Akan Kah Kita Berpisah?

Akan Kah Kita Berpisah?
Jebakan Betmen


__ADS_3

Marco merasa kecewa kepada Dea. Ia percaya bahwa gadis yang memiliki lesung pipi itu telah mengkhianati nya. Terlebih saat Dea membela Toni ketika Marco memukul nya tadi.


"Maaf kan sikap mas Marco ya Toni" Ujar Dea membatu Toni untuk berdiri.


"Harus nya aku yang meminta maaf kepada mu, aku datang di saat yang tidak tepat. Kamu dan Marco menjadi bertengkar seperti ini" Ujar Toni berakting seperti merasa bersalah kepada Dea. Padahal ia sangat senang melihat pertengkaran yang terjadi kepada Marco dan Dea. Di mana Dea akan ia rebut dari tangan Marco.


"Emang nya ada apa sih Dey?" Tanya Toni sok tidak tahu apa-apa.


"Hanya salah paham saja. Mas Marco berpikir kamu adalah selingkuhan ku lantaran ada yang mengambil foto kita kemarin dan memberikan nya kepada mas Marco. Lagian siapa sih yang kurang kerjaan melakukan hal itu?" Jelas Dea kepada laki-laki itu.


Toni tampak berpikir dengan apa yang Dea katakan.


"Apa ada yang tidak suka ya melihat hubungan kamu?" Ujar Toni.


Dea baru terpikir bahwa Toni pernah mengirimkan nya pesan kata-kata pujangga. Ia tahu bahwa laki-laki itu menyukai nya. Sempat terlintas di benak nya bahwa Toni lah yang melakukan semua itu. Tapi gadis yang memiliki lesung pipi itu menepis nya. Secara Toni telah terluka seperti itu. Masa iya dia mau terluka seperti itu. Begitulah yang di pikirkan Dea.


"Ya sudah, jangan terlalu di pikirkan masalah itu. Aku obati ya luka pada bibir kamu itu" Ujar Dea.


Toni pun mengangguk setuju.


***


Marco menghentikan mobil mewahnya di sebuah klub malam. Sudah lama laki-laki itu tidak pergi ke tempat itu semenjak ia berkenalan dengan Dea. Namun, saat ini otaknya benar-benar buntu. Ia hanya ingin melepaskan semua beban pikirannya saat ini kepada tunangannya itu.

__ADS_1


Saat itu ia hanya berpikir tempat itulah cocok untuk menghilangkan segala beban pikirannya. Alicia pun ikut menghentikan mobilnya di tempat itu juga. Ia memang sedari tadi sengaja mengikuti Marco.


"Lo, Marco sudah lama ya kamu tidak berkunjung ke sini" Tanya penjaga minuman di tempat itu.


"Iya terlalu sibuk aku nya" Jawab Marco.


"Mau minum?"


"Iya yang biasa ya" Ucap Marco lagi. Marco pun langsung meneguk segelas demi segelas minuman ke dalam mulutnya. Melihat hal itu, Alicia semakin tersenyum puas penuh kemenangan.


"Bagus Marco. Minum lagi yang banyak. Kamu akan mabuk nanti. Itu akan mempermudah kan aku menjalan kan rencana ku selanjutnya" Ujar Alicia kepada diri nya sendiri.


"Lagi" Ujar Marco lagi. Penjaga minuman tadi itu pun kembali menuangkan minuman beralkohol ke dalam gelas nya Marco.


Kembali Marco meneguk minuman tersebut ke dalam mulut nya. Setelah merasa Marco cukup banyak minum minuman beralkohol itu dan Marco sudah mulai mabuk, Alicia pun datang mendekati laki-laki itu.


"Eh, kamu. Aku di sini hanya menenangkan pikiranku. Aku tidak menyangka gadis yang aku cintai telah menghianati ku" Marco mulai mengelantur karena mabuk.


"Siapa kamu maksud? Dea?" Tanya Alicia.


"Iya siapa lagi. Ternyata Dea sama saja dengan gadis yang lain mur*han" Ujar nya terus mengelantur.


