
Tok Tok..
"Tuan saatnya anda bangun"
Seorang pemuda perlahan menarik selimut sutranya ia makin terlelap dan melanjutkan tidurnya.
"Tuan! Nyonya Kim akan segera datang 30 menit lagi penerbangan dimajukan"
Pemuda itu langsung terbangun memakai sandal rumahnya, seketika itu juga para pelayan memasuki ruangan dan membersihkan ruangan bahkan beberapa dari pelayan membawa jus buah kedalam kamar untuk diminum oleh pemuda tersebut.
.
Terlihat kemewahan kamar pemuda itu dihiasi ornamen klasik berwarna emas, ia membuka satu ruangan yang isinya adalah jas, kemeja dan aksesoris pria bermerek.
Para pelayan khusus memilih pakaian tuan muda itu lalu dipakaikan nya sebuah setelan jas berwarna navy lengkap dengan set sepatu mengkilap.
.
Langkahnya berlanjut menelusuri lorong terlihat seperti istana dihiasi bunga indah di setiap sudut lorong. Ia menuruni tangga dan sarapan pagi telah tersaji rapih di atas meja makan.
"Tuan bagaimana dengan persiapan anda? setelah ini tuan harus ke bandara menemui nyonya"
"Baiklah" jawab si tuan muda.
-----------------------------------------------------------------
Andrew adalah generasi ke-7 pemilik perusahaan Teknologi kedua terbesar di Korea, berdarah korea-Indo. Masa kecil dia habiskan di Korea hingga dia pindah ke Indonesia dan melanjutkan studi SMA-nya.
Pertamakali pindah ke Indo memang sulit, ada banyak sekali orang yang ingin sekedar berswafoto, meneriakkan kata-kata korea seperti Oppa dihadapannya (Tipe fans ketemu bias)
itu membuat Andrew tidak nyaman untunglah dia bersabar selama tiga tahun itu, sampai sekarang masih ada saja yang memanggilnya oppa namun tidak seramai dulu.
Andrew orangnya ramah, terkadang sifatnya ini membuat beberapa wanita menafsirkan ke arah yang salah dan itulah yang membuatnya tidak sukses dalam kehidupan asmaranya.
Dia pernah pacaran waktu SMA tapi karena ada banyak yang menyukainya, lama-kelamaan pacarnya mulai jengkel dan meninggalkannya (Nasib jadi orang tampan).
.
Sejak kejadian itu Andrew lebih mengontrol sikap ramahnya ke orang-orang terutama wanita.
Dia lebih tertutup dengan asal usul keluarganya, berkat itu orang-orang tidak tau asal-usul keluarganya.
Karena kebanyakan dari teman-teman terdahulunya mendekati Andrew hanya karena dia adalah anak konglomerat, bahakan tak segan-segan memanfaatkannya.
.
"Ibu sudah tiba, bagaimana penerbangannya? ayah tidak bersama ibu?"
"Aku sangat lelah, lets talk about it later on"
Sosok ibu yang cantik itu terus berjalan bersandingan dengan anaknya, didepan bandara sudah ada mobil pribadi mewah yang siap mengantar keduanya pulang.
"Ayahmu masih di Seoul, dia tidak bisa menyusul ada banyak hal yang harus dikerjakan"
"Ohh.. sayang sekali, padahal tidak lama lagi hari penting tiba"
"Hari penting katamu?"
"Ibu tidak tau lagi?"
Sekertaris nyonya Kim langsung memberikan kode dengan tatapan matanya kepada nyonya Kim. Isyarat bahwa hari penting yang dimaksud Andrew adalah hari kelahirannya.
"Ohhhh tentu aku ingat, hemm.. apa yah yang cocok dengan anakku ini? Bagaimana dengan Jam tangan limited edition atau tambahan mobil sport untuk mengisi ruang kosong di garasi rumah?"
__ADS_1
Andrew hanya bisa kecewa dengan respon Ibunya, tatapannya hampa menatap luar jendela mobil, lagi-lagi wanita itu ibuku sendiri melupakan hari kelahiran ku.
.
Dalam waktu tiga tahun, inilah pertama kali nyonya Kim mengunjungi anaknya. Andrew sangat menantikan kedatangan ibunya, namun mendengar ibunya tak mengingat ulangtahunnya membuatnya sedih.
\*\*\*
Andrew kali ini sendirian di kampus dia duduk dekat taman dengan tatapannya yang sedih.
"Huuufff... tahun ini akan sama seperti tahun-tahun sebelumnya"
"Apakah aku harus pergi ke club malam dan memabukkan diri saja"
"Pergi ke pantai mungkin seru juga"
Pikiran Andrew mulai kemana-mana merencanakan pesta ulangtahunnya nanti sendirian.
