Akan Kah Kita Berpisah?

Akan Kah Kita Berpisah?
Pemeriksaan


__ADS_3

Marco mengajak Dea untuk masuk ke dalam kamar mereka. Ia sama sekali tidak ingin tidur satu kamar bersama Alicia meski ini adalah malam pertama mereka.


"Marco, apa tidak sebaiknya kamu..."


"Sudah Dey, cukup. Jangan katakan bahwa aku harus tidur bersama Alicia juga malam ini." Potong Marco dengan nada keberatan.


"Sudah cukup aku tersiksa karena pernikahan ini, tolong jangan kamu tambah kan penderitaan ku" Tambah laki-laki yang memiliki dua istri itu.


Dea terdiam, ia tidak mau melanjutkan perkataan nya. Ia tahu bahwa hati suami nya sedang gundah saat ini.


***


Alicia berjalan masuk ke dalam klinik kandungan dengan perasaan campuran antara gugup dan berharap. Di depannya terbentang sebuah klinik yang modern dan bersih dengan nuansa yang hangat dan nyaman. Tanda-tanda berwarna pastel dan bunga-bunga segar menyambutnya di meja resepsionis. Sebuah papan tulis menampilkan informasi terkini tentang jadwal dokter dan program kesehatan ibu hamil.


Resepsionis ramah menyambut Alicia dengan senyuman hangat. Ia mengenakan seragam dengan lambang klinik yang menggambarkan perhatian dan kepedulian terhadap ibu hamil dan bayi yang akan lahir. Alicia merasa segera diberi kenyamanan oleh keramahan staf klinik tersebut.


Ruangan klinik dirancang dengan sangat baik, memberikan rasa nyaman dan tenang bagi para pasien. Dinding-dindingnya dipenuhi dengan karya seni dan poster edukatif tentang kehamilan dan perawatan ibu hamil. Suasana di dalam klinik ini tidak seperti klinik biasa, tetapi lebih mirip suasana rumah yang menyambut.


Ketika Alicia menunggu giliran, dia merasa terhibur dengan musik klasik yang lembut mengalun dari speaker, menciptakan suasana yang tenang dan menenangkan. Kursi tunggu yang empuk dan menyediakan bacaan tentang kehamilan dan kesehatan ibu serta bayi menjadikan waktu menunggu menjadi menyenangkan.


Setelah dipanggil, Alicia ditemui oleh seorang dokter kandungan wanita yang berpengalaman dan penuh empati.


"Selamat pagi ibu Alicia" Sapa dokter Amanda dengan ramah.


"Selamat pagi dok" Jawab Alicia dengan wajah yang sedikit tegang. Secara ia sangat berharap bahwa hasil yang ia dapat dari pemeriksaan ini akan membuatnya bahagia. Dimana Marco akan terus bersamanya karena mengetahui bahwa dirinya saat ini sedang hamil. Tentu ini menjadi senjata ampuh untuk tetap bersama Marco bukan. Begitu lah yang du harapkan Alicia


"Ya, bu Alicia ada yang bisa saya bantu?"

__ADS_1


"Saya mau periksa dok apakah saya hamil saat ini? Emang sih jadwal haid saya belum lewat di mana jadwal nya dua hari lagi. Apa di usia kehamilan sangat kecil bisa terbaca dok?" Tanya Alicia penasaran.


"Oh tentu bisa. Sekarang ibu silahkan berbaring ya. Saya akan mencoba untuk memeriksa ibu" Pinta dokter Amanda. tanpa diminta untuk yang kedua kalinya, Alicia langsung berbaring di tempat tidur yang telah disediakan untuk melaksanakan pemeriksaan.


dr. Amanda mulai melakukan pemeriksaan. Sebuah alat yang bernama transducer yang di tempelkan di kulit perut untuk melihat isi rahim Alicia.


"Hmm.....ada kabar bahagia untuk ibu Alicia. Ternyata ibu Alicia memang sedang hamil saat ini. Dan menurut hasil pemeriksaan dan dari perhitungan perkiraan hari pertama menstruasi terakhir ibu, usia kehamilan ibu memasuki empat minggu ya" Jelas dokter tadi.


