Akan Kah Kita Berpisah?

Akan Kah Kita Berpisah?
Mengobati Alicia


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Putra kembali berkunjung ke rumah Alicia. Kini ia tidak sendiri. Ia pergi bersama tunang nya Dea. Yah sengaja ia mengajak Dea untuk pergi bersama nya agar gadis yang memiliki lesung pipi itu bisa melihat kondisi gadis yang telah melakukan operasi plastik itu.


Seperti tadi pagi, gadis itu duduk di sofa yang berada di ruang tamu rumah nya sambil menunggu kedatangan Marco datang untuk mengobati luka nya. Raut wajah bahagia ia pancar kan.


"Susi,. coba kamu lihat penampilan ku! Apa sudah cantik? Tidak ada yang kurang kan pada penampilan ku? Terus wajah ku bagaimana? Apa make up nya ketebalan?" Ujar Alicia parno dengan penampilan nya. Yah ia takut jika nanti Marco akan risih dengan penampilan nya. Yah meski Marco sudah terang-terangan tidak menyukai nya, tapi tetap saja ia harus berpenampilan cantik.


Yah siapa tahu dengan terus melihat wajah nya yang sudah di permak sedemikian rupa membuat Marco membuka pintu hati nya. Begitu lah yang di pikirkan oleh Alicia saat itu.


"Sudah oke kok. Penampilan kamu tetap seperti biasa nya. Sempurna" Ujar Susi mengangkat satu tangan nya dan jari menghubungkan jari telunjuk dan ibu jari membentuk huruf O.


Semakin senang Alicia mendengar pujian dari asisten pribadi nya itu. Ia sangat bersemangat membayangkan menghabiskan malam ini berduaan dengan laki-laki yang selama ini ia taksir.


"Bagus lah jika begitu. Mana sih Marco? lama sekali datang nya?" Ujar Alicia gelisah menunggu kedatangan laki-laki itu.


"Sus, makan malam sudah kamu sediakan bukan? Makanan nya harus enak lo. Aku mau makan berduaan malam ini sama Marco. Kamu harus pujuk dia untuk makan malam bersama kita. Terus setelah dia mau, kamu tinggalkan saja kami berduaan. Secara aku hanya mau makan malam bersama nya. Kamu jangan menganggu kami ya" Tegas Alicia kepada asisten pribadi nya itu.


"Iya aku mengerti kok. Tenang saja akan aku lakukan semua nya sebaik mungkin sesuai keinginan mu" Ujar Susi setuju.


Alicia kembali tersenyum senang saat melihat Marco masuk dengan tas P3K nya. Ia berjalan dengan santai memasuki rumah Alicia dengan gaya cool nya.


"Marco" Ujar Alicia tersenyum senang menyambut kedatangan laki-laki itu.

__ADS_1


Marco membalas nya dengan senyuman tipis di wajah. Laki-laki itu tampa basa-basi mengeluarkan obat-obatan yang akan ia gunakan untuk mengobati luka Alicia. Ia pun langsung menjalankan tugas nya agar cepat selesai dan ia segera pulang.


"Eh ada nak Marco, kebetulan tante sudah masak yang enak lo. Nanti kita makan sama-sama ya" Tawar Susi yang datang dari arah dapur. Yah wanita itu memang menunggu kedatangan Marco di dapur sambil menyiapkan makanan untuk di santap malam ini.


"Aduh tante, gak perlu repot-repot aku...."


"Usssh...." Potong Susi membuat Marco tidak bisa melanjutkan perkataannya.


"Gak baik lo menolak niat baik orang. Bagaimana pun kamu harus mau makan malam bersama kami" Ujar Susi. Yah karena yang meminta itu orang yang cukup tua dari nya. Di mana ia ketahui itu adalah mama nya Alicia, Marco pun mengangguk pelan setuju. Ia tidak bisa menolak permintaan orang yang lebih tua dari nya. Ia memang menghormati orang yang lebih tua dari nya.


