Ada Apa Dengan Dosen Itu?

Ada Apa Dengan Dosen Itu?
Memastikan Rasa


__ADS_3

"Selamat Pagi Andrew!"


Karena tiba-tiba, Andrew terkaget dengan sapaan Hani. Hari ini Andrew memikirkan banyak sesuatu, dadanya selalu gatal ketika mengingat kejadian-kejadian yang mendekatkannya pada Lili.


Ia selalu menghembuskan nafas berat, seolah bingung dengan dirinya. Andrew memiliki dua prinsip dalam kamus persahabatannya.


Jangan bersahabat dengan wanita


Jangan melanggar batasan persahabatan


Namun sialnya sejak hari pertama ospek hingga kini tak ada laki-laki yang betah menjadi teman karibnya.


Pertama Joe, Andrew sudah berusaha mengakrabkan diri namun karena ketampanan Andrew, Joe memutuskan menjauhinya. Ketika jalan bersama Joe pasti banyak wanita yang membandingkan mereka sehingga menimbulkan ketidak nyamanan.


Kedua Ferdi, Andrew mencoba membangun persahabatan dengannya, namun kesukaan mereka berbeda. Dari hobi, makanan, fashion dan masih banyak lagi. Mereka sering berselisih.


Pada akhirnya dia bertemu Lili dan Hani, hingga saat ini masih belum ada masalah serius diantara mereka, dan Andrew merasa baik-baik saja berteman dengan mereka, namun tetap saja ia melanggar kamus persahabatan Nomor Satu.


Andrew merasakan dilema, jika melanggar peraturan nomor satu, maka ia harus bersiap melanggar batasan antara dirinya dan kedua sahabatnya.


"Heii kamu kenapa ngelamun terus dari tadi?"


"Ah tidak kok"


Andrew selalu berdalih, kemudian beberapa saat Lili datang ke kelas, dari caranya membuka pintu hingga angin yang menghembuskan rambutnya terlihat indah, bahkan Andrew merasa waktu berputar lambat kala itu.



Perasaan yang membuat dadanya gatal, bahkan mekbuat tingkahnya aneh.


"Hy selamat pagi guys"


"Pagi Lil, udah selesai tugasnya?" tanya Hani


Andrew tak menjawab sapaan Lili ia berusaha menghindari kontak mata dengannya. Ketika Lili berbincang dengan anak-anak di kelas, mata Andrew tak bisa melepaskan pandangannya pada manis senyum dan paras Lili. Lagi-lagi dadanya bergejolak, ia mengusap-usap dadanya


"Tenanglah jantung, ada apa dengan mu? Huh?"


Andrew bergumam sendiri.


"Andrew, kamu ngapain sih dari tadi?" tanya Hani


"Ah.. tidak ada apa-apa kok"


"Kalau begitu ke kantin yuk, lapar nih. Hei Lili ayok makan bareng" Hani menyoraki Lili.


Lili berbalik ke arah mereka berdua, lagi-lagi waktu berjalan lambat ada sinar yang menerangi wajah Lili seolah-olah ia melihat seorang malaikat jatuh dari surga.


"Yahh ngapain ngajak Lili sih"


"Loh bukannya kita selalu makan bareng kan"


Andrew benar-benar salah tingkah sekarang.


_______________________________



Di kantin mereka mengantri mendapatkan makanan.


"Halo mau pesan apa?" tanya pelayan di kantin

__ADS_1


"Aku nasi goreng telur satu, air mineral satu" jawab Hani


"Aku mau gado-gado sama jus jeruk" Jawab Lili.


Andrew hanya bingung, perhatiannya selalu teralihkan


"Hei! anak manja, pesan apa?" Lili menarik lengan Andrew, karena terkejut ia langsung spontan memesan menu yang tidak pernah ia makan.


"Aa...aku pesan belut, yahh belut goreng"


"Heh? Aneh entah apa yang merasuki mu, selera mu berbeda hari ini"


"Hahahahahahah" Lili dan Hani tertawa terbahak-bahak.


Tiba saatnya mereka makan, kedua sahabatnya sangat lahap menikmati. Namun berbeda dengan Andrew yang sedari tadi hanya mengacak-acak makanannya.


