Akan Kah Kita Berpisah?

Akan Kah Kita Berpisah?
Akankah kita berpisah


__ADS_3

"Assalamualaikum Dey" Sapa Rumi saat berkunjung ke rumah sahabat nya itu. Yah hari ini Rumi sengaja datang ke rumah sahabat nya yah untuk menemani nya saja. Secara, Dea akan menikah sebentar lagi. Begitu juga dengan diri nya akan menikah beberapa minggu kedepan. Jaka telah memberanikan diri melamar Rumi. Yah beberapa waktu lalu Rumi dan Jaka beserta paman Jaka pergi ke kampung halaman Rumi untuk melakukan lamaran.


Yah Jaka hanya di wakilkan oleh Paman nya saja karena ayah Jaka sedang sakit. Tidak bisa berpergian jauh.


"Waalaikumsalam" Ujar Dea membuka pintu kos nya.


"Hay Dey" Sapa Rumi memancarkan senyuman di wajah nya. Namun, Dea hanya membalas dengan senyum tipis di wajah nya Ia bene-benar tampak tidak bersemangat hari ini.


"Rumi, ayo masuk" Ujar nya dengan memalas.


Rumi mengerutkan kening nya melihat sikap sahabat nya saat ini. Ia benar-benar merasa heran kepada Dea yang biasa nya ceria kini terlihat tidak semangat saat ini. Terlebih Dea akan menikah dalam waktu dekat harusnya ya senang untuk menyambut kedatangan hari bahagianya itu. Tapi kini gadis itu malah bersikap sebalik nya.


"Dey, kamu kenapa? Kenapa murung seperti itu? Harus nya kamu itu senang dong sebentar lagi akan menjadi nyonya besar mas Marco mu itu" Ujar Rumi terdengar sedikit bercanda.


Dea menghela napas berat nya. Rasa nya beban yang ia hadapi saat ini benar-benar besar dan sulit untuk di hadapi.


"Entah lah Rum. aku bingung harus bagaimana saat ini. Aku sangat frustasi"


"Ada apa emang nya? Coba deh kamu cerita sama aku"


Dea menceritakan masalah nya kepada Rumi. Ia benar-benar butuh teman untuk saling berbagi saat ini. Otak nya terasa ingin pecah karena menghadapi semua ini sendiri.


"Terus bagaimana tanggapan pak Marco? Apa mau menikah dengan gadis itu?" Tanya Rumi penasaran.


"Mas Marco tidak mau, tapi papa nya tetap bersih keras untuk menikahkan mas Marco kepada Alicia"

__ADS_1


"Terus kamu?"


"Papa mas Marco meminta ku untuk tetap menikah dengan mas Marco. Setelah beberapa hari, baru lah Mas Marco akan menikah dengan Alicia. Yah hanya nikah begitu saja tidak di buat pesta juga. Karena undangan pernikahanku dan mas Marco telah tersebar. Jika dibatalkan begitu saja akan membuat papa mas Marco malu. Dan pernikahan mas Marco dan Alicia tidak harus ada orang lain yang tahu" Ujar Dea lagi.


"Aduh, rumit juga ya masalah mu Dey"


"Jadi jawaban kamu apa?"


"Aku tidak tahu, aku masih bingung harus bagaimana. Aku tidak mau hidup di madu" Ujar Dea apa ada nya.


"Ya aku tahu sih Dey, tidak ada wanita mau hidup di madu. Tapi Marco menikah dengan Alicia bukan karena cinta. Dia terpaksa menikah karena murni kecelakaan. Lagian pernikahan itu juga kerena takut kan jika Alicia hamil. Yah secara nanti anak itu lahir tanpa seorang ayah lagi" Ujar Rumi memang benar ada nya.


"Jadi kalau kamu berada di posisi ku bagaimana?"


"Gitu ya?" Dea tampak berpikir dengan apa yang di katakan oleh Rumi.


