Akan Kah Kita Berpisah?

Akan Kah Kita Berpisah?
Hari bahagia


__ADS_3

Marco mengajak Dea untuk makan malam romantis dengan nya. Di sana Marco pun meminta maaf karena telah membuat pujaan hati nya kecewa. Dea telah memaafkan Marco. Dia pun menerima Marco dan mau menikah dengan laki-laki itu. Ia pun setuju jika Marco menikah dengan Alicia nanti hanya karena memastikan Alicia hamil atau tidak nya.


***


Ibu dan Denis telah tiba di ibu kota hari ini. Marco dan Dea pergi menjemput mereka si bandara. Sungguh rasa senang dan bersyukur di hati wanita paruh baya itu. Karena ia bisa menginjak kan kaki di ibu kota dan menikmati suasana di kota tersebut.


"Wah Dey, ternyata seperti ini ya suasana dan keadaan di kota" Ujar Sumi menatap takjub dari luar jendela.


"Iya buk, selamat datang di ibu kota ya" Ujar Dea.


"Kak, nanti aku dan ibu kakak ajak jalan-jalan ya keliling kota. Aku pengen melihat-lihat kota ini" Ujar Denis.


"Iya dek, kamu tenang aja. Kakak akan membawa kalian nanti keliling kota. Tapi untuk sekarang kita istirahat dulu ya di kos kakak. Kasihan ibu seperti nya lelah" Ujar Dea.


"Iya benar tuh Denis. Ibu capek juga lama-lama duduk di pesawat. Ibu mau meluruskan pinggang ibu terdahulu. Maklum lah nak ibu sudah tua" Ujar Sumi.


"Tuh dengar sendiri kan Denis. Ibu capek tu" Ujar Dea.


"Iya deh kak, kita istirahat dulu" Denis mengalah.


"Gitu dong sayang. Anak pinter" Puji Dea kepada adik nya.

__ADS_1


***


Pernikahan Marco dan Dea yang bertema adat Melayu diadakan dengan megah di sebuah hotel berbintang lima. Ruangan pernikahan dihiasi dengan sentuhan tradisional dan elegan, mencerminkan keindahan budaya Melayu.


Pintu masuk ke ruang pernikahan dihiasi dengan janur kuning yang melambangkan kegembiraan dan harapan dalam tradisi adat Melayu. Di dalam ruangan, terdapat pelaminan yang megah dengan hiasan bunga-bunga segar dan kain sutra tradisional yang indah.


Marco dan Dea tampil memukau dalam pakaian pengantin adat Melayu. Marco mengenakan baju Melayu dengan sampin dan songket yang dihiasi dengan sulaman emas yang indah. Sementara itu, Dea mengenakan baju kurung dengan songket dan kain tenun yang membuatnya terlihat anggun.


Acara pernikahan diisi dengan berbagai tradisi adat Melayu. Mereka memulai dengan tarian zapin yang disuguhkan oleh penari-penari yang mahir. Tarian ini menggambarkan keceriaan dan kekompakan dalam menjalani kehidupan berumah tangga.


Setelah itu, dilanjutkan dengan prosesi akad nikah yang penuh makna. Marco dan Dea duduk di pelaminan sambil dipandu oleh seorang penghulu yang melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an. Mereka saling berjanji untuk saling mencintai, menghormati, dan mendukung satu sama lain dalam segala hal.


Setelah prosesi akad nikah selesai, acara dilanjutkan dengan resepsi pernikahan. Makanan tradisional Melayu yang lezat disajikan kepada para tamu. Terdapat hidangan seperti rendang, nasi minyak, sate, dan kue-kue tradisional yang menggugah selera.


Selama acara, terdapat penampilan musik tradisional Melayu seperti gamelan dan gambus yang mengiringi suasana romantis. Para tamu juga dapat menikmati penampilan tari Piring dan Randai yang menampilkan keahlian budaya masyarakat Melayu.


