Ada Apa Dengan Dosen Itu?

Ada Apa Dengan Dosen Itu?
Wisuda: FINAL EPISODE


__ADS_3


-Wisuda-


Bayang-bayang keramaian nampak bergumul pada tempat itu, ada beberapa diantara mereka memakai kemeja membawa bunga ada juga yang memakai kebaya terlihat rapih. Tua muda memenuhi ruang ini menjadi agak sesak, perasaan was-was dari dua orang wanita terlihat di salah satu kursi pada ruang wisuda.


"Lil, kamu masih ingat waktu pertama kali kita kesini?"


"Ingatanku sedang kabur, aku sudah tak ingat" jawab Lili dengan suasana hati yang kurang baik


"Jangan memikirkan Andrew terus, setidaknya nikmati dulu wisuda kita. Aku ingat dulu tempat ini dijadikan sebagai tempat penyambutan untuk maba, 4 tahun lebih ini sungguh singkat"


Di sudut kecil jendela nampak sepasang mata yang tak asing ia melirik ke kiri dan ke kanan, nampaknya Dito sedang mencari keberadaan istrinya itu. Beberapa saat barulah dia menemukan keberadaannya, tak sadar ia sudah tersenyum melihatnya dari kejauhan.


Orang-orang di luar ruangan memperhatikan Pak Dito dan bergosip.


"Sudah ku bilang kan, tidak mungkin pria setampan itu tidak punya kekasih"


"Jangan mengambil kesimpulan dulu deh"


"Lihat saja dia memegang buket bunga, kira-kira untuk siapa?"


"Dari info yang terpercaya aku tau kalau pak Dito tidak punya keluarga yang kuliah disini"


Seketika mereka berhenti bergosip, terlihat ada tangan seorang pria yang menepuk bahu mereka dan menatap dengan tersenyum. Karena merasa ketahuan bergunjing mereka langsung pergi meninggalkan pria itu. Pria itu menyoroti pak Dito dan kembali tersenyum lalu menyapanya.


"Halo pak Dito, ehh bukan yahh tapi Suami Hani" mengusik dan tertawa


"Ya! Diam belum saatnya untuk di umumkan, ngomong-ngomong kapan kamu tiba? " sedikit was-was



Scene kembali kepada kedua perempuan yang sekarang di sebutkan namanya untuk maju menuju prosesi wisuda. Senyum Hani tak dapat di bendung lagi ia sangat senang akhirnya setelah menderita selama 4 tahun ini dia telah melewati garis finish. Dibelakangnya ada Lili yang mengikutinya, pemindahan tali toga memanglah sangat singkat namun menjalani prosesnya bisa dibilang seperti memindahkan gunung dari kiri ke kanan. Akhirnya mereka berdua keluar dari ruang itu, di luar sudah ada suami Hani dan keluarganya yang menanti momen itu datang.


"Nak akhirnya cita-citamu kecapaian juga ibu dan ayah bangga"

__ADS_1


"Wah Lili juga tampak cantik hari ini, kapan nikah? "


Sontak Lili merasa sedih, beberapa hari lalu ia menerima telpon dari Andrew katanya ia akan datang ke wisudanya, namun untuk terakhir kalinya ia menemuinya sebagai seorang kekasih.


"Ibu!! Jangan bilang begitu, Lili lagi sensitif hari ini" sahut Hani.


Orang-orang di keramaian membuka jalan untuk seorang pria, di tangannya ia membawa buket bunga. Langkahnya semakin mendekati Hani dengan senyum bahagianya ia terlihat memukau, akhirnya ia sampai di hadapan Hani lalu memeluk tubuhnya kemudian ia beri bunga itu. Kerumunan itu terkaget, beberapa diantara mereka mengambil foto lalu membagikan berita heboh itu tentunya. Pak Dito tak lupa menyapa keluarga Hani yang hadir di acara wisuda itu, sekarang tak dapat di sangkal bahwa hubungan mereka sudah diketahui publik.


"Pak! Pak! Hani siapanya bapak? " tanya seorang mahasiswa


Dengan lantang Dito menjawab


"Perkenalkan ini Hani, Istriku" sambil menunjukkan cincin pernikahan mereka berdua dan tersenyum


Sorak riuh menyertai pasangan itu, Lili juga ikut menyoraki sahabatnya, mungkin beberapa orang kecewa tapi banyak yang menyelamati mereka berdua.


