Ada Apa Dengan Dosen Itu?

Ada Apa Dengan Dosen Itu?
Ada yang mati?


__ADS_3

Setelah kejadian kemarin mereka bertiga melanjutkan perburuan mereka hari ini.


Setelah mata kuliah berakhir, mereka bertiga mengikuti Bu Jessica diam-diam.


Bu Jessica memasuki minimarket yang letaknya tak jauh dari apartemen nya. Ia membeli obat-obatan, di botol itu tertulis obat tidur yang sontak mereka bertiga semakin geram, namun berbeda dengan Hani yang perasaannya makin bercampur aduk. Ingin sekali rasanya ia mendatangi Jesicca dan menampar keras wajah Dosennya itu.


Hani dan Andrew bersepakat untuk pergi ke Apartemen Bu Jessica sementara Lili mengawasi keadaan di luar gedung. Karena telah mengetahui kode pintu masuk Andrew membuka apartemen tersebut kemudian disusun oleh Hani dari belakang.


Momentum ini sungguh menegangkan, mengapa tidak? Setelah ruangan itu dibuka, suasananya sungguh berbeda dimana-mana ada barang-barang yang pecah, keadaan apartemen sungguh kacau saat itu.


Langkah Hani terhenti ketika melihat botol obat tidur yang berada di atas meja lengkap dengan suntikan. Ia semakin cemas dengan keadaan suaminya. Andrew lalu meraih suntikan itu dan membuangnya, kemudian menuntun Hani mencari Dito.


"Pak... Pak Dito!" sahut Andrew berusaha memanggil dengan nada tak terlalu keras.


Hal yang sama juga dilakukan oleh Hani. Namun setelah menyusuri ruangan-ruangan tak ada tanda-tanda Pak Dito. Seakan tidak ada siapapun di apartemen itu, tapi hati seorang istri tak bisa dikelabui ia masih saja merasa kehadiran suaminya namun entah dimana.


Lili bersembunyi dibalik semak-semak, gelagatnya seakan menjadi seorang detektif handal.



Sesekali kepalanya muncul dari balik semak-semak dekat gedung. Nampaknya masih aman tidak ada tanda-tanda kedatangan Bu Jessica.


Di lain hal nampaknya Andrew sudah kehilangan harapan mencari keberadaan Dito. Ia malah duduk di sofa dan berfikir keras. Hani masih saja mengecek apartemen, bahkan ia mengecek ruang yg sudah di cek berkali-kali namun hasilnya nihil.


Andrew bangkit dari duduknya ia merasa yakin akan suatu hal. Ia mengetok-ngetok dinding apartemen.


"Andrew! apa yang kau lakukan?"


"Ssstt!! diamlah lihat dan tunggu saja, semoga perkiraan ku benar"


Ia melanjutkan aktifitasnya hingga ia terhenti pada suatu rak penyimpanan wine bu Jessica. Ia mengetuk dinding disekitar rak dan benar saja nada ketukan berbeda dengan dinding yang rapat dengan dinding yang memiliki rongga.


Artinya di balik rak wine ini ada ruangan lain. Andrew memberi isyarat kepada Hani mencari pemicu untuk membuka ruangan rahasia itu.


Mereka mulai menekan apapun bahkan mengotak-atik botol wine. Ada satu botol wine yang di tarik oleh Andrew kemudian pintu ruang rahasia terbuka.


Jantung Hani tertambah berdebar kencang bagai di film horor. Mereka melangkahkan kaki masuk kedalam ruangan itu dan dilihatnya banyak benda-benda aneh termasuk patung manekin yang ditempeli foto Dito, bahkan ada begitu banyak foto Dito yang dipajang.


Mata Hani tertegun melihat seorang pria yang di ikat lemas tak berdaya yang tak lain adalah suaminya, air matanya bercucuran tak henti. Segera Andrew menolong Dito.


"Pak! Pak Dito bangun... sadarlah!" Andrew mulai melepaskan ikatan.



Hani membantu mengangkat Dito yang masih setengah sadar, mereka sekarang siap untuk keluar.


Namun langkanya terhenti ketika Lili menelpon Andrew tiba-tiba.


"Halo gawat Bu Jessica datang cepat keluar!"


"Gawat.... kami sudah menemukan Pak Dito tolong telpon ambulance dan polisi"


Mereka kalang kabut panik.


Lili dengan cepat menelpon Polisi dan Ambulance.


Sementara itu, Jessica keluar dari pintu lift menuju apartemen nya. Ia menaruh botol obat tidur yang telah ia beli lalu mengambil suntikan lalu dimasukkannya obat tidur itu kedalam suntikan.

__ADS_1


Ia kini siap membuka ruang rahasianya, ditariknya botol wine di rak itu dan pintu sedikit demi sedikit terbuka.