Andrew bergumam


"Apa yang telah kau lakukan pada ku Lili? Kau sungguh jahat dan sebuah karunia yang hadir bersamaan"


Akhirnya mereka menyelesaikan makan siang. Saatnya belajar, Akhirnya dosen yang di tunggu-tunggu datang. Pak Dito baru saja memasuki kelas Hani, karena insiden penculikannya kemarin banyak mahasiswa yang prihatin dan marah kepada Bu Jessica, namun masalah ini telah terselesaikan.


Dosen itu masih saja berhasil memecah fokus kelas, semakin hari ia semakin memikat hati para mahasiswi, dan mematahkan semangat para Mahasiswa yang merasa terasingkan.


 


***Thor: Hahahha sabar yahh kegantengan anda tersaingi oleh karakter pak Dito***


 


"Good afternoon student, Finally I got this class, kalian merindukan ku? Sayangnya akan banyak tugas kedepannya untuk kalian"


Kelas berlangsung sampai satu jam, Hani hanya bisa menahan tawanya ketika Suaminya berusaha menatap matanya untuk menggoda, rasanya menggelitik.


"For your Information, jadi akhir tahun ini akan ada kegiatan tahunan program study kita jadi saya harap kelas ini ikut berpartisipasi"


"Kegiatan apa Pak?" tanya ketua tingkat di kelas itu


"English Got Tallent, ini adalah festival terbesar yang diadakan program study kita dan akan banyak lomba"


"Ohhhhh" (Para Mahasiswa)


"Kalian bisa melihat pamfletnya di mading, so for the last I say Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh"


"Wa'alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh"


Serentak para mahasiswa menjawab salam Pak Dito.




__________________________________


Akhirnya mereka bertiga melihat pamflet English Got Tallent, ada begitu banyak lomba yang di adakan.


Mata Lili dan Hani tertuju pada satu lomba yang menurutnya sangat menarik.


"Wah lihat ini Hani!"


"Wahh hebat kereeennn"

__ADS_1


"Andrew sini lihat lomba ini sangat menarik"


"Wah iya yah menarik"


"Hei! bagaimana kalau kamu ikutan lomba ini dan mewakili kelas yah" pinta Hani


"Kalau di lihat-lihat postur tubuh mu juga cocok dengan lomba ini kalau wajah yahh, bisa di perbaiki dengan make up" Lili melihat tubuh Andrew dan menganalisnya


"Yahhh!! Apa yang kau lihat jangan mesum yahh"


"Aku hanya berusaha menganalisis mu, ihhh ke PD-an amat sih"


Andrew menutupi badannya karena malu di lihat-lihat oleh Lili


_________________________________


Ada apa dengan Andrew?


Andrew sedang berada di kamarnya, ia berjalan dan melihat dirinya di cermin, kemudian mengambil pose-pose yang menggelikan. Ia berusaha nampak seperti model namun dia hanya terlihat konyol


"Ahh benar juga, mungkin aku harus menonton video model di youtube, Aha! aku harus membentuk tubuh"


Ia mulai melakukan push up secara tiba-tiba


"1,2,3,4,5,6,..10....20..."


Tiba-tiba sekertaris nyonya Kim masuk dan melihat Andrew yang bertingkah aneh.


"Hemm... hemm.. Tuan anda sedang apa?"


"Membentuk roti sobek"


"Ingin ku daftarkan keanggotaan Gym?"


Andrew menghentikan push up-nya lalu berdiri dengan Akwarndya.


"Daftarkan aku segera... hemm..." Andrew mengatakannya dan pergi berlalu begitu saja.


Akibat Lili yang sedari tadi mengomentari tubuh Andrew, ia bertekad membuat dirinya terlihat lebih gagah dan ia ingin mencoba mengikuti English Got Tallent.



?


Bersambung


.


Halo para Readers, terimakasih telah membaca sampai episode ini, Nuna sangat bersemangat dan sangat menghargai dukungan kalian.


.


Kedepannya Nuna bakalan ngajuin kontrak ke pihak MangaToon, Nuna mohon buat para readers untuk dukungannya dengan spam like dan komentar di novel ini.


.


Oh iya episode-episode selanjutnya bakalan seru jadi pantengin terus yahh


Sekali lagi terimakasih


🌟🌟🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


__ADS_2