Ada Apa Dengan Dosen Itu?

Ada Apa Dengan Dosen Itu?
Hari Tersial


__ADS_3

Selamat pagi pemirsa, kita akan beralih pada prakiraan cuaca hari ini.


Angin barat nampaknya sangat bersahabat hari ini, suhu di perkirakan akan terik hingga 23 celcius hari yang indah untuk mengadakan kegiatan outdoor anda


Piip piip piip


alarm berbunyi, nampak tangan seorang wanita mematikannya.


Ia terbangun dan berusaha membangkitkan badannya dari kasur empuknya.


Dengan keadaan yang setengah sadar ia menuju kamar mandi mencuci wajah dan mempersiapkan diri untuk kuliah hari ini.


Wanita itu mengeringkan rambutnya yang basah, memakai makeup dan diakhiri dengan memakai baju favorit yang akan di pakainya ke kampus.


Ia mengecek jam di Hpnya, ternyata masih sempat sarapan hari ini, ia membuka kulkas mini di kamarnya dan memakan sandwitch yang semalam ia beli di toserba.


Sambil mendengarkan musik ia lahap memakan sandwitch itu.


Sekarang ia siap bertempur hari ini, ia melihat dirinya didepan kaca kamarnya dan mendoktrin dirinya sendiri


"Hari ini akan indah, Lili hwaithing~🌟"



Ia mengunci pintu kosnya dan berangkat kuliah mengendarai mobil miliknya.


Sesampainya di kampus semangatnya masih membara-bara hingga pada saat sampai di pintu kelas sesuatu terjadi


"Loh kok pintu kelas di kunci? emangnya kita gak kuliah"


Ia mengecek grup kelas dan benar saja mata kuliah hari ini di mundurkan menjadi siang hari.


Lili menghubungi Hani


"Halo Han! kamu dimana sekarang"


"Oh aku di rumah, kenapa?"


"Aku nampaknya terlalu awal datang ke kampus deh, kamu sibuk? ayok keluar jalan!"


"Kayaknya gak bisa aku lagi mengerjakan sesuatu"


"Ohh begitu yah sudah"


Nada telepon di putuskan.


Lili merasa ragu untuk menelpon Andrew, tapi akan terasa rugi jika pulang sekarang ditambah jarak kampus dan kosnya terbilang jauh.


Dan untuk sampai ke kampus saja Lili harus terkena macet tadi.


Karena tak punya opsi lain akhirnya ia menelpon Andrew.


"Woi! kamu dimana?"


"Jangan nge-Gas dong, aku mau nonton Maleficent season 2 nih, mau gak nonton bareng"


"Wihhhh iya yah udah tayang perdana hari ini, keep satu tiket nanti aku bayar, awas yah lu ninggalin"


"Oke oke, tapi gak papa kan? Aku bareng teman-teman alumni SMA nih"


"Ahhh terserah yang penting keep dulu tiketnya"


"Siiip"


Karena Andrew membahas film itu nampaknya Lili tak lagi memikirkan persoalan malu dan sebagainya.


Ia bahkan dengan gercapnya mengendarai mobilnya itu menuju bioskop yang telah di beritahu oleh Andrew.


Sesampainya di sana ia mengirimi pesan text kepada Andrew.


Lili : "Posisi?"


Andrew : "Lagi di KFC, makan dulu sebelum nonton"


Lili. : "Oke"


Akhirnya mereka bertemu namun sikap Lili kini berubah drastis dihadapan Andrew. Dikarenakan teman-teman Andrew adalah para pria.


Sebisa mungkin Lili menjaga Imej nya, akibat tingkahnya Andrew hanya merasa geli dan meledekinya.


"Kamu Lili yah? Aku teman SMA nya Andrew, kenalin namaku Lucas"


"Aku Ben, senang berkenalan denganmu"


Kedua teman Andrew saling berebut menjabat tangan Lili. Lili hanya tersipu malu dan tersenyum.


"Heiii kalian, niatnya makan apa ngobrol? Makan... makan... makan... woiii" Andrew memotong suasana.


"Lil kamu pasti gak suka soda yah ini aku ambilin air putih"


"Ehh dia gak suka yang dingin tau ini aja, ambil Lil"


Nampaknya kedua teman Andrew memperlihatkan ketertarikan yang berlebihan dihadapannya.


Tapi Lili sungguh membuat Andrew kesal karena perilakunya yang sangat feminim, padahal aslinya suka memaki dan menjambakinya.


Akhirnya 10 menit lagi pemutaran film mereka berempat memasuki ruang bioskop, Lucas nampaknya membeli popcorn ukuran jumbo tak mau kalah Ben juga membeli Pepsi ukuran jumbo mereka berdua nampaknya dari tadi menempeli Lili dan membelikannya segala sesuatu.


Andrew hanya melihat sinis kelakuan dua temannya.


