
***Inilah puncak acara kita malam ini yaitu pemilihan King dan Queen yang akan lolos ke babak final
Dan siapakah keempat finalis yg maju ke babak final?
Finalis pertama, dari kelas BIG D semester 1 dengan tema Thailand***.......
Semua orang di tempat itu bertepuk tangan menyambut pasangan finalis pertama yang di sebutkan tadi. Namun itu tak berlaku dengan kelas Hani dkk, mereka semua menantikan nama kelas mereka disebutkan. Andrew dan Hani hanya bisa terdiam menunggu nama mereka dipanggil. Dilain sisi Lili menengadahkan tangannya berharap nama kekasih dan sahabatnya itu bisa lolos ke babak final.
***Pasangan kedua yang lolos menuju final King dan Queen, beri tepuk yang meriah untuk kelas BIG B semester 3 dengan tema Jepang.......
Pasangan selanjutnya dari kelas BIG A Semester 5 dengan budaya Vietnam***......
Kelas Hani hampir bersorak gembira mereka kira kelas mereka yang disebutkan tadi tapi ternyata itu adalah kelas BIG A Semester 5 alias senior mereka, sekarang hanya tersisa satu pasangan lagi yang akan disebutkan semoga saja kelas mereka lolos kali ini.
Baiklah untuk pasangan terakhir beri tepuk tangan yang meriah untuk Kelas BIG A Semester 3 dengan tema budaya Belanda........
Sontak kekecewaan mewarnai kelas Hani, bukan main persiapan mereka tiga bulan ini menyiapkan properti baju bahkan tarian untuk festival terasa sia-sia. Satu persatu dari mereka keluar dari gedung Aula serba guna itu. Tak terkecuali Andrew dan Hani yang nampak lesu kekecewaan sudah pasti tersirat di wajah kedua orang itu.
Seorang pria bertopeng mendatangi Hani yang tak lain adalah suaminya. Ia memberikan minuman kepada istrinya itu sebagai penyemangat. Lalu Lili dan Andrew yang melihat kejadian itu menghampiri pasangan itu.
"Ya! Nampaknya kamu punya fans rahasia yah Han"
timpal Lili
Diperhatikannya dari ujung kepala sampai ujung kaki, namun Lili dan Andrew tak bisa menerka siapa fans Hani yang memberikannya minuman itu. Pasalnya si penggemar itu memakai kostum teddy bear Cony yang menutupi badannya.
__ADS_1
"Hey! Siapa didalam?"
"Jangan berani-berani melewati batas yahh, jika ingin mendekati Uri Hani kau harus berurusan dengan kami"
"Ahhh hentikan tidak apa-apa kok dia kan cuma memberiku minuman saja" timpal Hani.
Si tuan beruang menganggukkan kepalanya dan membuat gestur lucu yang sukses membuat Hani dkk tertawa, kemudian tuan beruang itu pergi sambil memberi simbol Hati dan melambai ke arah trio sahabat itu.
"Pew~ Akhirnya aku dapat meloloskan diri dari mereka" gumam Pak Dito
"Aku tak perlu meminta izin kalian jika menemui istriku sendiri hahah" gumamnya lagi tersenyum.
________________________________
Soreh itu... Di Stand
Nampaknya wajah semua teman kelas Hani sangat murung. Ada beberapa dari mereka yang tak bersemangat ada juga yang bergosip atas keputusan juri.
"Iya aku setuju denganmu"
"Sudahlah don't cry over the split milk. jangan menyesali apa yang sudah terjadi"
Di sela-sela itu Andrew muncul dengan membawakan teman-temannya Pizza dan minuman dingin berharap ini bisa sedikit menghibur hati teman-temannya. Seketika kerumunan yang nampak sedih itu bangkit menyerbu pizza yang dibawa oleh Andrew. Sungguh kelas yang aneh namun cukup seru juga melihat keadaan mudah membaik.
"Tenanglah! Kan masih ada tahun depan"
"Padahal kita udah milih Visual yang tingkat dewa dan dewi dikelas kita kok gak menang yahh"
__ADS_1
"Hei! Visual bukan segalanya tau"
"Sudah-sudah ayo makan"
Andrew hanya ikut tertawa melihat keseruan teman-temannya. Kemudian matanya melirik Lili ia mendekati Lili dan memberikannya jus alpukat.
"Kamu gak apa-apa?" tanya Andrew
"Aku kesal dengan Juri dan panitianya, entah apa yang menjadi bahan penilaiannya"
"Perasaan aku yang kalah kenapa kamu yang merasa kesal hahah" goda Andrew
"Ih! kan aku menyemangati mu jadi wajar saja kalau kau kalah aku juga ikutan sedih"
"Aigoo! Imutnya"
Tangan Andrew menyentuh dan mengacak rambut Lili. Namun suasana mulai hening membuat mereka melihat kearah teman-temannya yang sedari tadi disibukkan oleh makanan. Dan benar saja teman-temannya melihat gerak gerik Andrew dan Lili yang tak biasa. Bahkan sangking kagetnya pizza yang di pegang ketua tingkat terjatuh ketanah.
Saat itu si ketua tingkat ingin angkat bicara namun langsung di cegat dengan kedatangan Hani yang datang tiba-tiba memecah keheningan. Dengan terengah-engah ia mulai angkat bicara.
"Big news! Big News! Panitianya salah sebut kelas guys kita lolos babak final, kita lolos"
"Yeeeeeeyy!!!"
Semua orang-orang di stand itu bersorak riang seperti sedang memenangkan tiket lotre. Tidak sia-sia akhirnya kerja keras mereka terbayar, tinggal satu langkah lagi menuju kemenangan yang mutlak.
Untung saja Hani datang saat itu, Andrew dan Lili nampak lega terselamatkan oleh keadaan yang tak terduga. Namun tetap saja ia merasa sedih karena belum bisa memberitahukan kepada Hani kalau mereka berdua sudah resmi jadian. Mereka berdua berjanji setelah kegiatan ini mereka akan mengumumkan status mereka.
Hani terlihat bingung untuk persiapan final King dan Queen besok, pasalnya besok malam adalah puncak kegiatan dimana para peserta harus menunjukkan bakat mereka. Ia sedari tadi memikirkan bakat macam apa yang akan ditampilkannya. Tak berlaku dengan Andrew nampaknya ia sudah memikirkan bakat macam apa yang akan ditampilkannya besok, ia malah tak sabar untuk segera menghadapi hari esok.
Kini stand itu mulai berbenah, beberapa mahasiswa terlihat sibuk membereskan lapak mereka, mereka mengangkat sisa bahan makanan jualan mereka. Di kejauhan nampak seorang pria asing yang memerhatikan gerak gerik stand Hani dkk. Ia berdiri tepat di kegelapan namun senyumnya masih bisa terlihat akibat sinar bulan, wajahnya samar-samar tak kentara. Lili bertemu pandang dengan pria itu, namun tak lama pria itu pergi begitu saja.
__ADS_1