
Marco berencana untuk mengajak Dea makan malam romantis sebagai ungkapan permintaan maaf atas kesalahan yang ia lakukan dan membuat Dea kecewa.
Supir pribadi Marco telah datang datang ke kos nya Dea untuk menjemput gadis yang mempunyai lesung pipi itu. Dea masuk ke dalam mobil mewah itu. Untuk kali ini, Dea hanya berdandan ala kadar nya. Celana jens dan baju kaos menjadi pilihan nya malam ini.
Yah sengaja Dea tidak berpenampilan seperti biasa nya saat Marco mengajak nya makan malam. Secara perasaannya masih kecewa terhadap laki-laki itu. Ia tidak mempunyai mood untuk bertemu dengan Marco sebenar nya. Namun, apa lah daya masalahnya harus diselesaikan saat ini juga. Terlebih acara pernikahan mereka sudah di depan mata.
Mobil mewah Marco berhenti di sebuah restoran berbintang lima.
"Pak Marco sudah menunggu di dalam" Ujar supir pribadi itu. Dea menjawab dengan mengangguk pelan dan tersenyum tipis kepada supir pribadi Marco itu. Dengan langah yang tidak bersemangat gadis yang memiliki lesung pipi itu pun masuk ke dalam restoran tersebut.
"Dengan nona Dea?" Tanya salah satu pelayan yang memang dari tadi menunggu kedatangan Dea di depan pintu restoran.
"Iya saya" Jawab Dea.
"Mari ikut saya. Pak Marco sudah menunggu kedatangan anda di ruang VIP" Ajak pelayan itu lagi. Dea pun mengikuti jejak langkah pelayan tadi yang mengantar nya ke tempat Marco berada.
"Ini dia ruang VIP nya. Silahkan masuk" Ujar pelayan tadi mempersilahkan gadis itu masuk.
"Terima kasih" Jawab Dea.
__ADS_1
Dea membuka pintu ruang VIP itu. Ia masuk ke dalam ruangan itu dengan langkah yang tidak bersemangat.
Ruang VIP ini dirancang dengan indah, menampilkan sentuhan mewah dan romantisme. Ketika pintu terbuka, cahaya lembut dari luster kristal bergemerlapan di langit-langit memancarkan suasana elegan. Ruangan ini luas dan terhias dengan warna-warna hangat yang lembut.
Dinding-dindingnya dilapisi dengan panel kayu berkualitas tinggi yang memberikan nuansa hangat dan mewah. Sepanjang dinding terdapat lukisan-lukisan klasik yang indah, menambah keindahan estetika ruangan. Di sepanjang sisi ruangan, terdapat jendela-jendela besar yang menawarkan pemandangan kota yang indah di malam hari.
Di tengah ruangan, terdapat meja kayu solid yang dipoles dengan sempurna. Meja ini dilapisi dengan kain putih yang halus, memberikan kesan elegan dan romantis. Di atas meja, terdapat perhiasan-pertiasan seperti vas bunga mawar merah yang indah, lilin-lilin aromaterapi yang lembut, dan piring-piring cantik dari porselen. Meja ini juga dilengkapi dengan peralatan makan yang bersinar, menggambarkan keistimewaan tempat ini.
Di sekitar ruangan, terdapat kursi-kursi mewah yang dilapisi dengan kulit berkualitas tinggi dan bantal-bantal lembut yang memberikan kenyamanan bagi tamu. Setiap kursi memiliki aksesori seperti selendang sutra yang indah, memberikan sentuhan romantis dan misterius.
Pencahayaan ruangan ini lembut dan terarahkan, memperkuat suasana intim. Cahaya lilin yang dipasang di setiap sudut ruangan memberikan sentuhan romantisme yang sempurna. Musik instrumental yang lembut mengalun di latar belakang, menambah kesan romantis.
Marco tersenyum manis menyambut kedatangan pujaan hati nya. Sedang kan Dea hanya membalas dengan senyuman tipis. Sungguh sulit untuk menggambarkan suasana hati gadis itu saat ini. Yang jelas ia kecewa dengan laki-laki itu, tapi ia juga tidak bisa membohongi perasaan nya di mana rasa cinta itu nyata ada nya.
