
Langit terlihat mendung dibarengi udara dingin memaksakan Hani memakai baju yang lebih tebal hari ini. Mas Dito terlebih dahulu memasuki mobilnya lalu disusul istrinya.
Tak biasanya suasana didalam mobil begitu canggung, Hani melihat wajah suaminya, wajah suaminya terlihat sangat risau tak seperti biasanya. Hani memberanikan diri menanyai suaminya.
"Mas? Kamu ada masalah?"
"Tidak ada apa-apa"
"Dari tadi kamu kok kelihatan aneh"
"Benar kok aku baik-baik saja, bagaimana kabarnya perkuliahan selama seminggu ini Han?"
Mas Dito langsung mengalihkan pembicaraannya.
Di Kampus sudah ada Andrew berbarengan dengan Lili, mereka berjalan menuju kelas tapi kelas nampaknya sepi hari ini. Mereka bertemu ketua tingkat lalu menanyakan jadwal kuliah hari ini
"Eh kok sepi? Emangnya jadwal udah pindah?"
"Oh itu.. sepertinya Pak Dito tidak bisa masuk hari ini, katanya ada seminar di Auditorium"
.
Andrew menari kegirangan
"Yes Lili kita libur hari ini"
"Yah mau diapa lagi ayo kita pulang saja kalau begitu"
"Kamu gak asik daripada pulang pergi nonton yuk"
ajak Andrew.
"Lili mengiyakan"
Mereka beranjak dari ruang kelas menuju parkiran, dari sudut parkiran terlihat Hani duduk sendirian melamun. Lili melambaikan tangannya memanggil Hani, karena tak dihiraukan Lili mendatangi Hani saat itu. Andrew tak melihat Hani ia sibuk mengeluarkan motornya ditengah-tengah kerumunan motor.
"Weh! jangan murung aja, Pak Dito gak masuk hari ini kita free yey! "
"Iya aku tau kok"
"Lalu kenapa disini sendirian? Aku akan pergi nonton dengan Andrew"
Raut wajah Hani sontak terkaget.
"Andrew katamu? Dia ada dimana?"
"Tuh lagi ngeluarin motor kesayangannya"
"Aku benar-benar kesal dibuatnya semalam" Dengan wajah kesal Hani menyumpah serapah dihadapan Lili.
"Kamu tau sendiri Andrew itu selalu usil, bukan satu dua kali dia begitu"
"Kalau dia sering begitu aku khawatir dengan jantungku yang lemah ini"
"Jadi mau ikutan gak?"
__ADS_1
Hani mengangguk mengisyaratkan iya mereka bertiga akhirnya lengkap sekarang.
Suasana sangat ramai Andrew berbaris ikut dalam antrian sementara Hani dan Lili pergi kesebuah restoran.
"Kak tolong tiketnya tiga!"
"Iya? maaf mas"
"Tiketnya tiga kak!"
Andrew memesan tiga tiket namun seorang wanita di Kasir terkesima dengan wajah ganteng Andrew, bahakan ia terpaku selama beberapa saat.
Wanita di Kasir itu salah tingkah dengan gagapnya dia menjawab dan memberikan tiga buah tiket kepada Andrew.
Setelah Andrew pergi wanita di kasir itu masih saja melirik Andrew.
"Hei! lama betul beli tiketnya"
"Ada banyak orang yang antri, tau! "
"Lil Han udah pesan makanan? kalian bayarin aku kan" Andrew mulai menggoda sahabatnya untuk di traktir.
"Iya sini duduk makan yang banyak, bagaimana tiketnya sini aku mau liat" pinta Hani.
Andrew memberikan tiket yang dipegangnya kepada Hani. Hani melihat tiket itu di sudut atas ada deretan angka yang tak lain adalah nomor telepon.
"Dasar..... pantas saja kamu lama ternyata gombal cewek"
Lili mengambil tiket yang dipegang Hani
"Beruntung yah punya wajah ganteng" sahut Lili
Dengan polosnya ia menjawab, namun Lili semakin kesal dengan perkataan Andrew.
