Ada Apa Dengan Dosen Itu?

Ada Apa Dengan Dosen Itu?
Hani meet Jessica


__ADS_3

Jessica yang kesal kini mengendarai mobilnya, ia pulang ke apartemen yang kelihatan mewah.


Ia memarkirkan mobilnya kemudian menaiki lift menuju lantai 23, pintu lift terbuka ia menuju kamar apartemennya. Direbahkan nya tubuh itu sejenak lalu ia bangkit dan membayangkan Pak Dito sambil tersenyum sinis.


Sekarang ia menuju sebuh ruang tersembunyi, dia buka pintu itu dan memasukinya. Ada banyak benda-benda di dalam ruang itu.


Jesicca menyalakan lampu, cahayanya menerangi ruang gelap itu. Ada banyak foto terpajang di dinding, ada manekin disudut meja cetak foto. Manekin itu setinggi pria dewasa, wajah manekin itu ditempeli foto Pak Dito.


Sekarang sudah jelas bahwa foto-foto yang dipajang adalah foto Pak Dito yang diambil diam-diam oleh Jesicca.


"Aku selangkah lebih dekat lagi denganmu kali ini hahahahhaha"


suara Jesicca sungguh menakutkan.


Jesicca sedari muda punya kelakuan yang aneh, dia menyukai seseorang dengan berlebihan. Rasa kepemilikannya sangat tak wajar. Apabila ia menyukai seseorang dia akan mengikutinya lalu mengoleksi benda-benda yang berhubungan dengan orang yang disukainya.


Di pernah ketahuan dengan perilakunya, namun entah bagaimana permasalahan itu langsung terselesaikan begitu saja. Sekarang ia bekerja sebagai dosen baru di Universitas Cokro, orang yang disukainya sekarang adalah Pak Dito






Mas Dito membuka pintu rumahnya, nampaknya Hani belum pulang juga. Mas Dito membuka dasi dan kancing bajunya ia menuju kamar tidur.


Di pertengahan jalan ia terhenti, ada banyak bunga mawar bertebaran menuju kamar tidur. Mas Dito mulai tersenyum seperti orang kasmaran saja. Ia sangat senang langkah demi langkahnya mengikuti bunga itu hingga sampailah ia di kamar tidur.



Didalam kamar tidur itu ada lebih banyak bunga dan lilin. Kini jalan di kamar itu sangat berwarna dan terang, seperti karpet merah yang menyambut pengantin baru.


Tangan mungil seorang perempuan menutup mata suaminya, suaminya lalu menggenggam tangannya sambil tersenyum.


"Sudah lama kita tidak melakukannya"


Istrinya tersipu malu tak membalas perkataan suaminya, ia membalas ciuman suaminya lalu suaminya memeluk erat tubuh sang istri, tangannya membelai kepala istrinya.


Mereka akhirnya menghabiskan malam yang panas untuk kesekian kalinya.


Suaminya masih bersemangat sementara Hani sudah terlelap di samping Mas Dito. Melihat itu ia hanya bisa berbaring di samping istrinya dan mereka berdua akhirnya terlelap.


\*\*\*


5 Hari kemudian


Hani pulang dari toko swalayan ia berjalan sambil menerima panggilan suaminya.


"Mas kamu dimana?"


"Oh aku masih di mobil"


"Kamu tadi singgah beli daun bawang kan?"


"Iya sudah, tenang honey"


Hani sangat bersemangat hari ini, karena Mas Dito akhirnya pulang dari seminar. Sudah lima hari ia hanya berkabar melalui telepon saja.


Sesampainya di ujung lorong langkah Hani terhenti ia mendengar ada seseorang yang sedang membuntutinya. Namun ia melanjutkan langkahnya, hanya beberapa langkah saja ada seseorang yang mendekati Hani, ada tangan yang menepuk pundak Hani.


"Mbak kamu menjatuhkan ini tadi"


seorang wanita bermasker dan berpakaian hitam memberikan botol saus tomat yang Hani jatuhkan di jalan.


"Oh terimakasih"

__ADS_1


"Mbak asli sini? tinggal disini?"


Tanya si wanita misterius.


Hani hanya mengangguk lalu pergi begitu saja. Wanita itu membuka maskernya dan dia adalah Jesicca




Jessica memantau sebuah rumah dengan kameranya.


Namun ia segera berhenti ketika sebuah mobil hitam itu melintas dan menuju rumah Mas Dito, nampaknya ia sekarang telah mengetahui tempat tinggal Mas Dito.


" Aku penasaran siapa wanita itu, dia adalah salah satu mahasiswi di kelas ku" gumam Jesicca.


Sementara itu Hani menyambut suaminya yang telah lama belum ia temui karena pergi luar kota. Ia memeluk suaminya begitu erat melepaskan semua kerinduannya.


"Mas mana oleh-oleh ku?"