Yah mungkin benar apa yang di katakan oleh Rumi. Secara Marco tidak mencintai Alicia. Pernikahan ini hanya untuk menjaga-jaga jika Alicia hamil atau tidak nanti nya.


"Oh ya Dey, aku gak bisa lama-lama di sini. Aku datang ke sini hanya untuk memberikan ini undangan pernikahan ku dan Jaka yang akan di adakan beberapa minggu kedepan. Kamu datang ya, dan pasti nya bersama pasangan mu" Ujar Rumi tersenyum menggoda. Gadis berambut Ikal itu menyerahkan kartu undangan kepada sahabatnya itu.


"Dan aku doai semoga masalahmu dan pak Marco akan segera selesai" Doa Rumi tulus dari hati nya.


"Terima kasih ya Rum atas doa nya. Dan aku juga mengucapkan selamat atas pernikahanmu nanti. Semoga Semuanya lancar sesuai dengan yang kamu harapkan" Dea pun berdoa untuk sahabat nya itu.


"Iya, ya sudah aku duluan ya Dey. Aku harus mengantar beberapa undangan ini lagi ke tempat kerja nya Jaka. Yah untuk mengundang teman-teman kerja nya juga"

__ADS_1


Dea mengangguk setuju.


***


Ting...


Notifikasi ponsel nya Dea berbunyi pertanda ada pesan nya masuk. Dea yang sedari tadi duduk di kursi yang berada di teras rumah nya mengambil ponsel nya yang tergelak di atas meja.


"Dey, maaf kan aku. Nanti malam aku akan menjemput mu. Aku mau mengajak mu ke sesuatu tempat" Pesan dari Marco.


Sebenar nya Dea masih ingin sendiri dan belum siap untuk bertemu dengan Marco. Tapi terus-terusan ia lari dari masalah ini, maka masalah ini tidak akan selesai. Yah bagaimana pun suasana di hati nya saat ini, ia harus menghadapi masalah ini. Ia juga harus memberikan keputusan akan pilihan nya. Apakah mau melanjutkan pernikahan nya atau tidak.


"Mas, akan kah kita berpisah. Aku benar-benar bingung harus berbuat apa saat ini. Hati ini sangat mencintai mu. Tapi diri ini belum siap menerima apa yang telah kamu lakukan bersama Alicia" Batin Dea bergejolak. Tak terasa beberapa air bening kini mengalir di pipi nya.


Untuk beberapa kali Dea menghela napas beratnya untuk menenangkan hati nya yang sedang gundah gelana saat ini.


"Dey, kenapa kamu tidak membalas pesan ku? Apa kamu masih marah kepada ku? Dey aku sangat mencintai mu. Aku mohon jangan tinggalkan aku" Pesan Marco kepada kekasih nya itu kembali ia kirimkan.


Setelah merasa agak tenang dan yakin di hatinya, Dea pun memutuskan untuk membalas pesan dari Marco.


"Baik lah Mas aku kita akan bertemu nanti malam. Aku juga mau mengatakan keputusan ku seperti apa atas hubungan kita" Balas Dea pada akhir nya.


Tentu saja Marco sangat berdebar membaca balas pesan dari Dea. Ia sangat berharap keputusan dia nanti akan membuat hatinya tenang. Dimana Dea tidak meninggalkannya dan juga tidak membatalkan pernikahannya nanti. Karena ia tidak bisa membayangkan hidupnya tanpa gadis yang mempunyai lesung pipi itu. Separuh nyawanya berada di tangan gadis itu. Ia rela kehilangan apapun di dalam hidupnya asalkan jangan kehilangan Dea. Begitulah kira-kira pentingnya gadis itu dalam hidup Marco.


"Baik lah Dey, nanti malam sopir pribadiku akan menjemputmu pukul delapan malam. Sekali lagi aku benar-benar minta maaf dengan apa yang terjadi. Dan tolong kamu jangan meninggalkan aku" Pesan Marco memohon kepada Dea.

__ADS_1


__ADS_2