Ada Apa Dengan Dosen Itu?

Ada Apa Dengan Dosen Itu?
Cemburu yang Menyamar 2


__ADS_3

Mas Dito mengetahui kejadian malam itu, Hani tak dapat lagi berkata-kata. Ia tak tau memulai darimana, Hani tak ingin membuat suasana bertambah keruh.


Tapi kediamannya membuat Mas Dito tambah meragukan istrinya, ia beranjak dari kursi bahkan makanan yang dihidangkan belum lagi habis.


Hati Hani semakin tak karuan, di dalam kediamannya tak bisa ia ungkapkan alasan yang dapat membuat suaminya untuk tetap diam di meja makan.



Air mata bercucuran setetes demi setetes, bibir Hani bergetar tak mampu tertutup rapat lagi


"Mas...."


Langkah suaminya terhenti ia menoleh, sekarang yang dia lihat adalah sosok wanita yang tak berdaya menangis dihadapannya


Mas Dito mendatangi istrinya lalu memeluk erat istrinya yang bersimbah kesedihan



Disisi lain nampak meja makan mewah yang luas telah dihidangkan berbagai jenis makanan mahal, koki berada tidak jauh dari meja makan tersebut.


Hanya ada dua orang yang mengisi meja makan tersebut, seorang anak tampan "Andrew" dan ibunya "Bu Kim".


"Selamat ulangtahun nak, maaf aku terlambat merayakannya, apakah ada yang ingin kamu inginkan?"


"Terimakasih Ibu, untuk saat ini tidak ada yang betul-betul aku inginkan"


"Kalau begitu kamu boleh menyimpan keinginanmu, tanya aku jika ada yang kamu inginkan! Bagaimana selama berkuliah disini?" Tanya ibunya.


"Tidak ada yang spesial hanya masuk, duduk, diberi tugas dan kerjakan" jawab Andrew sambil memotong kecil Steik yang ada dihadapannya.


"Oh baguslah jika begitu! Tetap fokus dengan kuliahmu nak!"


Suara biola dimainkan, musik klasik memenuhi ruangan itu. Seorang pelayan kini masuk membawa kue ulangtahun menggunakan troli makanan, kue yang sangat besar dengan dekorasi yang indah khusus dibuat untuk si Tuan Muda Andrew.


Kini biola dan piano memainkan musik selamat ulangtahun, Andrew beranjak dari meja makan bersamaan dengan ibunya, ia melangkah menuju kue ulangtahun spesialnya lalu meniup lilin yang ada di atas kue itu.


Bu Kim kini memeluk putranya dengan erat sambil mengucapkan selamat dan maaf karena baru kali ini dia bisa datang ke Indonesia.


Ia juga menyampaikan rasa sayang ayahnya yang tak sempat datang ke Indonesia merayakan kebersamaan sebagai seorang keluarga yang lengkap.


Andrew memeluk erat ibunya.



"Halo Yuri??"


"Kakek!! ada apa?"


Seorang kakek menelpon cucunya yang telah terpisah jauh oleh jarak.


"Kakek! jangan selalu menelpon ku"


Orang yang diteleponnya langsung memutuskan sambungan telpon begitu saja.


Raut wajah seorang kakek terlihat sedih sekarang, suasana ruang baca kakek itu redup dan hanya ada lampu belajar yang hanya menerangi ruang baca tersebut.


Kakek itu meraih sebuah foto yang terbingkai di depan meja.


"Oh cucuku aku sungguh merindukanmu"


Kerinduannya meneteskan air mata penyesalan.

__ADS_1


Sekarang seorang suami telah meredam amarahnya, ia mengorbankan egonya sendiri untuk berbaikan dengan istrinya.


"Aku adalah suami, patut aku cemburu karena aku mencintaimu. Aku tak bisa marah kepadamu karena aku sangat mencintaimu. Aku sadar konsekuensi yang harus diterima ketika aku mengizinkanmu untuk berkuliah"


"Maafkan aku Mas"


Suasana kembali hidup setelahnya mereka hanya berpelukan erat saja selama beberapa saat.



Nampaknya suasana yang memanas sudah redah, tidak ada lagi kecurigaan, semua kejujuran telah di limpahkan semua.


Nampaknya Dito mengerti situasi yang dialami oleh istrinya, jiwa protektifnya muncul ia akan lebih memperhatikan istrinya. Tidak akan diberinya kesempatan kepada laki-laki lain mendekati miliknya, terutama Andrew.



Keesokannya kampus mulai ramai oleh mahasiswa, nampak beberapa mahasiswa di kelas sedang menggosipkan sesuatu.


