Ada Apa Dengan Dosen Itu?

Ada Apa Dengan Dosen Itu?
Desas desus yang ambigu


__ADS_3

Drrrt.. drrrt.. drrrt....


Bu Jessica : "Halo Hani ini aku, Bu Jessica"


Hani : "Oh! Ibu ada perlu apa?"


Bu Jessica : "Bisa luangkan waktunya sebentar? kamu bisa bantu Ibu memeriksa hasil tes semester 5?"


Hani : "Maaf Bu kalau malam ini saya tidak bisa, tapi besok saya akan membantu Ibu"


Percakapan yang penuh keingintahuan Bu Jessica kepada seorang wanita yang tidak tau dirinya akan menghadapi bahaya dibaliknya.


Bu Jessica nampak tak sabar menantikan waktu esok tiba. Ia sudah menyusun berbagai rencana dan pertanyaan yang akan dilontarkan kepada Hani.


Keesokannya


Jessica tiba lebih dahulu, ia duduk di sudut ruang cafe yang cahayanya terlihat hangat. Di atas meja telah tersaji es kopi dan cake yang akan di berikan kepada Hani yang belum datang.



Setelah menunggu beberapa saat akhirnya Hani datang ia melangkah sambil tersenyum mendekati Bu Jessica.


Sementara membahas hasil tes semester lima Bu Jessica menyelipkan pertanyaan pribadi ke Hani.


"Kamu naik apa kemari? nampaknya kamu tinggal jauh"


"Saya biasanya naik angkot Bu"


"Kamu tinggal sama siapa?"


"Oh... itu... itu..."


Suara hani mulai ter batah-batah tak tau alasan apa lagi yang akan diberikan kepada orang-orang yang menanyai kehidupan pribadinya.


"Aku mengerti kamu tinggal dengan seorang dosen kan??"


Hati Hani semakin tak karuan jika ia berbohong pasti akan terlihat aneh karena nampaknya Bu Jessica sudah tau jika dirinya tinggal bersama seorang dosen yang adalah suaminya sendiri.


"Maksud ibu? Ibu tau dari mana?"


"Oh itu aku pernah melihat Pak Dito membicarakannya"


Hani mulai tak nyaman dengan situasi tersebut, sejak kapan suaminya menceritakan sebuah rahasia yang hanya mereka berdua yang tau kebenarannya.


"Oh itu memang benar"


"Aku tau hidup bersama saudara laki-laki yang adalah Dosen di kampus tempatmu belajar, membuat suasana akan canggung jadi aku tau mengapa kamu merahasiakannya"


Hani mulai merasa lengah, ia tak perlu lagi membuat alasan nampaknya Bu Jessica salah paham, namun ini dapat menguntungkan posisi Hani.


"Ah~ iya Bu"


jawab Hani.


Bu Jessica ingin membahas masalah pribadi Pak Dito lebih jauh lagi. I mulai berani menanyakan pertanyaan yang agaknya akan membuat Hani terguncang.

__ADS_1


"Yang aku dengar Pak Dito sudah punya Istri, pasti kamu agak terganggu tinggal dengan kakak yang punya keluarga"


"Tidak kok"


Dengan jawaban itu Jessica nampaknya sudah menemukan jawaban bahwa Pak Dito memang benar-benar punya Istri.


"Bagaimana perawakan istri pak Dito?"


Karena semakin tertekan akibat pertanyaan yang bertubi-tubi, Hani langsung terbangun dari kursinya membuat Jessica tercengang


"Bu aku nampaknya harus pulang sekarang pak Dito mencari ku"


Ia meninggalkan cafe berusaha terlihat gelisah sementara raut wajah Bu Jessica berubah seketika.



"Apa yang akan aku lakukan jika Bu Jessica tau"


Pikiran Hani semakin buntu, ia tak bisa membiarkan ini terjadi.


\*\*\*


Rumah kali ini di isi oleh Pak Dito ia sedang memeriksa beberapa hasil UTS mahasiswa.


Hani yang membuka pintu dan berjalan lemah membuat fokus Dito pecah.


"Han kamu kenapa?"


Dengan sigap Dito mendatangi Hani yang berjalan.


"Apa yang kau bicarakan Han?"


"Mas Jessica tau kita tinggal seatap"


"Haaa? Bagaimana bisa? Aku tidak pernah mengungkit hal-hal seperti itu di kampus"


"Dia bilang, dia dengar kamu pernah bilang"


"Ahhh tidak mungkin, hanya kita yang tau fakta ini"


Suasana semakin membuat Dito curiga dengan Jessica, ia semakin penasaran bagaimana bisa Jessica tau padahal dirinya tak pernah mengumbar privasi kehidupannya dengan Hani.


"Han apakah dia juga tau kalau kita suami istri?"


"Tidak mas... belum"


"Kita harus waspada kali ini"


"Bu Jessica juga tau tempat tinggal kita mas"


Hal tersebut semakin membuat Dito berfikir keras, ia curiga jika Jessica telah mengintai gerak-gerik mereka selama ini.


"Dia mengira kita saudara mas"


"Ini tidak bagus jika tersebar persepsi orang terhadap kita akan kacau, apalagi kita berencana untuk memberitahu orang-orang kelak"

__ADS_1


Keesokannya


Dito terlihat serius memandangi Bu Jessica namun pandangannya terputus ketika Jessica menoleh kearahnya.


Seketika ia bangkit dari kursi dan pergi ke kafetaria.


Di Sana ia memesan es kopi untuk dua orang, tiga orang yang mengantri di belakang Pak Dito bergosip tentang suatu hal, Pak Dito lalu terfokus ketika orang tadi menyebutkan nama Bu Jessica.


"Kamu kenal dia gak?" tanya orang di belakang Pak Dito kepada teman-temannya.


"Sepertinya wajahnya tak asing, tapi liat dimana yahh.."


"Sepertinya dia pernah viral deh, tapi aku lupa dia viral kenapa"


"Lah ini kan dosen Bahasa Inggris yang baru itu"


"Bu jesss.. Jessica kan"


Pak Dito semakin lama semakin terpanah dengan ucapan orang-orang dibelakangnya.


Namun pelayan cafe menegur Pak Dito yang mematung sedari tadi.


"Mas es kopi 2 sudah siap!"


Lalu Ia meraih pesanannya. ia kembali ke kantor menemui Jessica yang masih duduk di ruangannya.


Dito menyapa Jessica dengan memberikan es kopi kepadanya.


"Lagi apa Bu?"


"Oh Pak Dito makasih untuk es kopinya"


"Kamu sibuk? Nanti malam bisa bertemu?"


Wajah Bu Jessica memerah seperti seorang remaja yang merasakan cinta untuk pertama kalinya.


Mendengar ajakan Dito membuatnya bahagia untuk sesaat.


"Hmmm iya Pak"


"Oke nanti setelah mengajar kita akan ke restoran yah"


Dito berbalik, wajahnya berubah menjadi datar sambil meninggalkan meja Jessica.



Ini adalah momen pertama kali Pak Dito memberikan barang ke Bu Jessica, momen ini ia manfaatkan untuk di foto.


"Akhirnya Pak Dito melihatku hari ini"


"Aku tidak sabar untuk berduaan bersamanya"


Gumam Jessica dengan nada yang menggelitik


__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2