
Badai dalam rumah tangga Hani dan Dito telah berakhir, kini waktunya dosen itu melanjutkan pekerjaannya.
Sama seperti hari-hari sebelumnya ia berangkat pagi bersama Hani, lalu menurunkan Hani di persimpangan jalan.
Kemudian Andrew dan Lili akan menghampiri Hani menuju kelas dengan penuh riang.
Ketika Dito menuju ruang kerjanya, ada banyak memo yang tertempel di dinding mejanya bahkan ada hadiah dan bunga juga
"Selamat datang kembali"
"Maaf belum sempat menjenguk"
"Pak cepat sembuh, kelas kami tak akan berwana tampa mu"
"Pak tolong datang mengajar aku gak bakalan kuliah kalau bapak gak masuk ke kelas"
Isi memo itu berhasil membuat wajah Dito terlihat ceria.
Perlahan ia mulai membersihkan mejanya dan duduk.
Kemudian salah satu staff datang menghampiri Dito,
"Wah wah dosen ganteng kita sudah datang, jadinya ketampanan ku akan sirna hahahha"
"Ehhh diam lu dasar, jadi lu mau dia sakit?"
Para staff berguyon menyambut kedatangan Pak Dito
----------------------------------------------------
Lili nampaknya berbeda hari ini, ia menghindari bertatapan dengan Andrew ketika berbicara, yang membuat Hani merasakan kecanggungan diantara mereka.
Sesekali Andrew mengacaukan fokus Lili dengan mengejeknya
"Hei old lady! Pergi kantin bareng yuk!"
Lili hanya berwajah datar, mengabaikan ajakan Andrew. Namun Andrew semakin menjadi jadi
"Yukk yukk yukkk! Old lady, Tuan Andrew kelaparan makan bareng yukk yukk yukk kuyy!"
"Aarrrrhh! Manja banget sih kayak anak kecil aja makan sendiri sana! jangan ganggu aku"
Sontak riuh ruangan berubah jadi hening akibat Lili yang berteriak memarahi Andrew, semua sorot mata tertuju pada mereka berdua diruang kelas itu.
Karena kesal Lili beranjak dari kursinya dan meninggalkan Andrew yang hanya terdiam heran dengan sikap Lili.
Lili merasa kesal dan malu, ia meninggalkan tempatnya di saat itu muncul Hani yang membawakan Minuman untuk mereka bertiga, keduanya berpapasan namun Hani tak sempat menanyainya karena keterburuan Lili meninggalkan kelas.
Hani yang tak mengerti dengan situasi lalu mendatangi Andrew dan melabraknya.
"Ehhh kamu ngapain lagi huh? Lili sangat kesal tau"
"Aku gak ngapa-ngapain cuma ngajakin dia makan bareng"
"Kamu pasti ejek dia, udah dibilangin kemarin pas kamu ulangtahun, jangan ngejekin dia"
__ADS_1
"Yahh sorry I didn't mean to, aku kan gak sengaja cuma becanda doang"
"Lain kali liat-liat situasi dan kondisi, mending susul Lili lalu minta maaf gih!"
"Hhhmmm"
Andrew meninggalkan ruangan ia malah pergi ke kantin kampus dan makan di sana.
"Wait... wait... terus 3 minuman ini masa aku yang minum semuaš" sahut Hani yang ditinggalkan kedua sahabatnya.
_________________________
Di taman kampus terlihat Lili yang menunggu pesanan orderan Gofood, selang beberapa saat makanan yang ia pesan tiba. Ia membuka kotak makanan yang ia pesan dan mulai mencicipinya.
Pikirannya dihantui bayang-bayang Andrew yang tampan, membuatnya tersenyum senyum tapi seketika muncul bayangan Andrew yang usil dan sering mengejeknya dengan sebutan "Old Lady \= Wanita Tua".
Seketika wajah Lili berubah menjadi kesal. Sambil menusuk-nusuk kan sendok nya pada makanan ia bergumam kesal.
"Ehhh emang kamu siapa? Huh! Seenaknya muncul di kepalaku ihhhhh dasar yahh! Aku cabik-cabik nih"
"Membuatku frustasi saja dasar"
Sungguh Hati dan pikiran Lili tak sejalan hari ini. Ia mulai memupuk perasaannya namun di sisi lain Andrew adalah sahabatnya, ia khawatir perasaannya hanya sebelah pihak saja, ataukah ini adalah awal dari kehilangan sahabat.
Ada berbagai kecemasan yang timbul dan membuatnya geram akan hal itu.
