Akan Kah Kita Berpisah?

Akan Kah Kita Berpisah?
Sendiri dulu


__ADS_3

Nurdin dan Ratna sangat kaget mendengar apa yang di katakan oleh Susi kepada mereka. Meski Ratna mendukung semua usaha Alicia untuk memisahkan Marco dan Dea, tapi ia tidak tahu bahwa rencana gadis itu seperti ini. Tentu saja ia sangat kaget.


"Kamu dan Dea akan menikah dan akan tetap melangsung kan pernikahan ini. Setelah itu kamu dan Alicia pun akan menikah hingga benar-benar memastikan bahwa Alicia tidak hamil" Saran dari Nurdin.


"Lo kok gitu sih pa, Alicia sudah di nodai seperti ini. Masa harus nikah juga sama Dea" Protes Ratna.


"Ya harus bagaimana lagi ma? Pernikahan Marco dan Dea sudah berada di depan mata. Undangan lelah tersebar di mana-mana. Gak mungkin kita membatalkan pernikahan ini begitu saja. Terlebih Marco lagi yang membuat ulah. Mau taruh di mana muka papa sama teman-teman bisnis papa" Jelas Nurdin.


Ratna tampak kesal dan keputusan dari suaminya itu. Ia hanya mau Alicia lah menikah dengan Marco dan tidak menikah dengan Dea. Namun, usahanya untuk memisahkan Marco dan Dea ternyata sia-sia. Marco dan Dea akan tetap menikah dan bersatu. Mau tidak mau, ia pun hanya bisa menerima semua ini. Toh Alicia kelak akan menjadi menantu nya juga bukan?


"Dea, bagaimana pendapat mu? Apa kamu setuju?" Tanya Nurdi kepada calon menantu nya itu.


Dea belum bisa memberikan keputusan saat ini. Ia bingung harus mengatakan apa. Ia masih syok dengan apa yang terjadi saat ini.


"Dea, papa tanya sama kamu" Bisik Marco menyadarkan lamunan Dea.


"Ha? Iya. Maaf om aku butuh waktu. Aku tidak bisa memberikan keputusan sekarang" Ujar Dea.


"Ya sudah om harap kamu akan memberikan keputusan secepat nya sebelum hari pernikahan kamu dan Marco berlangsung" Pinta Nurdin langsung meninggalkan semua yang ada di sana. Ia merasa sangat kecewa kepada Marco. Namun untuk marah pada Putra bungsunya itu percuma saja karena semuanya sudah terjadi dan tidak akan bisa mengubah segalanya lagi.

__ADS_1


***


Marco mengantar Dea pulang. Sepanjang perjalanan Dea banyak diam. Ia masih larut dalam pikirannya. Ia tidak percaya bahwa Marco telah melakukan hal serendah itu kepada Alicia. Entah apa yang harus ia lakukan saat ini. Apa kah ia harus membatalkan pernikahan mereka, atau masih melanjutkan pernikahan ini yang hanya menghitung hari saja. Sejujurnya gadis yang memiliki lesung pipi itu sangat mencintai Marco. Tidak mungkin ia bisa melepaskan calon suami nya itu. Tapi apa yang telah Marco lakukan kepada Alicia itu juga butuh pertanggungjawaban dari laki-laki itu.


Marco menghentikan mobilnya di halaman kos Dea. Gadis itu turun dari mobil dan langsung berlalu ingin meninggalkan Marco.


"Dey, maafkan aku yang telah mengecewakan mu. Sejujurnya aku menyesal Dey. Kamu tidak akan meninggalkan ku kan? Kamu akan tetap berpegang teguh sama janji kita kan Dey" Ujar Marco penuh harapan.


"Aku belum bisa menjawab nya mas. Aku masih butuh waktu untuk menenangkan hati dan pikiranku saat ini. Aku hanya butuh waktu untuk sendiri mas" Ujar Dea lemah seperti tidak berdaya. Ia benar-benar lelah dengan pergolakan batin yang ia rasakan saat ini.