Alicia tersenyum senang karena kembali mendapatkan kemenangan. Marco kini kembali jatuh ke dalam perangkap nya. Tiba-tiba senyum kemenangan yang ia pancarkan tadi seketika berubah saat ia melihat ada seorang gadis masuk ke dalam rumah nya. Tak lain dan tak bukan itu adalah Dea tunangan nya Marco. Musuh bubuyut nya.


"Mas, ini ponsel mu. Ternyata jatuh di lantai mobil. Kamu sih gak hati-hati. Selalu saja begitu" Ujar Dea menyerahkan ponsel Marco kepada nya. Yah tadi sewaktu Dea dan Marco turun dari mobil dan ingin masuk ke dalam rumah Alicia, Marco baru menyadari bahwa ponsel nya tidak ada di saku celana nya. Dea menyuruh nya untuk masuk ke rumah Alicia duluan untuk mengobati gadis itu dan dia yang mencari ponsel Marco di mobil nya.


"Oh ya, Alicia, tante Susi. Kenalin ini Dea tunangan ku. Dan sebentar lagi kami akan menikah. Sweety kenalin ini Alicia dan mama nya" Ujar Marco memperkenal kan mereka.


Dea mengulurkan tangan untuk berjabat tangan dengan kedua wanita yang berbeda usia itu. Susi menyambut nya sedangkan Alicia menyambut dengan senyuman yang tampak tidak suka kepada gadis itu.


"Ngapain juga sih Marco mengajak gadis kampung ini ke sini? Ganggu aja deh ini orang" Batin Alicia menatap sinis kepada Dea.


"Sweety, kita di ajak makan malam lo sama tante Susi. Gak masalah kan jika kita pulang nya agak telat" Ujar Marco.

__ADS_1


"Gak apa-apa kok mas"


"Kami tadi baru pulang dari cafe. Yah karena biasa nya aku yang mengantar tunangan ku ini pulang, jadi nya aku membawa nya ke sini duluan deh baru nanti mengantar nya pulang" Ujar Marco sedikit tertawa.


"Oh begitu" Jawab Alicia kesal.


"Gak masalah kan tante jika Dea ikut makan bersama kita? Jika gak boleh, aku juga gak mau ikut makan nanti nya"


"Oh boleh kok nak..Tentu saja boleh Dea ikut makan bersama kita. Lagian tante juga masak banyak tadi" Jawab Susi cepat.


Yah mau tidak mau harus menerima Dea makan bersama mereka karena jika tidak, Marco tidak akan mau makan bersama mereka malam itu.


"Terima kasih tante Alicia" Ujar Marco tersenyum senang. Ia pun melanjutkan untuk mengobati luka yang ada pada Alicia dan memakaikan nya perban di luka-luka tersebut.


"Aduh, ngapain juga mengajak gadis kampung ini. Bisa gagal kan rencana ku untuk makan berduaan sama Marco. Padahal aku sudah merangkaikan rencana malam ini untuk Marco" Batin Alicia semakin kesal.


"Malah pakai panggil sweety segala lagi. Lebay banget deh. Seperti dunia mereka yang punya. Gak sadar apa ada aku dan Susi di hadapan mereka. Bucin nya keterlaluan" Batin nya lagi semakin kesal.


"Alicia, bagaimana keadaan mu? Apa sudah mendingan?" Tanya Dea dengan lembut kepada gadis itu.


"Sok-sok perhatian lagi" Batin Alicia terus saja menggerutu.

__ADS_1


"Iya sudah lumayan kok. Luka nya tidak terlalu perih seperti tadi pagi" Jelas Alicia terpaksa bersikap sopan agar Marco tidak risih kepada nya.


"Syukur deh kalau begitu. Aku ikut senang mendengar nya" Ujar Dea tersenyum manis.


__ADS_2