"Ehh kalian udah dengar desas desus itu?"


tanya seorang mahasiswi


"Iya yahh aku juga tak percaya"


"Aku melihatnya sendiri"


"Benarkah?"


"Ia pasti menggoda dosen itu"


Hani yang sedang duduk dipojokan nampaknya tidak nyaman mendengar gosip-gosip itu.


Ia mengira yang digosipkan oleh para mahasiswa adalah dirinya.


"Good morning students, My name is Jessica and I will teach you Grammar for one semester"


Jesicca mulai menerangkan mata kuliah, namun nampak wajah para mahasiswi tak suka dengan sosok dosen perempuan itu.


Hani akhirnya mengerti bahwa yang sedang di gosip kan oleh mahasiswa adalah si Dosen baru Bu Jessica.


Mereka bilang Bu Jessica terlalu dekat dengan Pak Dito, bukan satu atau dua kali saja Pak Dito di gosip kan oleh para mahasiswa. Hani tak percaya dengan gosip murahan seperti itu.


Ada ketakutan yang lebih ia khawatirkan yakni terbongkarnya identitas dirinya yang sudah bersuami dan suaminya sendiri adalah Pak Dito.


Membayangkannya saja sudah membuatnya pusing, hanya menunggu beberapa semester lagi maka semuanya akan kelar.


Setelah mata kuliah berakhir Bu Jessica keluar dari kelas. Ia memasuki ruangannya lalu dibukanya laci mejanya yang isinya adalah kotak makan siang, rencananya ia ingin memberikan kotak tersebut kepada Pak Dito.


"Permisi pak anda sibuk?"


"Oh ada apa Jessica?"


"Jika tidak keberatan aku ingin anda makan siang bersamaku, aku membawa bekal lebih hari ini"


Pinta Jesicca.


"Oh aku juga punya bekal makan siang, istriku memberi ini kepadaku"


Raut wajah Jesicca memerah nampaknya ia kesal dengan ucapan Pak Dito.


"Kalau begitu ayo kita makan siang bersama saja!"

__ADS_1


Ujar Jesicca.


"Baiklah kalau begitu"


Hati Jesicca mulai berdebar tak disangkanya Pak Dito yang di idam-idamkan nya mau makan berdua bersama dirinya.


Mereka berdua duduk berhadapan sekarang, namun seketika Pak Dito memanggil staff dan dosen lain untuk ikut bergabung dalam ritual makan siang itu.


"Wah Bu Jesicca membawa bekal lebih nihh" sahut salah satu dosen dalam ruang itu.


Dibukanya kotak makan siang yang seharusnya di berikan kepada Pak Dito, isi makanan itu sangat tertata rapih bagai makanan hotel.


Beberapa staff dan dosen mulai menyantap kotak makan itu.


Jesicca nampaknya benar-benar kesal sekarang. Tidak akan ada kesempatannya untuk menggoda Pria yang ada dihadapannya itu.


Jessica hanya menyembunyikan kekesalannya dengan tersenyum manis kepada semua staff.


"Mbak Jessica gak punya pacar?"


ujar salah seorang dosen


"Maaf aku tidak punya"


"Wah cantik-cantik ternyata masih jomblo, aku punya saudara sekarang lagi diluar negeri mau aku kenalin gak?" dosen tadi menawari saudaranya.


"Oh tidak terimakasih, sekarang aku sedang dekat dengan seseorang"


Jessica menolak tawaran dosen itu.


"Cih! dibandingkan dengan Pak Dito, aku lebih menyukai Pak Dito, inginku segera memiliki Pak Dito"


Jessica bergumam sambil memakan makanannya.


\*\*\*


Halo sahabat Nuna nampaknya saya telah memutuskan untuk update tiga kali seminggu karena setelah meng-upload episode tiga hari yang lalu gak ada yang spam komen juga yahh.....


.


congrats..🎉🎉🎉


Jadwal tetap novel ini adalah tiga kali seminggu


Ini adalah update ketiga ku dalam seminggu ini, jadi buat kalian yang ingin membaca lanjutannya tunggu next week yahh bye bye


✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨


Spoiler next episode:


Hani bertemu Jessica


Desas desus yang ambigu


Ada apa dengan wanita itu?


Dito bertemu Andrew


Itulah beberapa judul untuk empat episode yang belum update.


Akan sangat menyenangkan jika para reader menyemangati Nuna dengan komen kata-kata penyemangat di kolom komentar

__ADS_1


Aku juga minta maaf jika masih ada typo-typo hehehee....


Annyeong Reader.


__ADS_2