


Zhi dan Alan memakan bubur itu sampai habis.


"Ayo, udah belum?" Tanya Alan.


"Udahh.. Oh iya bungkus satu lagi." Ucap Zhi.


"Hm? Kamu masih laper?" Tanya Alan.


"Enggak, buat ka Genus." Jawab Zhi.


"Okee."


Zhi memesan satu porsi bubur ayam itu dibungkus untuk Genus.


Alan dan Zhi kembali ke rumah mereka, memabawa seporsi bubur yang tadi di beli.


"Kakkk" Panggil Zhi saat membuka pintu kamar Genus.


Terlihat seorang wanita cantik yang tertidur pulas dengan muka yang polos.


Zhi mendekati nya dan berusaha membangun nya, sedangkan Alan mengikutinya dari belakang.


Zhi membangunkan Genus dengan lembut sedangkan Alan diperintahkan oleh Zhi untuk mempersiapkan buburnya.


Alan pergi ke dapur mengambil sendok serta air minum.


"Kak, makan dulu." Ucap Zhi.


"Hmm?"

__ADS_1


"Bangun makan dulu."


"Ohh iya iya." Ucap Genus dan mengubah posisinya menjadi duduk.


Alan kembali ke kamar Genus dengan membawa bubur dan air putih.


Zhi mengambil bubur yang dipegang Alan dan mulai menyuapi Genus.


"Kringg... Kringgg..."


Telepon genggam Zhi berbunyi dengan nyaring.


"Aku angkat telfon dulu yaa, nih gantiin aku sebentar." Ucap Zhi dan memberikan bubur nya pada Alan lalu keluar kamar, menerima panggilan telfon.


Alan mengambil alih tugas Zhi, yaitu menyuapi Genus.


"Deg.. Deg.."


Entah kenapa jantung Alan berdebar kencang, padahal dia tidak memiliki riwayat jantung.


Alan memandang bubur yang dia pegang dan beralih memandang Genus yang melihat kearah jendela.


"Heh"


Panggil Alan dan Genus menengok.


"Degg!"


Mata Alan dan Genus kini saling menatap.


"Emmm." Alan menggelengkan kepalanya dan mulai menyuapi Genus.


"Nihh.. Aaaaaa." Ucap Alan dengan mulut yang terbuka lebar.


Genus membuka mulutnya dan melahap satu sendok bubur itu, Menelannya dengan lembut.


Note :


Terimakasih sudah membaca, saran kalian aku nantikan.


@njw_blqs


@mawp.qiss

__ADS_1


Selamat membaca kelanjutan nya ✨


__ADS_2