
Hani, Lili dan Andrew kini duduk di restoran yang katanya Pak Dito sempat datangi.
"Han, Lil... ngapain sih kita kemari?"
Andrew nampaknya dari tadi menyembunyikan wajahnya dengan buku menu, khawatir manager umum restoran melihatnya, akan sangat kacau jika identitas yang sebenarnya terbongkar.
"Yahh kan Hani yang traktir hahaha" Lili hanya berswafoto dari tadi.
Hani yang sunyi memfokuskan pikirannya.
Ia mulai memancing ketiga temannya dan berkata
"Kalian tidak merasa aneh?"
"Maksudnya?" tanya Andrew
"Sudah beberapa hari ini Pak Dito menghilang"
"Ih kamu diam-diam ternyata memperhatikan Pak Dito" Lili hanya memanasi suasana.
"Memangnya kamu punya hubungan apa dengan Pak Dito, dari tadi aku memerhatikan kekhawatiran mu di wajahmu"
Andrew begitu jujur menanggapi situasi yang aneh di antara mereka bertiga
"Sebenarnya kamu ada hubungan apa dengan Pak Dito?" desak Andrew
Suasana mulai serius diantara mereka bertiga, ditambah Lili yang aslinya tidak terlalu ikut campur dengan urusan orang lain sekarang raut wajahnya menandakan serius.
Dengan hati-hati Hani menjawab pertanyaan demi pertanyaan.
"Apa maksud kalian? Aku hanya merasa curiga ada yang tak beres"
"Tapi kecurigaan mu sepertinya bukan sebatas Mahasiswi kepada Dosen" timpal Lili
"Bukan begitu... tap..tapi..."
"Aku mulai curiga jangan-jangan kamu beneran suka dengan Pak Dito" sahut Andrew yang menyembunyikan wajahnya di balik buku menu, matanya muncul sesekali menengok Hani dan Lili.
"Jadi bener nih kamu suka sama Pak Dito, yahh.. kayaknya aku bakal nyerah deh buat dapetin Pak Dito" goda Lili.
"Bukan seperti itu"
"Terus kenapa?" Andrew dan Lili serentak bertanya, suara mereka bahkan terdengar hingga di meja sebelah.
"Dito itu sebenarnya punya hubungan keluarga denganku" mencoba memberi alasan yang dapat di cernah oleh kedua sahabatnya.
"Kamu saudara? Sepupu? Ponakan? atau jangan-jangan..."😲 sahut Lili
"Ah bukan, aku hanya sepupu dari sepupunya Pak Dito alias keluarga jauh" dengan penuh ketegangan Hani menjawab pertanyaan Lili dan Andrew.
"Oh... seperti itu"
"Sepupunya Pak Dito lost kontak dengannya beberapa hari lalu dan aku dihubungi perihal ini. Masalahnya Waktu di telpon sempat ada suara seorang wanita didekat Pak Dito, setelah itu semua telpon yang masuk tidak pernah dijawab lagi"
Hani memberikan penjelasan kepada kedua sahabatnya itu, kini ia benar-benar menceritakan yang sebenarnya namun berdalih sebagai sepupu dari sepupunya Pak Dito (Thor: Yan mg menurutku juga gak masuk akal hahahah).
__ADS_1
Setelah mendengar semua penjelasan Hani barulah mereka dengan sekejap bersemangat dan mau membantu Hani dalam mengusut keanehan yang terjadi dengan Pak Dito.
"Lil sebenarnya aku kesini untuk mengecek CCTV, tapi apakah boleh yah?" tanya Hani.
"Ini kayaknya agak susah apalagi kita hanya pelanggan biasa"
"Apakah aku harus nyamar jadi Istri yang curiga kepada suami yang berselingkuh saja, biar di kasih lihat CCTV?"
"Idemu bagus, tapi emangnya kamu berani? Bagaimana jika ketahuan kita bisa di hukum loh"
Jawab Lili kepada Hani yang memikirkan ide tersebut.
"Akkhh.... tiba-tiba pengen buang air kecil nih, aku ke toilet sebentar yah guys"
Sudah bisa kita ketahui bahwa alasan Andrew ke toilet bukan hanya sekedar buang air kecil biasa. Ia menggunakan kekuasaannya dengan menelpon manager umum restoran di dalam toilet itu.
"Halo dengan manager Umum Restoran ***"
Suara Andrew tiba-tiba berubah menjadi kalem seperti seorang putra konglomerat. Ia berbincang di telepon dengan manager umum restorannya untuk memberikan izin kepada seseorang yang akan mengecek CCTV hari ini yang tak lain adalah Hani, Lili dan dirinya sendiri.
Setelah keluar dari toilet, Andrew menghampiri kedua sahabatnya.
"Ehh sini biar aku yang akting"
"Serius lu mau?" sahut Lili dengan heran
"Ahh ayo sajalah, percayakan kepadaku.
Andrew dengan sekejap mengubah penampilannya menggunakan jas setelan yang mewah beserta aksesoris pria yang membuatnya nampak berbeda dengan Andrew yang sehari-harinya berpakaian santai ke kampus.
Andrew kini seperti orang yang sangat berbeda, ia benar-benar seperti putra orang berada bahkan caranya menatap dan berjalan sangat berbeda dengan Andrew yang biasa. Akting Andrew kini benar-benar menipu kedua sahabatnya.