Akhirnya film Maleficent season 2 diputar, Lili seharusnya duduk di antara Ben dan Lucas tapi Andrew langsung menyerobot dan duduk di kursi tengah, sementara Lili mulai kesal ia akhirnya duduk di barisan paling ujung.


Kedua teman Andrew juga nampak kesal karena kelakuan Andrew dan melemparinya Popcorn.


Setelah 30 menit Andrew keluar dari ruang Bioskop, katanya mau membeli sesuatu.


Ben dan Lucas fokusnya kini pada Hp mereka entah apa yang mereka lakukan, Lili hanya melihat dari jauh.

__ADS_1


Lucas mendatangi Lili yang duduk di pojok,


"Lil aku mau ke toilet sebentar gak papah kan di tinggal sebentar?"


"Oh iya"


Lucas akhirnya keluar dan disusul oleh Ben.


"Mereka aneh, masa ke toilet aja barengan" gumam Lili.


Andrew masih saja dalam antrian untuk membeli Air mineral di Bioskop, fokusnya terpecah ketika melihat Ben dan Lucas yang keluar dari ruang bioskop sambil tertawa dan menuju WC.


Karena jiwa usilnya, ia mengikuti kedua temannya dengan maksud mengerjai mereka. Hingga ia sampai di WC pria, Andrew menunggu waktu yang tepat untuk mengagetkan keduanya.


Sementara itu Lili nampaknya menikmati setiap adegan yang ditampilkan dalam film itu, sudah terhitung 10 menit mereka bertiga belum datang.


Lili mengirimi pesan text kepada Andrew, tapi si Andrew sudah datang dan duduk di sampingnya.


"Mana Ben dan Lucas?"


"Oh mereka kayaknya sembelit, entahlah"


Setelah mengatakan itu mereka akhirnya muncul, dan duduk di kursi mereka, hingga film itu berakhir.


Akhirnya mereka meninggalkan bioskop, Lucas meraih tangan Lili dan mengajaknya berfoto yang sontak membuat Lili terkaget dengan sikap Lucas.


Namun ia tetap meladeni Lucas dan berfoto, Ben juga tidak ingin kalah dan pada akhirnya mereka bertiga berfoto bersama dengan sangat berdempetan.


Hal itu sedikit membuat Lili kurang nyaman.


Akhirnya mereka berempat sampai di parkiran, Lili menaiki mobilnya namun ban mobilnya kempes, sontak kedua teman Andrew itu mengecek ban mobil, Lili hanya hanya khawatir karena tidak lama lagi dosen akan segera masuk kelas.


Andrew hanya terdiam memperhatikan, gelagat kedua temannya.


"Kamu kuliah? bagaimana kalau aku antar aja pakai mobil ku"


"Ahh tidak, naik mobilku saja"


mereka berdua mulai berdebat untuk membuat Lili naik ke mobil mereka


"Lil mobilku baru loh AC nya mantap deh"


"Jangan dengarkan, mobil punyaku lebih mahal dari punyanya Lucas"


Lili sangat kebingungan, namun seketika Andrew menarik lengan Lili menariknya menuju motor kesayangannya.


Karena tak terima kedua temannya menegur Andrew


"Dasar pamer, kau selalu saja menghalangi kami Andrew!"


Andrew berhenti dan berlari menuju mobil Lucas, ia menendang spion mobilnya, karena tersulut amarah Lucas dan Ben mulai memukuli Andrew.


Namun tak berhasil, Andrew dengan wajah yang serius memukul balik Lucas dan akhirnya tumbang, kini giliran Ben, Andrew melayangkan tinjunya dan meloncati Ben ia meraih kerah baju Ben.


"Ampun... ampun... aku tak akan melakukannya lagi"


Melihat pertengkaran Lili langsung memarahi Andrew dan berusaha menahan Andrew berbuat lebih jauh lagi.


"Yahh kau sudah gila? Apa yang kau lakukan kepada teman mu? Lepaskan sudah cukup"


"Tanyakan pada mereka berdua Lil? Apa yang akan mereka lakukan kepadamu?" jawab Andrew.


"Apa maksudnya?" Lili tak paham dengan situasi yang terjadi.


"Aku ingin kalian meminta maaf kepada Lili dan mengaku sekarang juga!!" gertak Andrew kepada kedua temannya.


Dengan ragu-ragu akhirnya mereka mengakui


"Maafkan aku, tadi aku sempat melecehkan mu aku akan menghapus postingan fotonya"


"Kami taruhan jika kau naik mobil salah satu diantara kami berdua, maka yang dinaiki akan mendapat uang taruhan"


Mendengar itu Lili mulai syok dan memukuli kedua orang itu.


Andrew menahan Lili.


"Kau taruhan berapa? Huh?"


Sura Lili memekik nyaring seperti ingin meledak saat itu. Karena masih kesal ia menuju mobil Ben dan Lucas ia merusak kaca spion mobil meraka dengan memukulkan tas Miliknya.


"Aku tak akan memaafkan kalian, hal ini akan aku tuntut" kata Andrew.


