Ada Apa Dengan Dosen Itu?

Ada Apa Dengan Dosen Itu?
Persiapan Menuju Festival


__ADS_3

Hari ini nampaknya kelas riuh ada banyak mahasiswa di kelas itu yang bercuap-cuap sangat bersemangat untuk Festival terbesar prodi Bahasa Inggris itu.


Duk.. duk..duk...


"Diam semuanya, diammmmm" ketua tingkat di kelas itu mulai menenangkan kelas.


Kelas Hani dkk, memang sangat terkenal dengan keriuhan dan semangat orang-orang di dalamnya.


"Baiklah, seperti yang telah di singgung oleh Pak Dito English Got Tallent akan di gelar tak lama lagi, kita punya waktu satu bulan lebih dari sekarang untuk mempersiapkan kelas kita ikut serta dalam lomba-lomba yang akan diadakan nanti"


Kelas mulai fokus mendengarkan penjelasan ketua tingkat.


Ketua tingkat dan sekertaris kelas telah memaparkan item lomba yang akan di adakan, tiba saatnya memilih orang-orang yang berpartisipasi dalam lomba tersebut.


"Ok guys, disini ada beberapa lomba jadi yang siapa mau ikut Lomba Gym?"


Beberapa mahasiswi mengajukan dirinya, Lili memberikan kode mata kepada Hani namun Hani menggelengkan kepalanya.


Hingga pada saat ketua tingkat menyebutkan lomba King dan Queen of EGT 2019.


Semua mahasiswa nampaknya kompak menunjuk Andrew sebagai perwakilan King di kelas itu, dan wajah Andrew hanya terlihat datar serta mengangguk setuju.



"Allright guys, now for the queen. Who is gonna be a queen for our class? Ayo siapa yang mau jadi queen?"


Semua mahasiswi nampaknya ragu mengangkat tangannya. Karena tak ada yang mengajukan diri, ketua tingkat mengajukan tiga orang, kemudian ia menuliskan nama mereka di papan tulis.


Amel, Lili dan Hani


Hani yang tak tau apa-apa sangat syok, betapa malunya dia ketika harus mewakili kelasnya untuk kontes king dan queen apalagi umurnya sudah 24 tahun, sungguh memalukan dilihat banyak orang.


"Hmmm aku kayaknya gak bisa jadi queen, maaf"


"Tapi kan ada tiga kandidat, tenanglah. Jadi untuk memilih perwakilan queen kelas, kalian harus vote mau milih siapa, OK?"


"Baiklah" serentak mahasiswa menjawab.


Pemilihan dimulai, kandidat pertama Amel ternyata memiliki tujuh suara saja.


Lili dan Hani memiliki suara yang sama yaitu sepuluh suara.


Hani memberikan kode kepada Lili untuk bahwa dia ingin menyerah saja. Namun Lili tak memperdulikannya dan membuat Hani tetap berdiri di depan kelas berdua bersamanya.


Kemudian ketua kelas memutuskan untuk membuat Amel si kandidat pertama yang telah tereleminasi untuk memilih siapa diantara keduanya yang akan mewakili kelas.

__ADS_1


Amel menunjukkan jari telunjuknya kepada Hani, sontak seluruh mahasiswa di kelas bertepuk tangan dan menyemangati Hani atas terpilihnya dia sebagai perwakilan Queen di kelas.



Akhirnya Hani dan Andrew terpilih mewakili kelas sebagai kontestan King dan Queen.


_______________________________


Malam itu Hani memasuki rumahnya dengan langkah yang berat. Betapa tidak, entah apa yang harus dikatakannya kepada suaminya perihal dirinya yang terpilih mewakili kelas sebagai Queen apalagi yang ia temani adalah Andrew.


"Oh kamu sudah pulang? Masuklah"


"Iya mas"


Wajahnya seakan takut menengok wajah suaminya sendiri.


"Oh iya kamu sudah kerjain tugas dariku?"


"Ahh itu.... belum hehehe... nanti akan diselesaikan"


Seketika langkahnya kembali terpacu untuk segera menghindar dari hadapan suaminya.


.