Tak lupa sebagai kenang-kenangan keluarga Hani mengabadikan momen bersejarah ini, rasa syukur selalu terucap dari ibu dan ayahnya akan kelulusan anaknya itu.


"Nak Lili tolong ambil foto yah" Lili memotret keluarga Hani dengan Dito


Disaat itu ia berhenti bersuara, dari belakang ada tangan seorang pria yang menutupi pandangannya. Ia adalah Andrew, Lili berbalik dengan mata yang berkaca-kaca seolah tak ingin dilihat ia memukuli Andrew.


"Kau dari mana saja? Huh! " kata Lili


Dengan tatapan yang serius ia berkata "Lil, kau ingat yang aku katakan waktu terakhir kali? aku tak akan menemui mu sebagai seorang kekasih lagi, aku sudah lelah dengan hubungan berjarak ini"


Lili hanya bisa meneteskan air matanya, pikirannya tak karuan karena perubahan sikap Andrew beberapa bulan terkahir ini. Sontak ia berfikir mungkin saatnya ia akan memutus hubungan dengan pria itu.


Lalu Andrew berlutut di hadapan Lili sambil merogoh saku celananya ia mengeluarkan sebuah kotak cincin, tangis Lili berhenti di ikuti wajah yang bingung. Riuh yang sedari tadi berfokus pada pasangan yang tak terduga kini beralih kepada mereka berdua.


"Lil, beberapa minggu ini tidurku tak tenang aku selalu berfikir dengan cara apa aku harus memutuskan hubungan berjarak ini. Kau tau aku sanggup kau pukuli tapi tak sanggup kau tolak rasanya aku akan mati"


Lalu ia membuka kotak cincin itu...


"Apa ini mengapa isinya kosong? " Lili masih terlihat cengeng, sementara itu Andrew bingung sendiri ia memeriksa saku celana dan jasnya namun tak menemukan cincin.

__ADS_1


"Sial! aku sudah berlatih tiga kali sehari untuk ini"


"Ya! Otakku tidak pernah berubah dasar bodoh"


Lalu Andrew meraih dan membelai rambut Lili dengan lembut, kemudian ia mengeluarkan cincin dari belakang telinga Lili. Lili hanya bisa tersenyum sambil sesegukan menangis. Entahlah wajahnya sungguh susah untuk di tebak antara mau nangis atau bahagia.


Andrew lalu berkata "Ayo hidup bersama, sendiri itu tidak asyik. Ayo menikah denganku Lili"


"Kau tak bisa bertahan hidup di dunia ini karena kebodohanmu, tentu saja aku akan membantumu untuk seumur hidup kita. Iya ayo menikah" jawab Lili


Pasangan baru lainnya tercipta hari ini, Lili memeluk Andrew dengan erat mereka berdua sangat senang akhirnya bisa bersama.


 


***


 


Rumah Dito & Hani


Rumah ini akhirnya penuh dengan orang-orang yang sudah lama ingin datang dan melihat istri Dito . Teman-teman kantor Dito akhirnya merasakan masakan Hani.


"Wah aku sungguh tak percaya, tapi setelah makan makanan ini aku sudah percaya. Ini sungguh sama persis dengan yang Dito bawa ke kantor setiap hari" salah satu teman Dito memuji masakan Hani


"Bedanya kalian tak perlu rebutan lagi kan sekarang" timpal Dito


Suasana dipenuhi rasa suka cita, semua orang tampak bahagia ini juga di rasakan oleh pasangan Andrew dan Lili. Di ruang itu mereka sudah seperti pasangan pengantin baru kerjaannya nempel terus.


"Dasar anak muda jaman sekarang, cepat-cepatlah menikah" kata Dito


Namun pasangan itu menghiraukan Dito, mereka pindah tempat untuk menikmati momen berdua saja. Hani yang sedari tadi memerhatikan suaminya datang lalu memeluk tubuh suaminya dari arah belakang. Mereka berpelukan sambil menatap bintang-bintang di langit malam.


"Mas?" Hani memasukkan tangannya ke saku celana suaminya lalu mengecup pipinya dan pergi menjamu tamu


Dito berbalik keheranan, lalu dia mengecek sakunya ada sebuah kotak di sana kemudian ia ambil dan buka dan ia menangis sambil melihat isi kotak itu. Dengan terburu-buru ia kembali masuk dan memeluk istrinya. Tak ada yang dapat melebihi kebahagiaan seorang suami dan istri di dunia ini.

__ADS_1



__ADS_2