"Ya ampun Marco. Aku turut prihatin dengan apa yang menimpa mu. Kamu sabar ya! Aku juga tidak menyangka bahwa gadis yang kelihatan nya polos itu mempunyai sifat yang buruk" Ujar Alicia berlaga simpati.

__ADS_1


"Ya sudah aku mau ke toilet dulu" Marco berlalu dari hadapan Alicia menuju toilet untuk membuat air kecil.


Tentu saja itu menjadi kesempatan bagi Alicia untuk menaruh serbuk perangsang ke dalam minuman Marco yang masih belum sempat di minum nya tadi.


"Marco, kali ini aku akan membuat mu jatuh ke dalam perangkap ku. Kamu harus menjadi milik ku" Batin Alicia terus saja menuang serbuk itu.


Setelah sekian menit, Marco pun kembali ke meja nya. Dan langsung meneguk minuman nya tadi yang berada di dalam gelas nya.


"Bagus Marco, habiskan minuman itu. Kita akan melewati malam ini bersama-sama" Batin Alicia tersenyum penuh kemenangan.


Beberapa saat kemudian, pandangan Marco mulai kabur. Laki-laki itu sungguh mabuk berat. Ia tidak bisa lagi mengendalikan diri nya saat itu.


"Marco ayo kita pulang" Ajak Alicia menuntun Marco untuk berjalan. Ia membawa Marco masuk ke dalam mobil nya dan meninggalkan tempat itu. Ia membawa Marco ke rumah nya. Tentu saja Marco tidak menolak lantaran saat ini ia tidak sadar sama sekali.


***


"Marco, kamu istirahat di sini saja ya. Aku gak mungkin mengantar mu pulang dalam keadaan seperti ini" Ujar Alicia membaring kan Marco di kamar ruang tamu.


Marco menarik tangan Alicia. Pandangan nya mulai bermasalah, dimana ia melihat Dea bersama nya saat itu bukan Alicia. Sontak serbuk perangsang tadi pun mulai beraksi. Dengan cepat Marco menarik gadis itu jatuh ke dalam pelukan nya.


"Dea, kenapa kamu tega menduakan cinta ku. Aku tidak terima kamu menyakiti ku" Ujar Marco langsung melahap bib*r tipis Alicia dengan agresif nya. Ia menjelajahi setiap jengkal tubuh gadis itu. Tentu saja Alicia tidak menolak nya. Ia menerima sentuhan demi sentuhan yang di beri oleh Marco kepada nya. Gadis yang telah melakukan operasi plastik itu menikmati nya sambil tersenyum puas dan lega. Dengan begini, Marco akan jatuh ke dalam pelukan nya untuk selama nya.


Malam itu mereka lewati dengan penuh ke kehangatan dan keindahan. Menyelusuri taman bungan berwarna warni. Mereka sama-sama terbang tinggi melayang ke atas awan melewati pelangi yang begitu indah.

__ADS_1


Marco berbaring dengan napas terhengah-hengah di samping Alicia. Laki-laki itu pun mulai terlelap karena merasa lelah bertempur di malam ini. Alicia menatap wajah laki-laki itu dengan tatapan penuh kemenangan. Sekarang laki-laki itu benar-benar sudah jatuh ke dalam pelukan nya. Ia mengelus lembut rambut Marco.


"Sekarang, kamu sudah menjadi milik ku. Kamu tidak bisa menolak ku lagi. Secara mau tidak mau kamu harus bertanggung jawab" Ujar Alicia. Yah Marco pasti tidak bisa mengelak lagi atas apa yang ia lakukan malam ini terhadap gadis itu. Meski ini bukan yang pertama kali nya dan dia bukan laki-laki satu nya yang menjamah Alicia. Namun, ia tidak tahu hal itu karena Alicia sudah merubah wajah nya dan identitas nya. Di mana dulu ia bernama Rini model majalah terkenal, dan kini ia menjadi Alicia seorang gadis pengusaha dalam bidang kuliner. Ia memiliki beberapa cabang restoran di ibu kota itu.


__ADS_2