
Akhirnya hari-hari melelahkan telah usai, dan saatnya menghadapi realita kampus dimulai dengan tugas-tugas yang menumpuk. Bayangkan saja dalam waktu kuliah satu minggu ini ada beberapa mata kuliah yang memakai sistem kebut semalam. Bahkan pertemuan di ropol menjadi 4 kali pertemuan dalam satu hari. Matilah mahasiswa yang tak datang hari ini.
"Finally the day was end, tapi tugas numpuk parah gila"
"Aduhh gimana dengan nasib teman-teman kita yang gak datang hari ini, pasti langsung alfa empat kali pertemuan"
"Iya parah betul kehidupan kampusðŸ˜"
Pasangan Andrew dan Lili nampaknya akhir-akhir ini makin dekat saja, walaupun sebelum pacaran pun mereka nampak akrab namun tetap saja ada atmospher yang berbeda dari kedua insan itu. Namun karena masih kurang sumber informasi terkait hubungan mereka, para mahasiswa hanya bisa menerka-nerka saja perihal hubungan mereka.
Hani akhirnya datang juga, sang primadona kampus kita, memenangkan kontes Queen EGT 2019 membuat namanya dikenal seantero kampus apalagi di prodi bahasa inggris. Masih banyak orang-orang yang kagum dengan tarian yang ia bawakan kemarin. Senyum merekah dibibir wanita itu, sambil malu-malu menutupi wajahnya ia memasuki ruang kelas itu dengan sambutan hangat kawan-kawannya.
"Wiss look!! siapa yang datang"
"Tentu saja sang sang ratu Hani hehehe"
"Selamat yahh Han" para mahasiswa berkomentar.
"Ahh ini semua terjadi berkat support dan usaha kita semua juga hehhe" Hani sangat rendah hati membalas guyonan-guyonan teman-temannya itu.
"BTW aku gak habis pikir mengapa akhir-akhir ini Lili semakin nempel dengan Andrew?" tanya salah seorang mahasiswa kepada Hani
"Ahhh! Perasaan mu saja, kita kan memang selalu dekat"
__ADS_1
"Iya juga sihh tapi, tak ada kata persahabatan antara Pria dan Wanita. Pasti ujung-ujungnya baper"
Hani terus memikirkan kata-kata itu, hampir saja dahulu ia baper oleh tingkah Andrew yang begitu manis kepadanya. Untunglah semua dapat diselesaikan dan suaminya dapat mengerti posisinya saat itu. Tapi semakin di pikir-pikir memang ada sedikit perbedaan kedekatan Andrew dan Lili akhir-akhir ini. Ataukah hanya kebetulan saja jika Lili menghilang entah kemana pasti Andrew akan hilang juga setelahnya, begitupun sebaliknya. Pikiran Hani sungguh tak bisa berfikir sekeras itu untuk mendapati jalan keluarnya, ketika dirasa berat ia akan membiarkannya saja mengalir.
__________________________________
Siapa pria itu?
Sosok pria berjalan dengan deburan angin sepoi-sepoi menjelajahi lorong kelas Prodi Bahasa Inggris, sesekali ia mengibaskan jaket miliknya bergaya seperti pria nakal dengan tatapan yang tajam siap menancapkan panah asmara miliknya kepada siapa saja yang menatapnya lama.
Pria itu berhenti di depan pintu kelas Hani, ia menoleh dan benar saja ia mendapati seorang wanita yang kemarin malam kabur dari genggamannya. Ya betul wanita itu adalah Lili. Kemudian ia melambaikan tangannya untuk menyapa Lili.
Lili kemudian terkaget mendapati Chen telah berada di depan kelasnya, ia sungguh tak ingin bertemu dengan pria apalagi berurusan dengannya lagi. Bisa-bisa akan ada perang Badar jika Andrew melihat kehadiran Chen saat ini. Dengan memaksakan bersikap ramah Lili menyapanya balik
"Oh hy!"
"Kau lupa namaku, padahal kemarin malam nampaknya tak akan terlupakan"
Mendengar Chen melontarkan kata-kata itu berhasil membuat teman-teman Lili menyoraki mereka berdua, bahkan mereka malah memperhatikan kedua orang itu dengan serius bisa-bisa menjadi hot news selanjutnya.
"Apa maksudnya? Kita bahkan tak melakukan apa-apa selain bermain panah cupid heheheh" dengan ekspresi kesal sambil memaksakan senyumannya Lili menjawab.
__ADS_1
"Prodi tekhnik jauh loh dari sini, tapi aku bela-belain datang karena masih ada perasaan yang tertunda malam itu"
"Maaf sebaiknya jangan bahas hal-hal konyol sekarang, aku hanya menganggap itu sekedar permainan"
Kemudian Andrew datang membuka pintu, sontak semua mahasiswa beralih fokusnya ke Andrew. Apakah perang badar sudah dimulai?. Melihat kedatangan Andrew selanjutnya Chen pamit mengundurkan diri. Ia melewati Andrew dengan tatapannya yang tajam seolah-olah mengangkat bendera perang yang artinya siap berperang.
Andrew kemudian memasuki ruangan dan kelas kembali normal. Lili terlihat panik sekarang entah apa yang akan ditanyakan kekasihnya itu dan bagaimana menjawab pertanyaan-pertanyaan yang akan dilontarkan kekasihnya membuatnya sedikit cemas.
"Bukankah pria itu yang kemarin malam?"
"Ahh iya itu...."
"Tak akan kubiarkan mengusik mu tenanglah"
Â
Kata\-kata Andrew semakin membuat hati Lili berputar seperti biang lala yang meriah. Sungguh, tidak hanya tampan namun dia adalah pria yang tak mau miliknya diganggu oleh orang lain.
Â
__ADS_1