"Yahh!!! Teman perempuanmu merusak kaca spion mobilku aku akan menuntut balik" sahut Ben


"Kalau begitu ayo kita saling melawan di jalur Hukum"


Andrew menggandeng Lili menaiki motor dan mengantar Lili pulang, Lili memberikan isyarat kepada Andrew di pertengahan jalan sehingga Andrew menghentikan motornya di depan toserba.


Lili yang terlihat kesal membeli Bir kalengan, ia membeli 6 kaleng dan meneguknya di hadapan Andrew.


"Wah Hari ini sungguh indah, kata pembawa berita cuaca hari ini akan cerah tapi lihat awan hitam jelek itu menutupi matahari, sungguh jahat"


Ia kembali menenggak bir nya dan menangis.


Ini adalah kali pertama Lili dipermalukan, Andrew hanya berusaha menghibur Lili yang kesal.


"Hei ingat jam 3 nanti kita masuk kelas"


Namun terlambat kini Lili sudah mabuk, bicaranya bahkan ngelantur. Lili melihat wajah Andrew dengan serius lalu kedua tangannya memegang pipih Andrew.


Andrew tentu saja sangat terkejut akan tingkah Lili.


"Yaaaa! Pria manja! kenapa kau sangat imut"


Lili mencubit pipi Andrew di depan toserba itu.


Sudah terlambat untuknya menghentikan Lili, nampaknya hari ini dia tak akan masuk belajar.

__ADS_1


"Ahhh sial cuacanya sangat buruk, bir ku habis. hei tuan belikan aku bir, beli... beli.."


Perkataannya semakin ngawur dan menyalahkan cuaca padahal hari ini terik.


Karena semakin memburuk, akhirnya Andrew menelpon sekertaris Kim untuk menjemputnya dan membawa pulang Lili. Andrew berusaha mengangkat tubuh wanita itu sambil tergopoh-gopoh, hingga akhirnya Heels sepatu Lili rusak.


Lili menangis semakin menjadi-jadi,


"Hikkss.... hikksss... sepatu kesayanganku, tas kesayanganku semuanya rusak, dasar cuaca sialan"


"Sudah... sudah... jangan seperti ini sadarlah Lili"


Andrew hanya berusaha menenangkan mental Lili saat ini.


 


\*


 


Tak lama kemudian sekertaris Kim datang dengan mobil, mereka berdua menaiki mobil itu, Lili lelah tertidur di bahu Andrew. Andrew memegangi kepala Lili agar tak terjatuh.


Setibanya di kos ia mengantarnya masuk kedalam kamar. Teman tetangga kos lain mengawasi Lili yang mabuk di siang bolong.


Andrew keluar dari kos itu menaiki mobil yang dikendarai sekertaris Kim. Didalam mobil Andrew hanya memikirkan kejadian aneh hari ini yang membuat hatinya sedikit khawatir.


Dipertengahan jalan hujan mengguyur, Andrew melihat keluar jendela dan bergumam


"Cuaca hari ini memang buruk"


-Bersambung-


Kesibukan Hani


"Ahhh... pelan-pelan mas"


"Ini akan meninggalkan bekas tahan yahh"


"Ahhh.. ehhmm.. tahan tunggu mas"


Drrrt... Drrt.... (Dering telpon)


Lili : "Han kamu dimana?"


Hani. : "Aku di rumah lagi sibuk"


Lili. : " Aku datang lebih awal, baiklah kalau begitu"


Dito dan Hani melanjutkan aktifitas mereka berdua membuat gantungan tanaman di halaman belakang rumah. Hani menahan paku sementara suaminya mulai mengayunkan palu untuk menancapkan paku tersebut.


.


.


.


Andrew menguping


Andrew menunggu waktu yang tepat untuk mengerjai kedua temannya di WC pria.


Namun ia mendengar percakapan aneh mereka tentang taruhan.


Sontak Andrew geram, akhirnya ia memutuskan akan mengambil tindakan atas kelakuan mereka.


Inilah awal mula terbongkarnya kedok kedua temannya.


.


.


.


Dosen Masuk Kelas


"Hani!"


"Gak datang pak"


"Andrew!"


"Gak ada kabar pak"


"Lili!"


"Tadi pagi datang tapi gak tau kemana pak"


"Waduh gimana sih, udah di kabarin kan di grup kelasnya?"


"Iya pak"


"Bambang! alfa juga?"


"Is! bapak itu nama saya pak, ada orangnya nih"


.


Author: Fix mereka bertiga alfa hahahaha


Hy sahabat Nuna, terimakasih sudah baca sampai episode ini.


Nuna minta bantuan spam Like dan komentar kalian dong, soalnya Nuna berencana ngajuin kontrak, jadi Nuna berusaha update episode-episode terbaru.


.


Sekali lagi mohon bantuan para reader yahh


bye~ sampai bertemu di episode selanjutnya.

__ADS_1


😘😘😘😘😘😘😘


__ADS_2