Lili hanya bisa terdiam melihat perbedaan Andrew, dia tak bergeming memandangi Andrew.
"Kamu dapat dari mana pakaian mahal ini?" tanya Hani
"Ini aku pinjam pada seorang pria di Toilet tadi, aku bayar loh jadi gak bisa lama-lama juga make nya. Kalau begitu ayo kita pergi ke ruang kendali Restoran, pokonya kalian diam aja biar aku saja yang bicara"
"Baiklah kalau begitu"
Mereka akhirnya menuju ruang yang di maksud Andrew, semua pelayan yang melihat Andrew menunduk seakan benar-benar Andrew adalah pemilik restoran.
Kini ia bertemu manager umum restoran
"Anda datang begitu cepat, maaf karena tidak ada persiapan terlebih dahulu menyambut anda" sahut sang manager.
Sementara itu Lili dan Hani berbisik
"Wah penampilan memang berperan penting yah Han"
"Dia sungguh hebat, kenapa tidak pindah jurusan saja ke Akting"
Sang Manager menuntun mereka dan memperlihatkan hasil rekaman CCTV pada hari Pak Dito datang ke restoran. Di pertengahan rekaman nampak Dito datang bersama seorang wanita.
Sontak mereka bertiga terkaget yang bersama Dito saat itu adalah Bu Jessica.
Suasana masih terlihat biasa sampai suatu ketika ada kejanggalan, terlihat Bu Jessica celingak-celinguk melihat sekeliling dan nampak memasukkan sesuatu kedalam wine Dito.
__ADS_1
Sekali lagi ini meyakinkan mereka akan apa yang terjadi dengan menghilangnya Pak Dito. Tak sampai disitu ketika Dito pingsan Jessica hanya terlihat santai sambil memanggil pelayan membantunya membawa Dito keluar restoran.
"Apa yang terjadi?" tanya Andrew
"Oh itu... saat itu si wanita mengatakan minta diantarkan ke mobil karena suaminya kelelahan dan mabuk"
Sontak hati Hani semakin tak karuan mendengar penjelasan si Manager umum.
"Bisa perlihatkan CCTV di parkiran?"
Maka selanjutnya mereka mendapati Jessica mengendarai mobil Dito. Rekaman di pause dan mereka mendapatkan plat nomor mobil Dito.
Andrew mencatat plat tersebut dan menghubungi seseorang untuk melacak nomor tersebut. Hasilnya mencengangkan, mobil itu terakhir terlihat masuk kedalam basemen parkiran di sebuah apartment yang tak lain adalah tempat tinggal Jessica.
Akhirnya mereka memutuskan untuk mendatangi apartemen Jessica. Mereka tak tau nomor kamar Jessica, namun lagi-lagi Andrew menggunakan koneksinya untuk mencari tau daftar orang yang tinggal di gedung itu.
Mereka akhirnya berhasil menemukan kamar milik Jessica. Mereka bersembunyi dan menunggu sampai pintu itu terbuka begitu lama, hingga akhirnya Jessica terlihat ingin memasuki kamarnya.
Setelah Jessica masuk, mereka bertiga mengakali pintu yang berkode itu dengan menabur bedak di atasnya sehingga terlihat angka apa saja yang digunakan Jessica sebagai kode apartemennya.
Karena mereka takut ketahuan maka mereka mengurungkan niat untuk membuka pintu dan memutuskan untuk mengakhiri perburuan hari ini.
Ke khawatiran Hani masih saja terlihat, hatinya sungguh tak tenang melihat penculikan suaminya, dan harus berbohong kepada sahabatnya.
Akhirnya mereka pulang.
--------------------------------------------------------
+BONUS
Jatuh Cinta yang Sesungguhnya
Ketika Andrew yang biasanya terlihat biasa, baru kali ini Lili melihat sisi berbeda Andrew yang terlihat sangat maskulin ia amat terpesona hingga tak sanggup menatap sahabatnya itu bahkan diam termangu.
Namun dibalik itu ia merasakan kesepian yang teramat dalam di wajah Andrew sekilas. Walaupun penampilan mereka berdua berbeda namun wajah kesedihan itu tetap ada.
Hati Lili kini berhasil berdegup kencang dihadapan Andrew yang adalah sahabatnya sendiri.
Berbohong dengan berbohong
Hani kini terpaksa berbohong dihadapan sahabatnya, sungguh tidak mudah harus berbohong terus menerus. Rasa penyesalan setelah berbohong terus muncul di kepalanya.
Namun berbohong dengan berbohong mungkin bisa menolong suaminya.
Andrew yang biasanya berpenampilan biasa saja bahkan rela memakai pakaian mewah yang ia tunjukkan kepada kedua sahabatnya. Dengan cara berbohong ia menunjukkan dirinya dengan berani.
Sungguh berbohong dengan berbohong membuat si Putra Kaya menampakkan dirinya sesaat.
Lili yang ia lakukan hanyalah terdiam saja ketika hatinya bergetar melihat sesosok pria itu Sahabatnya sendiri.
Ia kini menyembunyikan perasaan disaat itu dengan berbohong terlihat baik-baiknya dihadapan Andrew
Karena berbohong dengan berbohong membantu dirinya menjaga perasaan cintanya.
Kini mereka memilii kebohongan masing-masing.
__ADS_1