Ada Apa Dengan Dosen Itu?

Ada Apa Dengan Dosen Itu?
Si Kakek Tua


__ADS_3


Jessica kini berada di ruang sidang, suasana begitu riuh dipadati oleh juri dan peserta sidang.


Ia hanya bisa menunduk di hadapan para juri dan hakim, seolah hari ini adalah akhir dari segalanya.


Ia dibutakan ambisi dan dendam masa lalu.


----------------------------------------------------



"Pemirsa, kita beralih ke berita manca negara. terungkap salah satu dosen wanita asal Univ. C, yang menyekap rekan kantornya sendiri di sebuah apartemen miliknya. Pelaku diduga memiliki kelainan kepribadian ini dibuktikan oleh salah seorang detektif penyidik ketika diberlangsungkannya penyidikan, pelaku yang berinisial JCA telah mencapai sidang vonis pidana......."


Berita di pagi hari itu membuat seorang kakek terbangun dari kursi ruang belajarnya, mendengar itu ia lalu menghubungi pihak kepolisian dan memastikan apa yang terjadi.


Setelahnya ia menelpon asistennya untuk membelikan tiket menuju Indonesia.


Kakek Yuri alias Jessica nampaknya sangat khawatir atas apa yang menimpa cucu kesayangannya itu.


"Oh! cucuku"


Kesedihan terpancar dari sorot matanya yang ditutupi keriput. Betapa hancur hatinya saat ini, ini kali kedua Yuri bermasalah dan ia harus menerima kenyataan jika cucunya sudah tak sama dengan sebelumnya.


Sang kakek ditemani asistennya menuju bandara dan terbang ke Indonesia.


Di Sana ia melanjutkan perjalanannya menuju kantor polisi.


Disebuah ruang yang cahayanya samar ia menunggu kedatangan cucu perempuannya yang sudah lama sekali tak ia lihat selama ini.


Wanita itu mulai membuka pintu, di sana terlihat Jessica dengan kulit yang kusam ditambah bibir keringnya membuat raut wajahnya menyedihkan.


Si kakek malah tambah bersedih melihat keadaan cucunya.


Percakapan dimulai ketika Jessica telah terduduk di batasi oleh kaca yang tebal dan hanya menggunakan gagang telpon sajalah mereka dapat saling mendengar dan berbicara.


"Sudah lama sekali" Jessica memulai percakapan


Dengan mata yang berkaca-kaca Kakek itu mulai mengangkat bibirnya yang bergetar akan kesedihan.


"Apa yang telah terjadi padamu? Kamu mengalami hidup yang sulit selama ini"


"Jangan menyesal, keputusanku sendirilah yang membuat ku seperti ini. Jangan menyesal!"

__ADS_1


"Aku sangat sedih melihatmu dalam keterpurukan"


"Kakek! masih ingat waktu terakhir kita berbicara? Inilah keputusan yang aku ambil"


Mereka berbicara hingga waktu habis, para wanita penjaga penjara membawa Jessica kembali ke sel tahanan.


Si kakek meninggalkan ruangan itu dan beberapa hari kemudian ia mengurusi kewarganegaraannya. Ia berencana menetap di Indonesia dan setiap pekannya mengunjungi cucunya menebus semua waktu yang telah hilang diantara mereka berdua.



------------------------------------------------------


Pada satu waktu Jessica menerima tamu, wajahnya kini tak selemah dahulu, kini ia terlihat lebih ceria.


Disangkanya Kakek datang menjenguknya, namun saat membuka pintu ia terkaget melihat Hani telah lebih dahulu duduk di ruangan yang dibatasi oleh kaca itu.


"Halo Bu Jessica"


"Hi sudah lama yah!"


"Bagaimana kabarnya Bu?"


"Dari penampilanku kau bisa melihat keadaanku"


Sontak Jessica merasa terpukul dengan pernyataan Hani, bagaikan tamparan keras di wajahnya.


Selama ini ia berburuk sangka dengan Hani.


Setelah mengobrol beberapa saat kini tiba waktunya Hani pulang.


"Hani! Mau sampai kapan kamu menyembunyikannya?"


Tanya Jessica.


Namun Hani meneruskan langkahnya lalu meninggalkan ruangan itu.


Nampaknya mereka telah saling tau perihal hubungan Hani dan Dito.


---------------------------------------------------


Percakapan terakhir Kakek dan Cucunya


drrrt...drrtt..drrtt.

__ADS_1


"Halo! Kakek tak pernah bosa meneror ku dengan meneleponku setiap saat, kakek tidak bosan? Huh..?"


"Aku sangat merindukan mu, kembalilah nak"


"Sudah terlambat mengatakan hal kolot semacam itu, aku sudah tersesat sejak dahulu kau manjakan"


Jessica malah mengungkit perlakuan kakeknya yang dahulu menyarankan Jessica untuk mengubah identitasnya dan mengubah wajahnya dikarenakan kasus di kampusnya.


"Taukah kek? Disaat itu aku benar-benar hancur namun kakek hanya menyuruhku untuk diam saja, aku mengikuti seluruh kehendak kakek, kakek tidak sayang padaku tapi kakek malu punya cucu sepertiku. Jika saja kakek tidak menyuruhku untuk merombak diriku maka aku tak akan seperti ini sekarang"


"Nak tak ada kata terlambat, maafkan aku"


"Hanya inilah yang dapat aku berikan kepadamu sekarang, MAAFKAN KAKEK"


Jessica yang kesal menutup telepon begitu saja, ia melanjutkan memasukkan obat tidur kedalam suntikan yang akan di suntikkan ke badan Dito saat itu.


Jarum kini sangat dekat dengan nadi Dito, namun tangan Jessica bergeming, kata-kata kakeknya terngiang di kepalanya dan membuatnya membatalkan suntikan nya.


Ia sangat frustasi saat itu.


Semua masa lalunya terlintas silih berganti di otaknya. Membuatnya marah, sedih dan tertawa, betapa bahagia hidupnya dahulu. Sungguh apakah masih pantaskah kata "SEMUA BELUM TERLAMBAT" untuk orang sepertinya.


Keesokannya ia memutuskan untuk menghentikan kegilaannya itu, dari awal ia telah mengetahui bahwa ketiga mahasiswa itu termasuk Hani membuntutinya.


Kata-kata sang kakek membuat hati yang dipenuhi dendam sedikit terbuka kembali.


Inilah hal terakhir yang dapat dilakukannya yaitu menyerahkan diri untuk diadili.


***


Halo sahabat Nuna!


Menurut kalian bagaimana karakter si Psikopat Cantik kalian sedih gak?


Terkadang kita tidak boleh menilai buku dari sampulnya.


Oh iya makasih yah bagi kalian yang masih setia membaca novel Nuna.


Jangan Lupa Like novel ini dan berikan rating kalian.


Sampai jumpa di episode selanjutnya


__ADS_1


__ADS_2