Akan Kah Kita Berpisah?

Akan Kah Kita Berpisah?
Berita yang mengagetkan


__ADS_3

Malam hari itu setelah selesai makan malam, para anggota keluarga Marco berkumpul di ruang keluarga untuk membahas hasil pemeriksaan Alicia tadi siang.


"Ada apa sih ma? Kenapa kita semua harus kumpul di sini sih?" Tanya Jordy merasa heran kepada mama nya itu.


"Mama ada kabar bahagia untuk kita semua" Ujar Ratna dengan penuh semangat. Alicia pun terlihat memancarkan senyum bahagia nya di mana saat ini ia duduk di sofa ruang tamu itu.


"Kabar bahagia apa sih ma?" Tanya Nurdin ikut bingung dengan tingkah istri nya itu.


"Tara....." Ratna memperlihatkan hasil foto USG yang di lakukan Alicia tadi. Dengan wajah tersenyum ia menggoyang-goyangkan foto USG tersebut.


"Apa itu ma?" Tanya Marco tidak mengerti.


"Ya ampun Marco. Ini hasil foto USG"


"Foto USG? Mama hamil?" Jordy kaget berpikir bahwa mama nya hamil.


"Ya gak lah Jordy. Justru mama mau mengucapkan selamat kepada Marco dan juga Alicia, karena sebentar lagi mereka akan menjadi seorang mama dan juga papa"


"Apa? Maksud mama Alicia hamil?" Marci kaget.


"Iya Marco, aku hamil anak kamu. Usia nya mau memasuki empat minggu" Jelas Alicia tersenyum senang. Namun, berbeda dengan Marco ia sama sekali tidak merasakan kebahagiaan mendengar istri keduanya itu sedang hamil.


"Itu arti nya mama dan papa akan segera menimbang cucu" Ujar Ratna ikut bahagia atas kehamilan menantu kesayangannya itu.


Dea terdiam terpaku mendengar kenyataan bahwa Alicia saat ini sudah hamil anak dari suami nya. Ia tidak tahu harus bagaimana. Apa ia harus senang mendengar kehamilan Alicia atau harus sedih? Entah lah sulit untuk menggambarkan perasaan nya saat ini.


"Kamu beneran hamil?" Tanya Marco meminta kepastian dari istri kedua nya itu.


Alicia tersenyum dan mengangguk membenarkan.


"Ini lihat saja hasil pemeriksaan nya" Ujar Alicia memperlihatkan surat hasil pemeriksaan dan foto USG nya.


Marco memijit kening nya. Seketika kepala nya terasa pusing mendengar berita yang tidak ia harapkan ini. Di mana ia akan berpisah dengan istri kedua nya itu setelah dua bulan pernikahan nya kelak. Namun harapan itu musnah lah sudah. Ia harus bertahan lebih lama lagi bersama istri kedua nya itu.

__ADS_1


Alicia mendekati berjalan mendekati Marco yang berdiri di samping Dea. Seketika ia menggeser Dea hingga menepatkan diri nya berada di tengah-tengah antara Dea dan Marco.


Dengan manja Alicia bergelayut di lengan suami nya itu sambil menatap sinis kearah Dea untuk memanas-manasi Dea agar cemburu terhadap nya.


"Sayang, sekarang aku sedang hamil anak mu. Aku mau kamu sedikit peka terhadap ku ya. Dan kamu juga harus perhatian kepada ku. Kamu gak mau kan anak yang tidak bersalah ini tidak tumbuh dengan baik" Ujar Alicia terdengar mengancam.


Marco menatap sinis kearah istri kedua nya itu. Namun untuk menghindar dari sikap manja nya itu ia tidak mampu karena Alicia sedang hamil saat ini. Bagaimana pun, Alicia sedang mengandung benih nya dan tentu saja dia tidak mau terjadi apa-apa kepada janin nya itu.


"Iya Marco. Benar apa kata Alicia. Kamu harus lebih perhatian lagi kepada istri mu ini. Harus bersikap adil dong. Mama rasa, Dea juga tidak keberatan karena dia kan belum hamil" Ujar Ratna penuh penekanan.