"Jantung tolong jangan berdetak kencang, aku sangat malu"
Lili bergumam pada dirinya sendiri.
"Ahhhh sial mengapa rasanya hambar"
Sungguh Cinta dapat mematikan indra manusia.
_____________________________
Andrew nampaknya mengesampingkan kekesalan Lili, perutnya lebih di prioritaskan, ia menikmati makanan kantin kampus dengan lahapnya.
Satu, dua wanita dari jurusan lain mulai melirik Andrew, bahkan ada satu wanita yang berani mendatangi andrew dan makan semeja dengannya, itu membuat wanita lain nampak geram.
Wanita itu mulai mengakrabkan diri, dimulai dengan memperkenalkan diri hingga menanyakan waktu senggang Andrew namun wajah datar Andrew seakan menjawab "Aku tak peduli" dari tadi ia hanya terdiam menikmati makanannya.
Berbicara dengan Andrew seperti berbicara dengan tembok saja.
Wanita itu sungguh gigih ia mulai menuliskan nomor HP nya untuk Andrew pada secarik kertas dan menyodorkannya kepada Andrew.
"Aku tau kamu pasti akan menghubungiku, ambillah ini"
Langkah seorang pria asing menuju meja mereka dengan cepat, kemudian mengambil secarik kertas itu dan meremasnya. Pria itu terlihat marah.
"Oh jadi kamu putusin aku karena pria cecunguk ini?huh!" pria itu mulai naik pitam.
"Hei! Aku tak lagi tertarik dengan mu kau itu sangat menyebalkan" jawab si wanita
"Sudah berapa lama kau dengan si Brengsek ini"
__ADS_1
"Hentikan! Kau gak malu diliatin orang-orang?"
Pria dan wanita itu berdebat membuat mata seisi kantin tertuju padanya. Andrew tak menghiraukan kejadian itu dan melanjutkan memakan makanannya.
"Hei brengsek, kalau di ajakin bicara liat kemari"
Pria itu menarik kerah baju Andrew siap untuk memukul, namun dengan gesit Andrew menghindar.
Terjadi perkelahian di kantin itu, lebih tepatnya pria itu hanya menghabiskan tenaga mencoba memukul Andrew namun pukulannya hanya sia-sia karena dari tadi Andrew hanya menghindar.
Hingga akhirnya Andrew melayangkan pukulannya dan berhasil menjatuhkan si pria.
Pria itu akhirnya terjatuh
Karena malu makan sang wanita pergi dan meminta maaf atas kejadian yang tidak mengenakkan ini.
Sementara teman si pria datang menolong membawa si pria pergi dari kantin itu.
Orang-orang yang melihat kejadian itu nampaknya tak takut sekalipun. Ada beberapa orang yang sempat merekam perkelahian dan menguploadnya. Seluruh wanita di kantin itu makin bertambah menyukai sosok Andrew karena kejantanannya.
"Wah ku kira ia tipe yang pria dingin namun sangat jantan"
"Woah! Aku mau jadi pacarnya"
"Sungguh luar biasa"
Para wanita masih bergosip.
Lili yang nampaknya kepedasan menuju kantin, melihat keramaian ia malah bergabung di kerumunan wanita itu.
"Apa yang terjadi? Ada apa ini?" tanyanya yang penasaran
"Oh itu, tadi ada perkelahian"
Mendengar itu Lili berusaha melihat dan benar saja ia melihat Andrew.
Andrew yang selesai dengan urusan perutnya pergi dari kanti. Di pertengahan jalan ia di jitak oleh Lili yang nampaknya menunggu ia mendekat padanya.
Bukan hanya menjitak namun menjewer telinga Andrew.
"Yaa!! kau sudah gila, ngapain cari gara-gara tadi huh?"
"Ampun... ampun... sakit tau lepasin dulu"
"Sini ikut aku akan ku laporkan kepada Hani"
Mereka meninggalkan kantin dengan ending yang tak terduga, semua wanita hanya tertawa bahkan menyinyir dengan melihat kelakuan Andrew yang ternyata takut pada Lili.
_________________________
"Oh kamu yah! udah aku bilangin pergi susul Lili eh malah nyari gara-gara di kantin" sahut Hani
"Soal perut nomor satu "
Andrew menjawab dengan tersenyum
Di lain sisi, Lili masih saja diam dan tak mengeluarkan kata-kata sejak tadi.
__ADS_1
Karena mata kuliah sudah berakhir akhirnya Lili pamit lebih dulu pulang.
Ia langsung meninggalkan kedua sahabatnya.