Ada Apa Dengan Dosen Itu?

Ada Apa Dengan Dosen Itu?
Identitas Pak Dito


__ADS_3

Line!!! Line!!! Line!!!


Lili : “Tugas dari Pangeran Dito buat lusa udah selesai belum?”


Andrew : “Yah tentu saja”


Lili : “Tentu saja belum wkwkwkw :D”


Hani : “Gimana nih guys”


Lili : “Kerja kelompok yok"


Andrew: “Bisa-bisa ayok”


Andrew: “Kapan dimana?”


Hani : “Aku ngikut”


Andrew : “Di tempat lu aja Honey”


Hani : “Pengen gua tonjok?”


Lili : “Tau nih pagi-pagi udah ngegombal”


Hani : “gak bisa di tempatku”


Lili : “Yaudah di kos gua aja”


Andrew : “Bungkus”



“Honey siapa sih pagi-pagi nge Line ?” sambil memeluk erat istrinya yang masih terbaring di kasur.


“Oh ini grup chat di Line mas”


“Wah udah punya teman syukurlah, kalian ngebahas apa?”


“Tugas dari dosen yang paling ganteng katanya heheh”


“Aku yah? Ahahah”


“Idih amit-amit, itu katanya si Lili mas. Ayok bangun!” melepas pelukan suaminya lalu menyiapkan sarapan dan menuju kampus. Mas dito kali ini berbarengan dengan istrinya


“Mas turun disini aja”


“Ini 30 meter dari kampus kamu mau jalan?”


“Jadi mau turun di kampus? Ketahuan dong”


“Ya kan jauh yang” dengan nada khawatir suaminya berusaha membuat istrinya untuk berbarengan saja ke kampus.


“Tenang, kan ada ojek nanti aku naik itu aja”


“Yaudah hati-hati yang” lalu istrinya membuka pintu mobil dan keluar, ia menatap mobil suaminya hingga tak terlihat lagi. Hani menunggu ojek yang lewat, namun tiba-tiba muncul seorang pengendara motor yang singgah dihadapannya.


“Pesan Grab neng?”


“Eh elu Andrew? Sejak kapan jadi tukang grab hahahah”


“Ayok naik daripada jalan entar terlambat” Hani menaiki motor dan berboncengan dengan Andrew ke kampus, sesaat setelah memarkir motornya terlihat dari kejauhan Pak Dito memerhatikan keduanya.


Tatapannya begitu tajam mengisyaratkan kecemburuan.



----------------------------------------------------------

__ADS_1


------------------------------------------------


Lili datang menghampiri Hani


“Han kamu ada waktu ntar sore ayok ke kos kerja tugasnya my husband Dito ulala beibeh ummuah buccu ahh”


“Ehh alay amat lu ntar istrinya Pak Dito marah” timpal Andrew


“Lu dapat info dari mana dia udah punya wife?” tanya Lili, sementara Hani gugup dan salah tingkah lalu mengubah topik pembicaraan.


“I.. iyya nih ayok nanti sore cuss bungkus”


“Han ngomong yang bener dong gagap-gagap gitu”


“Han lu tau kalau Pak Dito udah punya istri?” tanya Andrew dan Lili, dengan sigap Hani menjawab


“Mana aku tau”


“Kirain kamu tau Han”


“Yang ku dengar-dengar katanya Pak Heri dosen Linguistic kita, Pak Dito punya istri yang kaya” Andrew mulai ngegosip


“Apaaahhh.... oh no I dont believe it” Lili terkaget dan menyimak gosip yang dikatakan Andrew. Lain dengan Hani, ia malah tertawa-tertawa tak jelas dan berusaha terlihat natural.(ujung-ujungnya terlihat aneh)


“Katanya Ibu Lina dosen Speaking kita, istrinya Pak Dito gak pernah diliatin atau gak ada sama sekali foto istrinya di Hp pak Dito”


Hani menyela dengan tertawa “HAHAAHAHAHAH” (sedang kesal).



“Menurut sumber dosen Grammar kita Pak Lutfi ada alasan mengapa Pak Dito gak ngepublish istrinya” Andrew semakin mengompori obrolan perihal istri Pak Dito.


“Kenapa emangnya” Lili mulai terpancing gosip Andrew


“Udah pasti istrinya jelek, gemuk dan galak kan.... hahahah” Andrew langsung di timpuk beberapa wanita dikelas. Sebelumnya hanya ada Lili dan Hani namun karena pembahasan masalah istri Pak Dito beberapa mahasiswi berjiwa jomblo akut mulai merapat untuk mendengar cerita Andrew.


