
"Tttunggu... Andrew aku juga suka dengan mu"
Sambil menahan langkah Adrew dengan menarik lengan bajunya wajahnya nampak sedih bercucuran air mata. Seakan inilah puncak dari perasaannya yang selama ini ia tahan. Namun bagaikan bibit sedalam-dalamnya kau mengubur pada akhirnya akan tumbuh menjadi kecambah, begitulah Cinta.
Andrew berbalik kembali dan mendekap tubuh Lili, dipeluknya dengan hangat sambil membelai rambutnya. Akhirnya perasaan diantara mereka tumpah, mereka kini mengatakan kejujuran masing-masing.
"Jangan menangis, kenapa kau menangis seperti anak kecil saja"
"Yaaaa!!! Kau benar-benar membuatku gila"
Lili kemudian memukul pundak Andrew sambil menangis, ia mencurahkan kekesalannya karena selama ini ia berusaha memendam rasa cintanya sendiri terhadap sahabatnya sendiri.
"Jadi aku anggap ini adalah Hari pertama kita" Andrew tersenyum puas sambil mengatakan hari jadi mereka
Lili masih terlihat canggung dan malu atas kejadian malam ini, ia hanya menganggukkan kepalnya tanda setuju dengan perkataan Andrew. Akhirnya pasangan Lili dan Andrew resmi pacaran, namun Hani dan orang-orang di kelas belum mengetahui berita besar ini.
_________________________________
Mengantar Pulang
Andrew berjalan bersama Lili, mereka berdua nampaknya sangat canggung setelah melepas status persahabatan mereka.
"Ayo aku antarkan pulang Lil"
Andrew memasangkan Helm itu, Lili masih tak percaya bahwa orang yang ada dihadapannya kini adalah pacarnya, pipinya merona kemerahan.
"Hemm kamu pasti masih canggung yah? Gak apa-apa jalani saja dulu" kata Andrew.
Akhirnya mereka pulang menaiki motor itu, Lili pelan-pelan melingkarkan tangannya pada perut Andrew. Andrew merasa kaget dan tersenyum lalu memegang tangan Lili sejenak. Lili kini menyandarkan kepalanya ke bahu pria itu, dengan nyaman mereka mengarungi metropolitan di balut cahaya-cahaya malam.
__ADS_1
Akhirnya mereka sampai didepan tempat tinggal Lili.
"Kalau begitu aku masuk duluan"
Lili bergegas membalikkan badannya dan melangkah masuk kedalam kos-kosan itu. Andrew yang memerhatikan sikap Lili hanya bisa tertawa melihat kelakuannya yang membuatnya tambah gemas.
"Lili!" teriak Andrew
Lalu Andrew melambaikan tangannya kepada lili dan membuat simbol hati. Wajah Lili bertambah merona karena orang yang disukainya lagi-lagi berhasul membuat hatinya berdebar kencang malam ini.
Malam ini sungguh malam yang tak akan pernah dilupakan pasangan baru itu, dimulai dari pertengkaran, ungkapan perasaan, bahkan sedikit tangis yang tercurahkan akan selalu dikenang.
Andrew memasuki kamarnya, ia merebahkan tubuhnya sambil tersenyum memikirkan kejadian hari ini. Sungguh tak sabar ia menjemput hari esok.
Andrew: "Kau belum tidur?"
Lili : "Belum, kamu?"
Andrew : " Aku lagi ngechat kamu kan hehe"
Lili. : "Tidurlah, besok kan sibuk untuk festival
Andrew : "Hampir saja lupa, kalau begitu tidurlah juga"
Lili. : "Selamat malam"
Andrew : "Selamat malam sayang"
Lili. :"❤"
__ADS_1
Tampa berfikir panjang Lili mengirimi emotikon Hati kepada Andrew, karena tak di sangka ia dipanggil sayang oleh sahabatnya sendiri. Sungguh kedua isan itu di mabuk cinta sekarang, malam ini adalah sebuah keajaiban bagi mereka.
_________________________________
Hari kedua Festival
Ada yang tak biasa hari ini, Andrew berboncengan dengan Lili ke kampus, ia memarkirkan motornya kemudian Andrew membawakan barang-barang Lili menuju kelas. Orang-orang memperhatikan gelagat mereka dan berimajinasi atas apa yang telah mereka lihat.
"Wah wah lihat siapa yang datang, seingatku kemarin malam kalian terkunci di dalam kelas" sahut salah satu mahasiswa yang membukakan pintu kepada mereka kemarin malam
"Hemmm!!!"
Andrew memberi isyarat untuk menutup mulut temannya itu.
"Tapi aneh kemarin malam kalian keluar tampak emosi, kok sekarang kalian lebih dekat yahh?" timpalnya lagi memanasi suasana di kelas itu
"Apa maksudmu? Kalian pasti tau kan kalau sahabat selalu bertengkar dan baikan. Ini kan wajar-wajar saja" sahut Hani yang merangkul kedua sahabatnya itu.
"Dari pada kebanyakan ngelantur lebih baik bantuin angkat ini ke stand" perintah Lili mengelak
Hani kemudian mempersiapkan dirinya untuk di dandani oleh Lili dan begitupun Andrew. Senyuman Andrew terlihat sembunyi-sembunyi di nampakkan. Sesekali ia sok menyibukkan diri padahal tujuan utamanya adalah mencuri-curi pandang dengan Lili.
Akhirnya Hani selesai, kini giliran Andrew yang akan di makeup oleh pacarnya itu. Dengan wajah yang penuh senyum Lili menyentuh wajah kekasihnya. Sesekali ia meladeni tatapan Andrew, tatapan menggoda yang berhasil membuat Lili tertawa.
Andrew berbisik kepada Lili menanyakan kabarnya hari ini kemudian melakukan Aegyo yang sontak membuat Lili tertawa terbahak-bahak, karena baru kali ini pria dingin itu bersikap 360 derajat berbeda dari sebelumnya.
"Hei! Bagaimana kabarmu?"
"Aku baik-baik saja, kalau kamu?"
"Aku... tidak baik-baik saja"
"Kenapa bisa, kamu sakit? Yang mana sakit?"
Kemudian Andrew menunjuk dadanya diikuti sorot mata Lili mengarah pada dada kekasihnya. Namun kemudian Andrew menunjukkan simbol Heart menggunakan jarinya kepada Lili.
"Yahh!!! Hentikan gombalannya fokuslah"
__ADS_1
Lili boleh saja berkata seperti itu tapi rona di wajah Lili tak dapat berbohong kalau dia menyukai gombalan itu. Ia melanjutkan kegiatannya dan menyelesaikan makeup Andrew.
-Bersambung-