Mereka bertiga menghabiskan makanan yang telah dipesan. Setelah selesai mereka menuju ke ruang Bioskop,film yang mereka nonton berjudul "Mahasiswa Baru" sebuah film komedi yang baru saja ditayangkan hari ini.
Lili asyik berswafoto ia mengajak kedua temannya
lalu menguploadnya ke media sosial.
Film sudah dimulai mereka duduk fokus menikmati film tersebut ada banyak tawa selama berlangsungnya film.
\*\*\*
"Pak Dito mengapa melamun saja dari tadi"
seorang dosen perempuan menegur Pak Dito yang dia perhatikan sedari tadi
"Maaf... oh kamu dosen baru itu selamat datang"
Pak Andrew menunjukkan meja dosen baru itu, karena suasana kantor sedang istirahat orang-orang di dalam LPM tidak begitu ramai.
Dosen perempuan itu memegang box ia terlihat ragu-ragu. Karena sudah memikirkan dengan mantap ia memutuskan bangkit dari kursinya lalu memberikan box kudapan kepada Pak Andrew.
"Permisi pak! Ini untuk dimakan"
"Wah terimakasih"
"Nama bapak siapa?"
"Dito, Pak Dito aku mengajar Vocab and Idiom"
__ADS_1
"Wah hebatnya, perkenalkan nama saya Jesica aku mengajar Grammar 1"
Waktu berlalu cepat, sewaktu mereka keluar, siang telah digantikan oleh pekat malam. Karena sudah larut Hani langsung pulang, ia diantar oleh Lili kali ini sedangkan Andrew pulang bersama motor kesayangannya.
Di rumahnya sangat sepi nampaknya mas Dito belum pulang. Hani mulai berbenah setelahnya ia menyiapkan makan malam, ditengah-tengah waktu memasak Mas Dito muncul ia menatap istrinya yang sedang memasak.
"Oh Mas sudah pulang, duduklah aku memasak tunggu sebentar lagi"
Mas Dito langsung mengisi bangku yang kosong itu, raut wajah mas Dito sungguh tak bersemangat nampak ada masalah yang ia pendam dan belum berani ia utarakan.
Hidangan makan malam telah tersaji, suasana masih terasa canggung.
"Mas!! Ada apa?"
"Aku.... tidak ada apa-apa"
"Mas tolong jujur aku sudah merasa aneh sejak tadi pagi"
Hani terus mendesak suaminya untuk mengatakan yang sebenarnya namun suaminya masih saja menutup rapat mulutnya.
Karena sudah beberapa saat terdiam suaminya mulai berbicara
"Han kamu mencintaiku?"
Hani langsung terkejut dengan pertanyaan suaminya
"Maksud mas apa?"
"Aku tak suka kau dekat dengan Andrew"
Hani terpukul dengan perkataan suaminya, ia merasa bersalah karena selama ini sudah egois, ia sadar selama ini ia jarang di rumah dan menghabiskan banyak waktu di luar bersama orang lain.
"Aku benar-benar tak tahan melihat kau dekat dengan Andrew, aku rasa Andrew menyimpan perasaan padamu"
"Mas jangan terlalu negatif thinking, kami hanya sebatas teman sekelas"
"Tapi aku sudah melihatmu beberapa kali berdua dengannya, terlebih malam itu...."
Hani terdiam, suaminya ternyata mengetahui kejadian malam itu.
.
Halo sahabat Nuna cuma mau mengumumkan
Aku mau nyoba Update Gila-gilaan nih
tapi kalian harus spam Like dan komen dulu...
Kalau gak yahh... aku bakal update 3 kali seminggu aja
✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨
Nuna juga berterimakasih buat kalian yang udah membaca Novel kedua Nuna.
Jangan lupa Like dan komennya yah sahabat Nuna
Hwaithing
__ADS_1