Tiba-tiba ada sosok bayangan wanita yang menghalangi sinar matahari pagi jatuh pada wajah Andrew, lantas ia berpaling dan melihat sosok Lili sudah ada di sampingnya berdiri.
"Woi pagi betul kamu datang, tumben rajin amat?
"Oh kamu"
"Ya! ada apa dengan kata itu? Oh! kamu lagi ada masalah apa?"
"Tidak apa-apa"
Andrew bangkit dari bangku taman dan pergi begitu saja sementara Lili menatapnya dengan kesal plus heran dengan kelakuannya.
"Hei! Han... Andrew kelihatannya aneh"
"Bukan itu lihat deh kayaknya dia sedih, aku perhatikan dia murung seharian ini"
Hani dan Lili malah bergosip mengenai keanehan Andrew, mereka mulai mencari tau apa yang terjadi mereka terus mengamati gelagat Andrew.
"Gawat Lil kayaknya dia berutang ke rentenir"
"Aaahh.. tidak mungkin lihat pakaian dan wajahnya, tidak mungkin dia semiskin itu"
"Iya juga yah hehehe, maaf" Hani lagi-lagi memikirkan kemungkinan apa yang sedang di alami oleh Andrew.
"Hah aku tau mungkin dia mukulin anak orang"
jawab Hani dengan mata melotot.
"Tidak mungkin dia tipe cool diluar tapi penakut didalam, masih ingat dengan kecowa di Kos ku?"
"Oh iya juga yahh, jadi dia kenapa"
"Aku ingin menanyakannya tapi dia udah judes duluan"
mereka berdua berfikir keras dan sudah memikirkan kemungkinan yang ada tapi tetap saja buntu.
Tiba-tiba Andrew mulai beranjak dari tempatnya, seseorang menyambarnya membuat buku-buku yang di bawa Andrew terjatuh, orang itu membantu Andrew dan setelahnya Andrew pergi begitu saja.
Orang yang menabraknya menemukan HP Andrew, dia ingin mengembalikannya tapi sosoknya cepat sekali menghilang.
__ADS_1
Dengan cepat Hani dan Lili mendatangi orang itu dan mengatakan bahwa mereka akan mengembalikan Hp tersebut kepada pemiliknya.
.
Kedua wanita tersebut bukannya mengembalikan dengan segera malah kepo dengan Hp Andrew, Lili mulai membuka Hp Andrew namun sayangnya dia tidak tau password Hp Andrew.
mereka mulai memasukkan password random namun semuanya gagal. Saat itu Hp Andrew bergetar sontak mereka berdua terkaget di layar Hp tersebut ada pengingat hari ulangtahun Andrew, barulah mereka sadar ternyata yang selama ini membuat Andrew galau adalah ini.
.
Mereka mencoba memasukkan hari lahir Andrew sebagai password dan berhasil, di bukanya galeri foto namun hanya ada foto motor kesayangan Andrew
"Apa-apaan ini ku kira akan ada banyak foto wanita, tau-taunya hanya motor" lili mulai mengomel
"Mungkin dia gak mau menyimpan foto wanita, biasanya tipe player kan suka gitu coba lihat nomor siapa saja yang ia simpan!"
Lili mulai membuka daftar kontak, dicarinya kontak mereka dan semuanya nomor baru tidak ada nama dan hanya panggilan masuk.
"Oh dia tipe yang gak suka nyimpan nomor telepon toh" kata Hani.
Lalu Lili mencari kontak Hani dengan mengetikkan nomor Hani lalu yang muncul adalah "Wanita Baik Hani"
"Ih lebay amat sih ngasih nama kontak" sahut Hani dan Lili hanya tertawa.
Lili berlanjut dengan mengetikkan nomornya namun yang muncul "Si wanita keriput baik"
sontak Lili kesal dengan nama yang diberikan oleh Andrew kepadanya, dia kesal dan sedih
"Han emangnya aku tua yah? aku punya keriput?"
Hani hanya bisa menenangkan Lili yang sedang kesal.
---------------------------------------------------------------
Setelah kejadian itu mereka mengembalikan Hp Andrew, nampaknya Lili hanya bisa terdiam kesal saja dan malas untuk berbicara kepada Andrew
"Oh!' kalian menemukannya, syukurlah"
"Iya tadi terjatuh ini ambil" Hani mengembalikan Hp Andrew, lalu Lili langsung menginjak kaki Andrew dan pergi berlalu..
"Aarrgg! sakit sakit.... ada apa dengan dia? sudah gila!"
"Jika aku berada diposisi yang sama mungkin aku akan melakukan hal yang sama kepadamu" sahut Hani sambil menepuk pundak Andrew dan pergi.
\*\*\*
Halo Sahabat Nuna terimakasih sudah mampir sampai ke episode 4 nantikan terus updatetan Nuna
see you?✨✨✨✨
.
+Bonus
.
.
.
__ADS_1