"Dea, maafkan aku. Aku tahu aku telah mengecewakanmu dan aku sangat menyesal. Hari ini, aku ingin mengungkapkan penyesalanku dan memulai kembali hubungan kita dengan sebuah makan malam romantis" Ujar Marco dengan tulus.
"Mari duduk di sana" Ajak Marco menuntun Dea ke meja mereka. Dea mengikuti tanpa menolak sedikit mu. Marco menarik kursi untuk Dea dan membantu nya duduk.
"Dea, sulit untuk ku jelaskan bahwa aku sangat menyesal atas apa yang terjadi. Yah aku telah mengecewakan mu. Aku mohon dengan kerendahan hati maaf kan aku. Jangan pernah kamu meninggalkan aku" Ujar Marco terus saja memohon kepada kekasih nya itu.
__ADS_1
Dea menatap bola mata kekasih nya dalam-dalam. Tidak ada kebohongan yang terpancar dari bola mata laki-laki yang ada di hadapan nya saat itu. Yang ada hanya ketulusan dan kejujuran.
Dea menarik nafasnya dalam-dalam dan dihembuskannya kuat-kuat untuk menghilangkan rasa kegundahan di hatinya. Seperti yang telah di ketahui bahwa rasa cinta nya kepada laki-laki itu sangat besar. Tidak mudah untuk nya melepaskan dan melupakan kekasih nya itu.
"Mas, aku percaya terhadap mu. Aku tidak akan meninggalkan mu. Aku juga mencintai mu. Tidak mudah bagiku untuk melepaskan kamu dan memutuskan hubungan kita begitu saja" Ujar Dea pada akhir nya.
"Jadi apa kamu masih mau menikah dengan ku Dey?" Tanya Marco penuh harapan.
"Tentu mas. Aku tentu mau menikah dengan mu. Kita telah mempersiapkan segalanya bersama-sama hingga sejauh ini. Aku akan menikah dengan mu mas. Aku akan menjadi istri mu. Menemani kamu hingga mau memisahkan. Mari kita menua bersama-sama" Ujar Dea dengan senyuman manis nya.
Sontak jawaban Dea barusan membuat Marco bernapas lega. Selama ini ia sama sekali tidak bisa hidup dengan tenang. Ia benar-benar takut jika Dea akan meninggalkan nya. Ibarat kata makan tak kenyang tidur tak lena. Tapi sekarang semua nya sudah terjawab. Dea masih menerima diri nya dan mau menjadi istri nya.
"Terima kasih Dea. Aku janji aku tidak akan mengecewakan mu lagi. Tapi apa kamu setuju nanti nya aku menikah dengan Alicia?"
"Tidak masalah bagi ku mas. Kamu menikah dengan Alicia hanya karena takut jika Alicia hamil anak mu bukan?"
"Iya benar. Tapi setelah semuanya jelas, aku akan berpisah dengan gadis itu. Secara ia hanya ingin memperjelas status nya" Ujar Marco dengan rasa percaya diri nya.
Dea hanya bisa memperlihatkan senyuman kecut di bibirnya. Ia benar-benar tidak tahu harus berkata apa kepada laki-laki itu. Tidak bisa di bohongi bahwa sebenarnya ia merasa bahagia jika Marco akan menceraikan Alicia saat mengetahui bahwa Alicia tidak hamil. Tapi di sisi lain ia juga tidak tega jika nanti nya Alicia menjadi janda. Ah sungguh membingungkan perasaan gadis ini.
__ADS_1
"Aku benar-benar bahagia karena kamu menerima ku kembali. Maafkan aku ya Dey" Hanya kata maaf lah yang bisa Marco ucapkan kepada gadis itu.
"Iya gak apa-apa kok mas. Sekarang lupakan saja semua itu. Semua masalah itu sudah berlalu dan sudah terjadi juga. Tidak perlu kita bahas lagi. Yang jelas jadi kan itu sebagai pelajaran agar kita menjadi orang yang lebih baik lagi" Ujar Dea dengan bijak.