Line!!


Mas ku : “Kamu sibuk?”


Honey : “Kayaknya aku agak sore pulangnya, mau ngerjain tugas”


Mas ku : “Oh iya hati-hati jangan lupa makan”


Honey : “Iya iya”


“Pesan dari siapa Han?” Lili mengejutkan Hani yang sedang bertukar pesan dengan suaminya


“Dari mas ku di kampung, hehehe” menjawab dengan spontan.


“Ayok berangkat!”


Mereka bertiga menuju kos-kosan Lili dan mengerjakan tugas dari Pak Dito yang akan segera dikumpulkan lusa.


\*\*\*


Waktu tak terasa sudah malam, mereka telah mengerjakan tugas yang diberikan oleh Pak Dito.


“Han mau aku antar? Atau ada yang jemput?” tanya Andrew


“Ahmmm... Lili bisa tolong antar gak?”


“Hmm... kenapa gak sama si Andrew aja Han?”


“Ohh itu... itu... karena”


Andrew langsung menimpali obrolan “Yasudah kamu aja yang antar Hani pulang, kasian di cari orag rumah, aku tau orang rumah pasti galak kan?”

__ADS_1


“Oh iya orang tua ku galak”


Lili kemudian mengantarkan Hani namun tak sampai di Depan rumah


“Han yakin gak mau diantar sampai ke rumah, sekalian aku pengen singgah nih”


“Gak usah, udah larut kamu pulangnya kemalaman nanti” (Ngeles)


“Yasudah ketemu besok yah Han”


Hani berjalan menuju rumah yang hanya berjarak beberapa meter dari tempatnya berdiri sekarang ini. Di depan rumah mas Dito sudah menunggu kepulangannya, mereka memasuki rumah lalu makan malam bersama, namun yang tak biasa kali ini mas Dito memasak masakan untuk istrinya.


“Bagaimana harinya? Lancar?”


“Iya, tugas udah selesai mas”


“Mau aku koreksi?”


“No, it’s a cheat you know”


“Wow my Honey speak in english, I’m so proud of you”


“Ofcourse I will improve my skill to fulfill my dream tobe a teacher”


“Ih udah satu minggu kuliah kayaknya istriku sudah pandai yah”


“Suaminya yang cerdas istri juga dong”



Sebenarnya mas Dito ingin menanyakan perihal siapa yang memboncengnya ke kampus, namun ia menahan pertanyaannya.


Setelah makan malam selesai sang istri terduduk di sofa sambil mereview ulang tugas dari mas Dito, seketika mas Dito mengusili nya dengan tidur dipangkuan istrinya


“Aduhh pusingnya” (Ngeyel manja pengen disayang)


“Ihhhh jangan ganggu, gak bisa fokus tau”


Mas Dito meraih tangan istrinya dan membuatnya menyentuh dahi sang suami


“Disini yang sakit”


“Oh disini, mana mau aku sentil sekalian”


“Sentil kalau berani”


Mereka terlibat perang sentil satu sama lain, hingga sang suami menahan kedua lengan istrinya lalu mengecup dahi sang istri, sang suami berpindah ke telinga istri dan berbisik


“Aku mencintaimu, aku bersyukur kau ada disini sekarang”


Sang istri lalu memeluk erat suaminya itu sementara suaminya membelai lembut kepala sang istri.


“Mas aku berjanji setelah lulus nanti kita akan memiliki anak”


“Sampai hari itu tiba tetaplah seperti sekarang ini”


“Aku berjanji mas”


Mereka berkelakar semalaman membicarakan perihal anak dimasa depan mereka, mereka tertawa akan semirip siapa anak mereka. Lagi-lagi mereka terlelap namun mas Dito terbangun dan menggendong istrinya menuju kamar, dia merebahkannya dengan perlahan dan menyelimutinya sambil mengecup keningnya beralih membisikkan kata selamat malam.


Mas Dito mematikan lampu bersiap untuk menjemput mimpi lalu seketika tangan istrinya memeluk suaminya, beginilah akhir untuk hari yang panjang ini.


-Bersambung-


Note: Hy sahabat Nuna terimkaasih telah membaca sampai epsode 3 yeeyyyy✨✨✨🎉


Terus dukung nuna berkarya

__ADS_1


__ADS_2