Ada Apa Dengan Dosen Itu?

Ada Apa Dengan Dosen Itu?
Wisuda


__ADS_3

"Han.. jangan lupa mampir ke kos ku yah"


"Iya iya"


"Kita harus datang lebih awal karena job mereka banyak, pasang alarm"


"Iya iya aku ingat"


 


Dari percakapan di atas nampaknya Lili tak bisa menahan dirinya, sudah seharian ini ia selalu saja berbicara hal yang sama. Nampaknya Lili terkena serangan panik akibat wisuda yang sudah ada di depan mata.


 


Akhirnya penantian mereka telah mencapai siklus akhir. Selama beberapa tahun mengenyam pendidikan akhirnya wisuda sudah ada di depan mata, sayangnya geng mereka kurang satu orang. Rasanya tak lengkap jika Andrew tak ada disini, mengingat Andrew masih saja sibuk di Korea nampaknya tak akan ada harapan untuknya datang di hari wisuda kedua sahabatnya itu.


 


 


Suaminya seharian ini tersenyum mengingat penantiannya akan segera berakhir, ia telah menunggu begitu lama untuk hari ini. Mereka akan mengumumkan status mereka setelah wisuda di tambah lagi sosok bayi selalu terbayang di pikirannya, sungguh menggelikan.Hari ini nampaknya ia sangat ingin menyelesaikan pekerjaannya, ia ingin menemani istrinya itu untuk fitting baju wisuda. Pengalaman ini tak akan terlupakan.


 


Saat itu Hani bersama lili di kantin kampus, nampaknya Hani akan mengatakan sesuatu yang penting kepadanya.


 


 


"Lili sini sebentar"


"Hmmm.... apa"


"Ada yang ingin aku katakan padamu"


"Aku juga ingin mengatakan sesuatu padamu"


"Kalau begitu kamu duluan saja" mereka bersamaan berbicara


"Hhhmm.. Hani kau saja"


"Baiklah sebenarnya ini sudah lama... aku.... aku"

__ADS_1


"Aku rasa aku ingin putus dengan Andrew!" Lili menyerobot Hani yang sedang berbicara


"Kenapa?" Hani terkaget


"Akhir-akhir ini ia banyak berubah, lama banget bales pesanku"


"Bukankah itu wajar, mungkin dia sibuk"


"Tapi.. kan, tetap saja"


"Mungkin ada sesuatu yang membuatnya seperti itu"


"Bagaimana jika ia selingkuh"



"Yaaa! Hentikan pikiran negatif mu"


"Ngomong-ngomong kamu tadi mau bilang apa?"


"Aku dan pak Dito sudah menikah"


"Ohh aku sudah tau, kirain apa"


"Andrew memberitahu ku, dia juga sudah tau"


"Maaf tidak memberitahu kalian"


"Awalnya aku marah karena kamu nikah ama idolaku, tapi kamu kan sahabatku dan aku juga sudah bersama Andrew jadi gak apa-apa"


"Maaf yah"


"Hentikan, aku tau pasti sangat sulit menyembunyikan status kalian dan pasti ada alasan dibalik ini"


 


Hani memeluk Lili dengan senang, akhirnya perasaannya lega setelah memberitahu yang sebenarnya setidaknya ada yang tau tentang kebenaran status mereka berdua. Mereka melanjutkan makan siang mereka namun Lili masih terlihat sedih dengan sikap Andrew akhir-akhir ini. Andrew seketika berubah, ia jarang membalas chat Lili dan memang sudah tak dipungkiri lagi kalau hubungan LDR tak akan semulus pantat bayi. Walaupun kalian sangat akrab di awal namun waktu akan mengikisnya menjadi kata bosan. Dan mungkin mereka berada di tahap ini sekarang.


Sementara itu di Korea


 


"Ibu.. Ayah.. aku ingin berbicara sesuatu yang penting"

__ADS_1


"Ada apa nak"


"Aku ingin putus dengan pacarku"


 


Tak sempat melanjutkan pembicaraannya Ibu Andrew menjewer telinga anaknya


 


"Kau sudah gila, Lili gadis yang baik. Tidak ada perempuan yang sebaik dia"


"Kamu serius? Ayah tak tau alasanmu berfikir mengakhiri hubungan yang sudah lama kalian bina"


"Ayah... justru karena sudah lama jadi aku ingin mengakhirinya sekarang aku tak ingin menyakiti Lili dengan hubungan jarak jauh"


______________________________


 


Suami Hani sekarang berada di tempat fitting baju wisuda, nampaknya Dito telah membelikan baju kebaya sebagai hadiah kelulusan istrinya itu. Mereka menghabiskan waktu yang cukup banyak hari ini, seakan keluar dari persembunyian mereka tak akan menyimpan rahasia lagi.


 


"Wah wah akhirnya istriku benar-benar akan lulus"


"Terimakasih sudah mendukung istrimu ini"


"Aku sudah tak sabar lagi" sambil mencium pipi istrinya


"Mas.. ih malu tau"


"Kan sebentar lagi kita akan mengumumkannya"


"Iya... hingga itu tiba sabar dulu"


 


Akhirnya mereka telah menyelesaikan fitting baju wisuda, mereka juga sampai melihat-lihat salon yang akan Lili dan Hani tempati besok. Semua jadwal dan pemesanan tempat sudah terselesaikan. Memasuki rumah lagi-lagi hayalan akan momongan terbersit di pikiran Dito, ia membayangkan anak-anak kecil berlarian dirumahnya dan yang lainnya sedang bermain boneka tak sadar senyumnya terpancar karena khayalan itu.


 


 

__ADS_1


__ADS_2