Marco, Dea, Jordy dan Sonia tersenyum senang menyambut para tamu yang hadir di mana mereka memberikan doa restu kepada keempat mempelai itu. Aura kebahagiaan terpancar di wajah ke empat nya.


Sumi menatap putri sulung nya dengan tatapan haru. Ia kini telah berhasil mengantarkan Dea ke pelaminan bersatu dengan orang yang ia cintai.


"Lihat kakak mu Denis, begitu cantik dan anggun. Cocok sama mas Marco mu" Ujar Sumi tersenyum manis penuh haru melihat putri sulung nya.

__ADS_1


"Iya buk, kakak cantik sekali" Ujar Denis ikut senang melihat kakak satu-satunya yang ia miliki.


Sedangkan di sisi lain Alicia menatap tidak senang ke arah Dea dan Marco. Ia benar-benar tidak bisa terima jika Dea dan Marco harus menikah. Tapi untuk protes tentang hal itu ia tidak mampu. Lantaran Nurdi paman nya Marco meminta Marco untuk menikah dengan Dea juga baru nanti Marco akan menikah dengan nya. Yah meski sangat berat ia terima hal itu, namun harus ia lakukan demi membalas semua sakit hati nya terhadap Marco. Dan kini musuh nya bertambah kepada Nurdi dan juga Ratna. Karena mereka tidak mau ambil pusing dengan apa yang Marco lakukan kepada nya tempo hari.


"Awas aja kalian, tunggu pembalasan ku. Aku tidak akan membiarkan kalian hidup dalam kebahagiaan di atas penderitaan ku. Enak saja kalian bisa tertawa lepas seperti itu" Batin Alicia menggenggam erat-erat tangan nya penuh dengan amarah di hati.


"Alicia sayang" Sapa Ratna menghampiri gadis itu.


"Eh tante"


"Aduh sayang, jangan panggil aku dengan sebutan itu dong. Secara aku ini akan menjadi mertua mu. Panggil saja mama" Ucap Ratna tersenyum kepada calon menantu nya itu.


"Eh iya ma" Jawab Alicia kembali menatap Marco dan juga Dea bersalaman dengan para tamu undangan.


"Alicia sayang, kamu pasti merasa sedih dan sakit hati ya melihat mereka? Sama nak, mama juga merasakan hal yang sama. Hanya saja kita harus bersabar untuk memisahkan mereka. Nanti setelah kamu menjadi istri nya Marco, kita akan buat Dea tidak betah tinggal di rumah. Dea pasti akan angkat kaki dari rumah kita" Ujar Ratna tersenyum licik menyampaikan rencananya.


"Bener ma?" Ulang Alicia kepada wanita paruh baya yang ada di hadapannya saat itu.


"Ya bener dong sayang. Mama mana pernah setuju Marco menikah dengan gadis kampung itu. Hanya saja mama harus terpaksa karena papa Marco yang minta. Yah mau tidak mau terima saja jari nya" Ujar Ratna dengan kecewa.


"Pokok nya mama akan dukung kamu terus. Mama akan membantu kamu untuk membuat Dea tidak betah di rumah. Mama juga akan membantu kamu untuk merebut Marco. Mama hanya mau kamu satu-satu nya jadi istrinya Marco" Jelas Ratna lagi.

__ADS_1


"Makasih ya ma, mama selalu mendukung ku dalam keadaan apa pun" Ujar Alicia. Memeluk Ratna.


Susi yang menyaksikan semua itu hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala nya. Ia merasa heran kepada kedua orang itu. Di mana yang satu rela di jamah sama laki-laki yang ia sukai demi mendapatkan keinginannya. Dan yang satu hanya memikirkan status sosialnya saja tanpa memikirkan kebahagiaan putranya. Ia rela mengorbankan kebahagiaan putranya hanya demi mendapat apa yang ia inginkan.


__ADS_2