
Lili dan kelima anggota makeup/kostum telah menyelesaikan kostum untuk di pakai pada saat festival nanti.
Saatnya berlatih makeup, ia memulai dengan wajah Hani.
"Han wajahmu tipe apa? Berminyak atau kering?"
"Ahhmmmm..... apa itu?"
"Kamu gak tau tipe kulit wajahmu? Wanita harus tau tipe kulit wajah mereka"
"Oh begitu?"
Lili mulai memilih warna foundation yang cocok dengannya, hampir satu setengah jam lamanya mereka berdebat dan akhirnya wajah Hani terlihat jauh berbeda dengan wajah awalnya.
Hani melihat wajahnya di cermin, namun sebelum itu Andrew memasuki ruangan tempat mereka dan tertawa terbahak-bahak melihat kelakuan kedua sahabatnya.
Hani tak dapat berkata-kata dengan melihat wajahnya. Akhirnya mereka tertawa bersama.
"Ihhh Lili, kamu jahat ku kira kamu profesional kok jadi begini?"
"Makeup ini lebih cocok digunakan untuk menakut-nakuti anak kecil hahahah"
"Ini prank hahahah" sahut Lili
Hani kemudian pergi menghapus makeup prank yang telah Lili berikan.
Sekarang tinggal Andrew dan Lili di ruangan itu. Sesaat suasana hening, kemudian Lili mulai berbicara untuk mencairkan suasana.
"Aaamm... duduk disebelah situ" jari Lili menunjuk arah kursi yang ada di depannya.
"Mmm ok"
__ADS_1
Kini mereka sudah berhadapan, mata Andrew tak kuasa bertahan lama menatap mata Lili. Namun Lili berusaha mengalihkan pandangannya dan mulai mengoleskan moistorizer kepada kulit wajah Andrew.
Selama beberapa jam mereka sungguh tak berkata apa-apa. Mereka berdua berusaha saling membohongi perasaan mereka namun tidak dapat di pungkiri rasa diantara mereka semakin besar setiap detiknya.
Hani akhirnya datang, memecah keheningan di antara mereka.
"Sudah sampai mana?"
"Kamu bisa lihat sendiri kan bedanya dengan yang awal" jawab Lili
"Wow! Sungguh berbeda"
Akhirnya makeup Andrew telah selesai, Andrew melihat dirinya di cermin dan berkata
"Gak ada beda sama sekali, masih sama tampannya seperti di awal"
"Hentikan memuji diri sendiri" Lili mencubit lengan Andrew.
"Tenanglah Han percaya diri aja" sahut Lili.
Untuk lomba King dan Queen setiap kelas memilih budaya yang akan di tampilkan termasuk kostum tradisional, makanan, tarian dan masih banyak lagi.
King dan Queen akan mengikuti karnaval serta mereka akan mengikuti kontes malam untuk tallent show dan akan di nilai para juri untuk menjadi pemenang King and Queen EGT 2019.
EGT sudah semakin dekat, kelas mereka akan semakin sibuk, bahkan para dosen bahasa inggris menyiapkan diri mereka karena sudah menjadi budaya di kampus untuk ikut meramaikan event ini.
_________________________________
H-4 Hari menuju EGT
__ADS_1
Sekarang adalah H minus empat hari menuju EGT 2019, jantung Hani semakin terpompa kencang, ia merasa gugup setiap harinya.
Kelas Hani mengambil budaya Korea Selatan untuk ditampilkan.
Semua orang yang berada di kelas tengah sibuk membuat properti untuk kelas mereka.
Bukan hanya properti saja, bahkan mereka tengah memperbincangkan menu-menu apa saja yang akan di hidangkan di stand mereka.
Ada juga yang tengah sedang berlatih menari tarian tradisional di kelas itu. Semua orang nampak sibuk sekali.
"Hi, jangan melamun terus ayo kita juga latihan" Andrew menyadarkan Hani yang sedang terlamun di ruangan itu.
Semua orang bersorak ketika kedua pasangan kelas itu memulai untuk latihan, ada beberapa di antara mereka menyoraki bahkan bersiul. Akibatnya Hani gagal fokus dan berkali-kali salah ketika catwalk.
Ditengah-tengah itu akhirnya Lili muncul dengan membawa box alat makeup di tangannya, dengan reflex Andrew segera mendatangi Lili dan membawakan alat make-upnya.
"Aiss... apa yang kau lakukan? Aku bisa membawanya sendiri tau!"
"Aku takut tanganmu kelelahan, lalu menjatuhkan alat makeup ini. Nanti kamu pakai apa makeup-in kami hahaha"
Lili langsung menjitak kepala Andrew yang lagi-lagi usil dan membuatnya berdebar lagi.
"Dasar yahh gak bisa sehari aja kamu ngomong serius ke aku, sudahlah.... bawa nih, bawa ke sana lalu aku akan makeup-in kalian"
Hani adalah orang pertama yang di makeup-in oleh Lili, kali ini Lili benar-benar menunjukkan keahliannya. Waktu berputar cepat dan akhirnya wajah Hani yang semula biasa-biasa saja berubah menjadi seorang Ratu Joseon ala-ala korea Selatan.
Semua mata terpukau akan kecantikan Hani, membuat para pria di kelas itu pangling dengan parasnya.
Pintu lagi-lagi terbuka beberapa mahasiswa dari kelas sebelah mulai memadati pintu kelas itu melihat sosok Hani, mereka nampaknya sudah terpukau dengan sosok Hani.
Tiba-tiba kerumunan para pria tadi hilang kabur entah kenapa, rupanya dosen mereka telah datang. Dosen itu melewati pintu ruang kelas Hani lalu kembali mundur untuk melihat sosok Hani kala itu. Dosen itu tersenyum matanya berbinar, ia terpukau dengan istrinya sendiri. Tak berlama-lama ia segera pergi menuju kelas sebelah tempatnya mengajar. Dilain sisi Hani hanya bisa menahan senyumnya melihat suaminya sendiri yang bertingkah seperti seorang remaja yang baru saja jatuh cinta.
__ADS_1
-Bersambung-