Mas Dito mengeluarkan bingkisan hadiah untuk istrinya.


"Wah makasih mas"


Hani tampak sangat senang, Mata Mas Dito langsung melihat ke arah dapur di mana telah tersaji beberapa menu makanan kesukaannya.


Mereka berkelakar di meja makan, menceritakan apa-apa saja yang telah mereka lalui selama lima hari ini.


"Mas tadi aku dari toko swalayan, ada seorang wanita yang memberiku saus tomat katanya terjatuh"


"Kamu kenal?"


"Tidak Mas, yang anehnya setelah aku mengecek keranjang belanjaan ternyata aku tak menjatuhkannya sama sekali, aneh kan mas?"


"Berhati-hatilah jika keluar sendirian dimalam hari, sekarang sedang rawan jika ada yang mencurigakan segeralah telpon aku yahh!"


Keesokannya Lili tiba lebih dulu di Kampus, ia nampak sangat kesal karena Andrew terus-terusan mengejeknya dengan panggilan "Si Wanita Tua"


"Eh! kan udah gua ganti enggak ada kata "Keriput" lagi kan"


Andrew tambah memperkeruh suasana


" Eh! aku itu lebih muda dari kamu yahh dasar 201"


Ejek Lili membalas ejekan Andrew.


Karena merasa kesal ia langsung keluar dari kelas, pada saat itu Hani berpapasan dengan Lili di pintu kelas, sontak ia kaget dengan wajah Lili yang sangat kesal.


"Hei Andrew kamu yang bikin Lili kesal lagi?"


Sambil menimpuk Andrew dengan tas miliknya


"Ahhh... ahhh ampun toooloong, iya iya gak akan kulakukan lagi"


"Cepat sana minta maaf"


Pada saat Andrew ingin menyusul Lili, namun tiba-tiba Lili masuk kembali ke kelas


"Ehh cepet betul marahnya hehehe" Andrew mulai menggodanya


"Gua masih marah yahh, tapi Bu Jessica ada diluar ia mengajar di kelas kita hari ini.


"Oh"


"Eh! urusan kita belum selesai yah, awas aja lu"


Bu Jessica nampak begitu cantik, ia adalah Dosen Grammar termuda yang bekerja di Kampus Cokro. Ia amat murah senyum namun menyembunyikan sifat aslinya yang suka menguntit orang yang disukainya

__ADS_1



Bu Jessica mengabsen nama para mahasiswa.


"Andrew!"


"I'm here miss"


"Lili!"


"Yes miss"


"Hani!"


"Yes I'm"


"Do you have a brother?" tanya dosen wanita itu.


"Yes miss" jawab Hani


Bu Jessica sengaja menanyakan hal tersebut untuk mengetahui ada hubungan apa antara Pak Dito dengan Hani.


Bu Jessica mengira bahwa Hani dan Dito adalah saudara kandung, maka wajar saja ia tinggal bersama.


Bu Jessica melanjutkan absennya lalu menerangkan mata kuliah grammar.


\*\*\*


Pak Dito berpapasan dengan Hani, lalu Pak Dito menyenggol Hani dengan sengaja, tertawa lalu pergi.


Dari kejauhan Bu Jessica memperhatikan gerak geriknya. Ia masih mengerti bahwa sesama saudara memang tidak apa-apa saling menjahili.



Bu Jessica menyapa Hani


"Oh hi... Kamu Hani kan?"


"Oh!... Bu Jessica, hi"


" Kapan-kapan kita makan siang bersama yah akan aku traktir"


Sapa Bu Jessica dengan ramah.


"Iya Bu kapan-kapan"


Bu Jessica memanfaatkan kesempatan ini untuk mengulik informasi Pak Dito.


Bu Jessica kembali ke ruangan staff dosen, di sana ada beberapa staff dosen yang sedang beristirahat dan bercerita tentang betapa enaknya masakan istri Pak Dito.


Namun tak sengaja pembicaraan itu terdengar oleh Jessica. Ia geram rau wajahnya berubah menjadi seram. Tak lama Pak Dito mendatangi Bu Jessica menanyakan jadwal kelas yang akan di ajarnya besok.


Bu Jessica berusaha mengontrol wajahnya kembali.


"Apa? Pak Dito sudah beristri"


gumamnya kesal, ia menggenggam erat pulpen seperti menggenggam pisau, wajahnya terlihat menyeramkan



.


Di apartemennya ia sangat marah lalu membanting semua benda-benda. Ia tak bisa mengontrol dirinya ia menggigit jari jempolnya sambil mondar-mandir gemetar.


"Apa yang akan ku lakukan?"


Lalu ia ingat dia menjanjikan akan mentraktir Hani, ini adalah kesempatan yang bagus untuk mengetahui segalanya.

__ADS_1


BERSAMBUNG!!!!!


__ADS_2