Ada Apa Dengan Dosen Itu?

Ada Apa Dengan Dosen Itu?
Birthday Mission


__ADS_3

Awalnya Andrew sangat antusias menyambut sang Ibu yang sudah hampir empat tahun lamanya tak dilihatnya langsung tiba-tiba datang berkunjung. Namun ada sedikit kekecewaan terbersit disaat Ibunya sama sekali tak ingat hari kelahiran anaknya sendiri.



“Tuan ingin kemana?”


“Mungkin aku tidak akan pulang malam ini, tanyakan pada Nyonya Kim!”


Andrew berlalu begitu saja mengendarai mobilnya, disusurinya metropolita hingga ia terhenti di Pantai, ia memarkir mobilnya begitu dekat dengan laut.


Desiran ombak menggema indah terdengar, angin laut yang menenangkan adalah sahabat malam bagi Andrew saat ini.


“Sial aku bahkan tak bisa pergi ke club malam”


Gumam Andrew menghembuskan nafasnya yang penuh dengan kesepian.


Andrew meneguk kaleng bir di tangannya lalu membuka jendela membiarkan angin laut masuk, karena bosan ia membuka pintu mobilnya lalu beralih duduk di atas kap mobil mewahnya, mesin masih terasa hangat membuatnya nyaman begitu lama untuk berada diatasnya kemudian lagi-lagi diteguknya bir ditangannya untuk kesekian kalinya, nampaknya ia tidak mabuk sama sekali.


Ia beralih berbaring di atas kap mobilnya memandangi bintang-bintang yang sangat langka bisa berada di padatnya kota, sungguh malam yang sempurna berdua bersama malam.


Andrew memejamkan matanya namun Hpnya berdering mengisyaratkan pesan masuk


“Happy birthday my son, semoga sehat selalu dan fokuslah belajar serta lulus lah cepat kemudian kembali ke Korea, IBU”


Andrew scroll kebawah ia menemukan pesan Ayahnya, dibacanya dengan wajah datar lalu segera mematikan Hpnya.


“Sama seperti tahun-tahun sebelumnya lagi-lagi Sekertaris Ibu yang mengirimiku ucapan selamat ulang tahun, walau isinya berbeda namun gaya penulisannya tetap sama”


Andrew sangat kesal lalu berniat menonaktifkan Hpnya, namun Hani menelpon saat itu juga


Drrrttt.... Drrrttt.... Drrrtt...


“Halo Andrew gawat, Lili terjatuh aku sedang dijalan sekarang menuju tempatnya, kamu dimana? susul lah dia sekarang”


Nada hani begitu sangat terburu-buru mengisyaratkan kekhawatirannya membuat Andrew terbangun lalu memasuki mobilnya, ia menelpon asisten rumah tangganya


“Halo Pak Sam tolong bawakan motorku sekarang juga!”


“Baik tuan”


Tak lama selang waktu Pak Sam telah datang membawa motor kesayangan Andrew yang selalu ia kendarai ke kampus, Andrew langsung memberikan kunci mobilnya kepada Pak Sam untuk dibawa pulang


.


“Nampaknya aku benar-benar tak akan pulang malam ini”


“Baik Tuan”


Andrew langsung pergi begitu saja tanpa mendengar Pak Sam, sementara Pak Sam hanya menatap Tuannya dengan bingung karena sedang terburu-buru.


Andrew telah sampai di depan gerbang tempat Lili tinggal, anehnya Kos yang ia tinggali nampak sepi lampu kamar telah mati semua, lantas andrew menghubungi Lili namun tak ada jawaban ia menghubungi Hani namun tak diangkat, Andrew bertambah khawatir terjadi sesuatu yang buruk dengan kedua sahabatnya


.


Line!!


“Andrew jika sudah sampai masuk sajalah gerbang tidak terkunci tunggu aku di depan teras, aku bersama Lili sekarang”


Pesan Hani tiba membuat Andrew merasakan sedikit kelegaan. Ia masuk sesuai instruksi Hani, sudah beberapa saat dia duduk sendirian dilihatnya jam tangannya berkali-kali, karena merasa bosan ia berniat untuk pulang saja.