Makan malam telah siap, nampaknya kali ini sang suami menyiapkan makan malam untuk mereka berdua. Hani duduk di hadapan suaminya saling berhadapan menyantap makanan.


"Gak ada yang spesial"


"Bagaimana persiapan festivalnya?"


"Oh itu, ketua tingkat baru saja selesai membahasnya tadi"


Hani berusaha menjawab dan tidak menyinggung perihal King dan Queen. Namun tetap saja pada akhirnya sang suami menanyakan pertanyaan itu.


"Terus siapa King dan Queen di kelas mu?


"I..iituu, sebenarnya aku ingin mengatakan ini. Jadi King dan Queen di kelasku adalah..."


"Kamu dan Andrew kan?"


"Mas.... kok udah tau"


Hani tercengang dengan ucapan suaminya, bagaimana bisa ia mengetahui secepat itu dan dari mana ia tau.


"Tenanglah aku akan mengizinkan mu, ini demi kelas. Aku mengerti"

__ADS_1


"Bukan cuma itu, aku gak PD menjadi Queen sepertinya gak pantes aja"


"Berhentilah berfikir seperti itu, aku sudah menganggap mu lebih dari sekedar Queen di hatiku tapi kamu juga Istri yang baik padaku, semangat lah aku mendukungmu"


Sungguh sangat berbeda dengan ekpektasi Hani, awalnya ia sangat ragu jika suaminya mengizinkan dirinya menjadi King dan Queen.


Namun ternyata suaminya malah mensuport dirinya. Setidaknya ia punya alasan untuk tetap melanjutkan mewakili kelasnya.


___________________________________


Andrew menghempaskan tubuhnya di atas ranjang kamarnya, ia menghembuskan nafas kekecewaan karena ia berharap Lili menjadi partnernya di festival nanti.


"Arrghh.... bikin kesel aja sih, fiuhhh~"


Tapi ada baiknya juga tidak berpasangan dengan Lili karena ia pasti tak akan bisa mengatur irama jantungnya ketika berdekatan dengan Lili.


Lili yang tereleminasi menjadi Queen, akhirnya berakhir menjadi tim MakeUp. Urusan mendandani adalah keahliannya, dia juga sangat stylish seukuran mahasiswa biasa.


Satu bulan ini kelas mereka akan sangat sibuk mempersiapkan diri untuk festival terbesar Bahasa Inggris di kampus mereka.


Bahkan mereka biasanya pulang telat karena mempersiapkan kostum untuk cross culture dan properti untuk parody serta masih banyak lagi.


Lili terlihat sangat sibuk mendatangi penjual kain ia telah memikirkan desain baju seperti apa yang akan di kenakan Hani dan Andrew nanti.


"Halo Han, kamu di mana? ukuran baju mu berapa kira-kira?"


"Aku ukuran Medium, mau aku temani belanja?"


"Ide yang bagus, aku sekarang ada di Toko BeutyDella, aku kirim lokasi yah"


"Ok sip"


Hani yang sedang berada di area kampus akhirnya bertemu Andrew, mereka berdua berboncengan menuju lokasi Lili.


Akhirnya mereka bertemu, Andrew terlihat bersemangat sekali membantu Lili memilih kain, sesekali Andrew mengusik Lili yang berhasil membuat Lili tertawa dengan Hani.


Lili berusaha menggapai kain Navy yang ada di atas Rak, namun tangannya yang mungil tak kesampaian.


Ia berusaha lompat, sedikit demi sedikit menyentuh kain itu tapi tiba-tiba gulungan kain nampak ingin menjatuhi Lili.


Melihat itu Andrew menarik tubuh Lili dari belakang dan memeluknya, ia menggantikan Lili yang akan di jatuhi gulungan kain itu, untuk beberapa saat jantung mereka terpacu kencang, sungguh tak dapat dipercaya mereka sekarang berpelukan.


"Hmmm.. uhukkk, lain kali hati-hati kalau mau ambil kain panggil aku" sahut sang penjaga toko yang seketika merusak suasana pembaca MangaToon. 😂


"Maafkan kami"

__ADS_1


Mereka lalu terpisah begitu saja, hati Lili kembali bergejolak setelah sekian lama berusaha menimbun perasaannya terhadap Andrew.



__ADS_2