"Ya sudah kalau begitu, Aku tidak akan memaksamu untuk menjawab semua ini sekarang. Aku akan memberikan mu waktu" Ujar Marco dengan nada suara yang lemah.


Dea hanya mengangguk pelan tanpa mengeluarkan sepatah kata pun dari mulutnya. Ia langsung masuk ke dalam kamar kosnya dan meninggalkan Marco yang masih berdiri di sana.


Air mata kesedihan dan rasa kecewa dia terhadap Marko kini tumpah saja berada di dalam kosnya. Yah cukup lama Dea menahan air mata nya agar tidak tumpah di hadapan keluarga Marco tadi. Namun saat sendirian seperti ini, ia tidak bisa menahan nya lagi. Ia menangis sambil memeluk bantal guling di tempat tidur nya itu.


"Kenapa jadi seperti ini ya Allah. Apa yang harus aku lakukan saat ini. Mas Marco telah menodai gadis lain. Ia harus bertanggung jawab atas apa yang ia lakukan kepada Alicia. Tapi aku tidak mau berpisah dengan nya. Rasa cinta dan sayang ku masih sangat dalam kepada nya. Akan kah kita berpisah?" Ujar Dea menangis meraung di kamar sepi. Yah Dea menangis se jadi-jadinya untuk menenangkan hatinya yang tengah gundah gulana.


"Aku bingung ya Allah. Aku tidak tahu harus bagaimana. Tolong berikan ku petunjuk untuk menghadapi semua ini" Ujar Dea.

__ADS_1


***


"Alicia, kenapa kamu nekat sih melakukan hal itu kepada Marco? Bagaimana bisa Marco berada di rumah mu?" Tanya Ratna penasaran setelah memastikan tidak ada orang lain yang mendengar percakapan mereka di ruang tamu itu.


"Tante, aku ini mempunyai seribu satu cara untuk membuat Marco jatuh ke dalam pelukan ku. Yah karena aku melihat Marco masuk ke dalam klub malam, dan dia mabuk jadi nya, aku membawa Marco ke rumah ku. Lagian jika aku mengantarkan Marco pulang pasti aku tidak akan bisa menjalankan rencana ini dan pasti juga om Nurdin akan banyak bertanya. Karena itu lah aku bawa saja Marco ke rumah ku"


"Tapi apa benar semua itu terjadi? Atau kalian memang tidak melakukan apa pun. Kamu hanya menjebak Marco saja"


"Gak kok tante, semua ini benar terjadi. Marco sudah mendapatkan segalanya dari ku" Jelas Alicia dengan bangga nya tanpa ada rasa malu sedikit pun karena telah menceritakan aibnya sendiri kepada Ratna.


Ratna hanya bisa mengangguk mengerti. Ia benar-benar kaget sekaligus kagum melihat kerja Alicia. Terserah lah bagaimana cara Alicia untuk mendapatkan Marco. Yang jelas, Alicia akan menjadi menantu nya kelak sesuai apa yang ia harapkan selama ini.


"Tante, pokok nya tugas tante harus terus mendesak Marco dan juga om Nurdin untuk mempertanggungjawabkan masalah ini" Ujar Alicia.


"Iya, kamu tenang aja pokoknya Tante akan terus saja mendesak Marco dan papanya agar secepatnya menikahi kamu" Ujar Ratna meyakin kan Alicia dan Susi.


"Bagus kalau begitu Ratna. Aku tidak sabar menunggu menjadi besan mu" Ujar Susi tersenyum senang.


Ratna pun ikut tersenyum senang menatap calon besan nya itu.

__ADS_1


"Ya ampun, ternyata nih orang tua, bukan nya marah anak nya di jebak seperti itu oleh ku, malah tersenyum senang dan bangga lagi karena rencana ku berhasil. Orang tua seperti apa kamu ini Ratna? Kamu hanya mementingkan ego mu sendiri tampa memikirkan kebahagiaan orang lain. Dasar wanita aneh" Batin Alicia tersenyum sinis menatap wanita yang kelak akan menjadi mama mertua nya itu.


__ADS_2