Tapi seketika lampu teras menyala bahkan taman yang tadinya gelap pekat sekarang nampak begitu terang, Andrew mengamati taman tersebut dengan fokus ada banyak lampu-lampu hias, deretan balon alfabet yang tertulis “HBD ANDREW” telah terpasang ditengah-tengah sorot matanya. Hani dan Lili dari kejauhan datang membawa kue ulangtahun yang diatasnya terdapat lilin angka 201.


“Happy birthday Andrew!!!” Hani mengucapkan selamat kepada Andrew


Sementara Lili dengan wajah yang agak kesal menyodorkan kue ulangtahun 201 kepada Andrew, kemudian ditiup oleh Andrew.


“Aneh ini gak salah kan? Kok aku umurnya 201 sih” keluh Andrew.


“Aku berniat membalas dendam tau!” ketus Lili namun Hani dan Andrew malah tertawa dengan sikap Lili


“Heh ini gara-gara kamu Andrew!! Lili masih kesal dengan mu” sahut Hani


“Aku masih berbaik hati jika tidak aku sudah memukulmu dari tadi, tapi karena disini kita sedang merayakan hari menetas mu ya sudahlah” Lili menyombongkan kata-katanya.


“Dari mana kalian tau hari ini aku berulangtahun?”


“Ohh itu... masih ingat dengan Hp mu yang kami temukan terjatuh? Kami melihat notifikasi ulangtahun mu, Aahhh.. dan juga Lili mengetahui nama julukan yang kamu berikan kepadanya jadi yahh dia sangat kesal”

__ADS_1



“Hahaha maafkan aku, akan aku ganti”


pikiran Andrew sudah clear setelah mendengar penjelasan dari kedua sahabatnya.


“Ehh awas yahh lu ngatain gua keriput lagi dasar!!”


“Iya iya maaf”


Mereka menghabiskan waktu dengan berkelakar sambil menikmati makan malam yang telah dihidangkan.



“Eh ngomong-ngomong kok kamu sendirian aja sih, gak ngerayain ultah”


“Iya kamu kan punya kami, mengapa tidak memberitahu kami saja secara langsung, kami akan menemanimu dan merayakannya daripada sendirian saja”


Kedua sahabatnya mulai menanyakan alasannya hanya sendirian saja dihari yang penting ini.


“Ohh itu aku memang selalu seperti ini kok” Andrew dengan jawaban sederhananya malah makin membuat kedua sahabatnya bertanya


“Kamu gak ngerayain sama keluarga?”


“Oh itu Lil aku..., keluargaku jauh”


“Jadi kamu tinggalnya sendirian saja?” Hani bertanya.


“Dibilang sendiri juga tidak tapi rasanya sepi, semua orang punya pekerjaan masing-masing”


Note : Yang dimaksud dengan punya pekerjaan masing-masing adalah para asisten rumah tangga Andrew


 


\*


 


Hani terlupa akan waktu, sekarang sudah pukul 12 lewat dan ia belum juga pulang ke rumah kekhawatiran muncul jika Mas Dito mencari-cari dirinya yang belum pulang juga.


Andrew menawarkan dirinya untuk mengantarnya pulang, tanpa berfikir panjang Hani mengiyakan tawaran Andrew.


Andrew menghentikan motornya, diparkirnya motor depan lorong rumah Hani yang jaraknya sisa 10 meter lagi menuju rumah Hani. Andrew nampaknya sudah paham dengan aturan mainnya karena beberapa waktu lalu Hani tak ingin diantar olehnya dengan beralasan orang tua Hani yang galak.


“Terimakasih Andrew sudah mengantarku”


Hani melangkah pergi lalu terhenti, ia kembali dan membuka tas miliknya didalam tas itu terdapat bungkusan kado ulangtahun Andrew .


“Nih kado ulangtahun dari kami berdua” menyodorkan kado tersebut lalu berbalik, Andrew nampaknya terpaku menggenggam kado miliknya, lalu ia beranjak dari motornya mengejar Hani.


“Han!!”