Namun telepon di ruang tamunya berbunyi, membuatnya kembali ke ruang tamu dan mengangkatnya


"Halo! Dengan Nona Jessica? Saya dari bagian keamanan apartemen"


"Iya ada apa?"


"Mobil anda nampaknya sedikit penyok, alarmnya berbunyi dari tadi, mungkin ada yang tak sengaja menabrak"


"Saya akan ke sana"


Jessica kembali turun dari apartemen melihat keadaan mobilnya.


Ini memberi waktu bagi Andrew, Dito dan Hani untuk Kabur.


Mereka segera keluar dari apartemen, setelah sampai di depan gedung sudah ada ambulance yang datang.


Jessica kembali naik ke lantai apartemennya di depan pintu sudah ada beberapa polisi, polisi yang melihat Jessica lalu mulai mengejar Jessica.


Jessica menutup pintu lift berusaha untuk kabur, ia menuju mobilnya berusaha untuk keluar namun di hadang oleh mobil polisi.


"Anda ditahan atas tindak penculikan dan penyekapan" salah seorang polisi memborgol tangan Jessica.


Jessica nampak kesal apalagi melihat Hani dan kawan-kawannya yang sedang bersama Dito.


Kini wanita itu dibawa polisi untuk di interogasi lebih lanjut. Beberapa penghuni apartemen mulai berkerumun dan tak percaya dengan kejadian ini.


"Wah ini sangat menyeramkan"


"Padahal kelihatannya baik dan cantik, ternyata psikopat"


Komentar para tetangga apartemen bersahutan.


Para polisi mendatangi Andrew, Hani dan Lili untuk memintai keterangan.


"Apakah kalian keluarga korban?"


"Bukan, kami mahasiswanya"


"Kalau begitu kami akan menghubungi kalian setelah ini sebagai saksi"


"Baiklah"


Polisi sekarang mulai menyusut kejadian ini untuk mencari barang bukti lainnya.


Diperjalanan menuju rumah sakit, mata Dito terbuka hal pertama yang ia lihat adalah Istrinya


"Apakah ini mimpi? sungguh indah"


"kamu sudah bangun, ini bukan mimpi kamu sudah bebas" kata seorang paramedis di ambulance.


------------------------------------------------



Sudah dua hari ini Pak Dito berada di Rumah sakit keadaanya berangsur-angsur mulai membaik. Bahkan keluarganya datang dari jauh setelah mendengar kabar penculikannya.

__ADS_1


Hani datang menjenguk Dito hanya pada saat malam saja karena menghindari teman kantor bahkan mahasiswa yang menjenguk Dito.



Andrew dan Lili akhir-akhir ini juga di panggil oleh para penyidik untuk dimintai keterangan perihal penculikan.


Para penyidik menemukan banyak barang bukti termasuk suntikan dan obat tidur, pada jarum suntik ditemukan DNA Dito. Ini sudah cukup untuk memenjarakan Jessica. Dan kabarnya Jessica akan segera di sidang dan dijatuhi hukuman.


Selama investigais Jessica terlihat aneh, terkadang ia terlihat menangis, berwajah datar, tertawa dan terlihat cemas. Para detektif mengindikasi adanya kelainan terhadap diri Jessica




----------------------------------------------------------


Sekarang Dito sudah 90% sembuh ia berjalan berkeliling rumah sakit



Disaat itu juga ia bertemu Istrinya yang membawakan bekal makanan.


Mereka berpelukan melepas rindu yang tak tersalurkan selama beberapa pekan tak tercurah.


Dokter telah menyatakan Dito sudah bisa pulang ke rumah


Hani sudah menyiapkan pakaian suaminya, mereka siap untuk pulang ke rumah namun sebelum itu mereka makan terlebih dahulu di taman rumah sakit.


Mereka bersenda gurau hingga malam, duduk berdua di taman rumah sakit.


"Akhirnya inipun berakhir" kata Dito


"Aku sangat khawatir padamu mas"


Hani tak kuasa menahan air matanya takut hal ini terulang kembali.


Dito meraih istrinya dan dipeluknya dengan erat sambil membelai rambutnya.


"Tak apa-apa aku ada disini bersamamu"




------------------------------------------------------


Ruang Rahasia


Andrew yang nampaknya sunyi sesaat sedang memikirkan kemungkinan-kemungkinan, hingga ia sadar mungkin saja di apartemen Bu Jessica terdapat ruang rahasia seperti miliknya di rumah.


Karena setiap orang memilki hal yang ingin disembunyikan, inilah alasan mengapa ia tiba-tiba kepikiran tentang ruang rahasia.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Maaf atas keterlambatan updatenya


🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


Jangan lupa like dan ratingnya


❤❤❤❤❤


__ADS_2