"Benar ini dok?" Ulang Alicia seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.


"Iya bu, ini embrio nya. Emang belum terlalu kelihatan ya bu. Ini seperti bintik kecil saja kerena usia nya masih sangat muda" Jelas dokter Amanda itu lagi sambil menunjukkan titik kecil di layar monitor nya.


Sontak Alicia tersenyum senang mendengar kabar kehamilan ini. Yah secara ini lah yang sangat ia harapkan. Dengan begini, Marco tidak akan bisa menceraikan nya setidak nya hingga ia melahirkan nanti. Alicia mengelus lembut perut nya. Kini gadis itu sudah memiliki senjata ampuh untuk tetap bersama Marco.


Alicia dan dokter Amanda kembali duduk di berhadapan di meja kerja dokter Amanda tadi..


"Saya hanya mau mengingatkan bahwa usia kandungan ibu yang sekarang sangat rentan ya bu untuk terjadinya keguguran. Oleh karena itu ibu harus menjaga kandungan ibu sebaik mungkin. Hindari pekerjaan yang berat-berat. Jika bisa ibu harus banyak beristirahat di rumah. Dan yang paling penting hindari stres ya bu agar janin nya bisa berkembang dengan baik" Jelas dokter Amanda itu lagi.


"Bagus lah jika begitu. Suami ibu pasti akan kaget dan senang mendengar kabar baik ini"


"Iya dok, pasti suami saya akan sangat kaget mendengar nya" Ulang Alicia membayangkan betapa kaget nya Marco mengetahui ada benih laki-laki itu di dalam rahim istri ke dua nya itu.


"Ini saya berikan vitamin dan tablet penambah darah. Harap di minum dengan rutin ya bu selama masa kehamilan"


"Baik dok. Sekali lagi terima kasih ya dok"


***

__ADS_1


Alicia keluar dari ruangan pemeriksaan dengan senyuman kebahagiaan dan lega karena hasil pemeriksaan tadi sesuai dengan harapan nya. Ia terus melihat foto hasil USG tadi di tangan nya.


"Terima kasih ya sayang kamu telah hadir di dalam perut mama. Sekarang mama mempunyai alasan untuk tetap bersama papa mu" Ujar Alicia kembali mengelus lembut perut nya.


Kring...


Terdengar suara ponsel Alicia berdering. Wanita yang sedang hamil itu pun merogoh tas yang ada di tangan nya untuk mencari keberadaan ponsel nya tadi.


"Ya hallo ma" Jawab Alicia setelah mengetahui bahwa Ratna memanggil nya.


"Ya sayang, sudah selesai pemeriksaan nya? Terus bagaimana hasil nya? Terus kamu di mana sekarang?" Tanya wanita paruh baya itu tampa basa basi.


"Waw ma, tenang! Satu persatu dong mama" Ujar Alicia mencoba menenangkan mertua nya itu.


"Habis nya mama tidak sabar menunggu hasil pemerikasaan kamu"


"Mama sih gak mau ikut aku tadi. Coba saja ikut pasti sudah tahu hasil nya apa" Ujar Alicia.


"Ya maaf, habis nya mama ada urusan tadi sama papa mu. Sudah jangan di bahas masalah itu lagi. Mama mau tahu hasil nya apa?" Tanya Ratna dengan penasaran.


"Nanti akan aku ceritakan di rumah ya ma. Ini aku mau pulang"


"Emang gak bisa kamu mengatakan hasilnya sekarang saja melalui telepon? Mama benar-benar penasaran dengan hasilnya"


"Nanti saja ma di rumah. Pasti mama akan bahagia mendengar berita ini" Ujar Alicia lagi.


"Aku tutup dulu ya ma. Tunggu aku di rumah!" Ujar Alicia tanpa memberikan kesempatan kepada Ratna untuk menjawab ucapan nya.

__ADS_1


"Aduh, malah di matiin begitu saja lagi" Ujar Ratna melihat ponsel yang ada di tangan nya.


"Tapi Alicia bilang kabar ini akan membuat aku senang. Berarti Alicia hamil dong" Tebak wanita paruh baya itu.


__ADS_2