Dea hanya bisa menunduk mendengar ocehan dari mama mertua nya itu. Ia sama sekali tidak tahu harus berbuat apa.


Nurdin papa nya Marco begitu pun dengan Jordy hanya bisa memijit kepala mereka yang terasa pusing dengan kejadian ini. Semua nya tidak tahu harus bagaimana. Dan mau bagaimana pun, mereka harus terima anak itu karena anak itu sama sekali tidak berdosa.


"Aduh, senang nya hati mama karena sebentar lagi akan menimang cucu. Dea, kamu harus menjaga Alicia sebaik mungkin. Apa pun yang Alicia mau, kamu harus menuruti nya" Ujar Ratna.


Dea hanya bisa mengangguk pelan mendengar ucapan dari mama mertua nya itu.


Dea duduk termenung di balkon rumah nya. Ia memikirkan tentang kehamilan Alicia saat ini. Di mana ia juga ingin merasakan hamil meski usia pernikahan nya belum sampai satu bulan. Ia takut nanti nya perhatian Marco akan sepenuh nya beralih ke Alicia dan juga bayi yang ada di dalam perut nya itu. Secara Alicia sedang hamil pasti akan di perlakukan istimewa oleh siapa pun yang ada di rumah itu.


"Ngapain sih duduk melamun di sini sendirian?" Tegur Marco menghampiri Dea.


"Hanya mencari angin segar saja di sini" Jawab Dea kembali menatap ke depan dengan tatapan kosong nya.


"Mau jalan-jalan keluar?" Tawar Marco.


Dea menggeleng.


"Gak usah deh mas. Sudah malam juga" Tolak Dea.


"Tapi kata nya mau mencari angin segar"


"Ya, aku hanya mau di sini saja mas. Gak harus keluar juga" Ujar Dea.

__ADS_1


Marco menghela napas berat nya.


"Kamu kenapa sweety. Seperti nya ada yang kamu pikirkan"


"Bukan apa-apa kok mas"


"Jangan bohong kepada ku. Aku tahu kamu sedang memikirkan sesuatu" Tebak Marco apa ada nya.


Dea beringsut duduk menghadap suami nya yang ada di samping nya itu.


"Mas, kenapa aku belum hamil ya? Apa aku gak bisa hamil?" Tanya Dea dengan polos nya.


Marco tersenyum mendengar pertanyaan dari istri nya itu.


"Jadi dari tadi kamu memikirkan tentang kehamilan mu?"


Dea mengangguk pelan.


"Sweety, kenapa sih kamu bisa ngomong seperti itu? Secara pernikahan kita belum sampai satu bulan kamu sudah berpikir tentang kehamilan kamu. Sedangkan ada juga orang sampai bertahun-tahun menikah belum juga di kasih rezeki anak. Apa lagi kita yang belum sampai sebulan" Ujar Marco tersenyum.


"Ya aku kan cuma takut nya gak bisa kasih kamu keturunan mas"


"Kenapa apa karena Alicia hamil? Apa kamu lupa kecelakaan antara aku dan Alicia itu terjadi jauh sebelum kita menikah" Ingat Marco lagi.


Dea tidak menjawab ia hanya diam dan menunduk tidak tahu harus berkata apa.


"Sudah lah sweety, jangan kamu pikirkan masalah itu. Apa bila sudah waktu nya, pasti Allah akan memberikan kita malaikat kecil. Yang jelas kita nikmati saja masa-masa kita berdua" Ujar Marco menarik kepala Dea kedalam pelukan nya. Dea membalas pelukan itu dengan sangat hangat nya.


"Apa nanti rasa cinta mu kepada ku akan berkurang mas? Apa perhatian kamu akan berkurang juga?"


"Hahaha..." Marco tertawa lepas mendengar pertanyaan dari istri nya itu.


"Tentu tidak dong sweety, aku akan selalu mencintai dan menyayangimu apapun yang terjadi." Ujar Marco dengan mantap nya membuat Dea tersenyum senang mendengar jawaban dari suami nya itu.

__ADS_1


__ADS_2