Sontak langkah Hani terhenti ia berbalik


Andrew memantapkan langkahnya mendekatkan diri menuju Hani yang terdiam ditempat, jarak diantara mereka semakin dekat sekarang lalu Andrew berkata


“Kalian sungguh berbeda dari yang aku kira”


ekspresi Andrew baru kali ini sangat serius, Hani terlihat gugup tak berkutik.



Andrew makin mendekatkan dirinya tangannya maju menggapai wajah Hani semakin dekat, Hani langsung memejamkan matanya gugup.


Lalu tangan Andrew melepaskan kancing helm yang dipakai Hani


Klik!!!


Sontak mata Hani terbuka tersipu malu, Andrew melepaskan helm yang melekat pada kepala Hani


“Kalau begitu sampai bertemu di kampus Han! Semoga mimpi indah” Andrew meninggalkan Hani begitu saja.


“Ada apa denganku? Dasar bocah tengik bisa-bisanya dia mengerjai ku seperti itu” gumam Hani salah tingkah.


Di perjalanan Andrew tidak bisa melupakan ekspresi Hani yang begitu imut, selama perjalanan pulang ia hanya tersenyum manis.


“Ku kira aku tidak akan pulang malam ini ternyata tidak”

__ADS_1


Andrew berencana menghabiskan malam ulangtahunnya pergi ke club malam tapi syukurlah dia mendapat hal yang lebih besar malam ini.


  ***


 


Hani membuka pintu kamar perlahan ia mengendap-ngendap menaiki kasur lalu berbaring di samping suaminya. Hani mencoba memejamkan matanya tapi tiba-tiba wajah Andrew muncul membuatnya kesal


“Bisa-bisanya bocah itu” ia bergumam kesal.


Tangan mas Dito sekarang memeluk istrinya dari belakang, istrinya berbalik dan menatap wajah suaminya lalu mencoba memejamkan matanya untuk tertidur.


Tak sampai disitu, dikecupnya kening istrinya dan terlelap bersamaan.


Beginilah akhir untuk hari ini sama seperti kemarin ditempat yang hangat ini bersama sang suami si Dosen itu..


  ***


 


+Bonus


Balas dendam wanita keriput baik


“Lili sini deh! Kue mana yang bagus?”


“Terserah saja kan ujung-ujungnya masuk perut juga Han” sahut Lili


Lili lebih tertarik dengan dekorasi ulangtahun ia memilih dekorasi dengan semangat seperti memilih untuk ulangtahunnya sendiri.


Mata Lili terhenti melihat lilin ulangtahun


“Mas! Lilin ini bisa beli 3 buah dapat diskon gak?”


Begitulah kronologi lilin 201 bisa terpilih


.


Makan malam bersama Tuan Muda Andrew


“Han menurut lu aneh gak Andrew gak bilang-bilang kalau dia ulangtahun?”


“Mungkin aja dia malu kan laki-laki beda sama perempuan Lil”


“Emangnya gak punya siapa-siapa gitu buat ngerayain sampai segalau gitunya, kukira dia akan pergi dengan cewek-cewek ke club malam dengan wajah tampannya” ujar Lili asal bicara


“Yasudah tanyain aja kalau dia datang nanti kan gampang”


Andrew datang membawa air mineral untuk para sahabatnya, dimulailah percakapan kepo Lili dan Hani


.


.


10 menit sebelum kamar tidur bersama Mas Dito


Seorang suami terlihat mondar mandir menunggu seseorang datang karena begitu lama ia beranjak menuju ujung lorong tapi langkahnya terhenti ketika melihat istrinya telah datang dilihatnya lagi yang mengantarnya adalah Andrew, dia bersembunyi memerhatikan keduanya.


Disaat Andrew pergi sang suami segera pergi menuju rumahnya.


.


.


Halo pembaca setia "Ada Apa dengan Dosen Itu?"


Terimakasih sudah membaca sampai episode ini


Nuna akan tetap berusaha update kok tapi gak setiap hari yah....


Dikarenakan jadwal kuliah yang padat nampaknya Nuna udah mulai sakit (Curhat)🙏


Intinya Nuna bakalan Update kok tapi 3 kali seminggu doang yah..


.


.

__ADS_1


.


Mohon maaf🙏🙏✨✨


__ADS_2