
Rumi dan Jaka tiba di Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali, dengan senyum bahagia menghiasi wajah mereka. Mereka sudah lama menantikan momen indah ini, dan kebahagiaan mereka semakin bertambah karena tahu bahwa mereka akan menikmati segala kemewahan bulan madu yang telah dipersiapkan oleh bos baik mereka, Marco.
Bulan madu Rumi dan Jaka diadakan di Kota Bali, pulau yang terkenal dengan keindahan alamnya dan budaya yang kaya. Marco memilih tempat-tempat romantis dan eksotis untuk membuat pengalaman bulan madu mereka menjadi luar biasa.
Marco memilih villa mewah dengan pemandangan laut yang menakjubkan. Villa ini memiliki kolam renang pribadi, taman yang indah, dan fasilitas mewah lainnya. Mereka dapat menikmati privasi dan kenyamanan di tempat ini.
Yah meski Marco saat ini menghadapi masalah, tapi ia tetap menepati janjinya untuk membiayai pernikahan dan juga liburan bulan madu di kota bali. Di mana itu sudah di persiapkan dari awal jauh sebelum kecelakaan antara diri nya dan juga Alicia terjadi.
Jaka menghempas kan tubuh nya yang lelah di atas tempat tidur kamar nya. Ia merasa lelah karena menempuh perjalanan cukup lama.
"Sayang, aku benar-benar merasa beruntung karena telah memiliki bos sebaik pak Marco. Dia benar-benar baik kepada kita" Ujar Jaka memandang langit-langit kamar nya.
"Iya, aku juga merasa beruntung sekali karena mendapatkan bos sebaik diri nya"
Tiba-tiba Jaka bangun dari tidur nya dan duduk di atas tempat tidur nya.
"Tapi yang paling membuat aku beruntung, aku memiliki istri seperti kamu" Goda Jaka mengernyit kan sebelah mata nya kepada istri nya itu.
Rumi tersipu malu memandang suami nya yang menggoda diri nya itu. Jaka menarik tangan Rumi yang sedang membereskan pakaian yang ada di dalam koper di mana koper itu ia taruh di atas tempat tidur hingga membuat gadis berambut ikal itu jatuh ke dalam pelukan nya.
"Sayang, apa kita lakukan unboxing siang ini?" Tanya Jaka sedikit menggoda.
"Ya ampun sayang, masa siang-siang juga mau melakukan hal itu sih" Ujar Rumi masih tersipu malu.
"Apa salah nya toh kita sudah halal kok"
Rumi lagi-lagi tersipu. Bagaimana pun ia tidak bisa menolak permintaan dari suami nya itu. Ia mengangguk pelan tanda setuju.
__ADS_1
Mata mereka saling menatap satu sama lain, Wajah Jaka mendekati wajah Rumi sehingga bisa mereka rasakan kehangatan napas mereka satu sama lain. Saat jarak antara bibir kedua nya tinggal beberapa senti lagi, tiba-tiba...
Krek...krek....
Sontak perut Rumi berbunyi tanda keroncongan. Yah gadis yang sudah bergelar sebagai istri Jaka itu kelaparan.
Suara itu membuat aktifitas mereka terhenti. Jaka melirik Rumi dengan tatapan yang sulit untuk di artikan. Rumi hanya bisa nyengir melihat suami nya menatap diri nya seperti itu.
"Kamu lapar?"
Rumi mengangguk pelan.
"Aku gak makan dari pagi tadi" Ujar Rumi dengan nada manja nya.
"Kenapa gak makan sih?"
Jaka tersenyum menggelang-geleng kepala nya mendengar ucapan dari suami nya itu.
"Ya sudah ayo kita makan" Ajak Jaka.
***
Jaka dan Rumi memulai petualangan romantis mereka dengan berjalan-jalan di Pantai Nusa Dua yang indah. Pantai dengan pasir putih lembut dan air laut yang jernih ini menawarkan pemandangan matahari terbenam yang spektakuler dan suasana yang tenang untuk bersantai bersama.
"Pemandangan pantainya begitu menakjubkan, ya? Seperti langit biru yang tak berujung bersama pasir putih yang halus" Ujar Jaka menatap takjub pemandangan di pantai itu bersama istri nya.
"Iya, benar-benar surga di dunia ini. Aku sangat senang karena bisa liburan di sini. Pak Marco benar-benar hebat bisa memilih Bali untuk bulan madu kita." Jawab Rumi dengan merangkul lengan suami nya.
__ADS_1
"Aku juga tidak bisa membayangkan tempat yang lebih baik untuk kita berdua. Memang benar ada nya bahwa bali ini di sebut dengan pulau cinta"
"Bagaimana perasaanmu setelah beberapa hari pertama di sini?"
"Aku merasa begitu bahagia. Setiap momen bersamamu adalah hadiah yang tak ternilai bagiku. Bali menjadi lebih istimewa karena kamu ada di sini" Jawab Jaka dengan menggenggam tangan istri nya dengan lembut.
"Oh, Jaka. Kamu selalu tahu cara membuatku tersenyum. Aku juga merasa begitu beruntung bisa bersama kamu di sini." Ujar Rumi tersipu malu.
"Aku berharap momen ini tak pernah berakhir. Semua cinta dan perhatianmu membuatku merasa seperti pria beruntung di dunia ini. Terima kasih karena telah hadir di dalam hidupku dan menjadi teman di masa tua ku kelak" Ujar Jaka menggenggam kedua tangan istri nya dan menatap Rumi dengan tatapan cinta.
"Dan kamu membuatku merasa wanita paling dicintai di dunia ini. Setiap saat bersamamu adalah kenangan indah yang akan selalu kusimpan di hati. Terima kasih juga karena telah menjadi lelaki terhebat ku" Jawab Rumi membenamkan kepala nya di dada suami nya itu. Mereka saling berpelukan merasakan cinta di hati kedua nya.
"Aku ingin kita selalu saling menghargai, merayakan momen-momen kecil bersama, dan menjalani kehidupan yang penuh cinta"
"Aku setuju sepenuhnya. Kita bisa menjadi tim terbaik untuk menghadapi segala hal. Bersama-sama, tak ada hal yang tak mungkin kita lakukan" Ujar Rumi menyandarkan kepala nya di bahu sang suami sambil menatap laut yang begitu luas di hadapan mereka.
"Tepat sekali. Dan tak lupa, selalu ada petualangan baru yang menunggu kita. Baik di Bali atau di tempat lain, kita akan menjalani semuanya bersama." Jaka memberikan kecupan hangat di puncak kepala istri nya dengan penuh kehangatan.
"Iya, Jaka. Dengan kamu di sisiku, aku siap mengarungi hidup ini dengan penuh semangat. Aku mencintaimu"
"Aku juga mencintaimu, Rumi. Selamanya dan lebih dari diri ku sendiri" Ujar Jaka mengusap lembut pipi mulus istri nya.
Deburan ombak dan suara burung laut mengiringi percakapan mereka. Jaka dan Rumi melanjutkan waktu bersama di pantai Nusa Dua, menikmati setiap detik momen indah bulan madu mereka di pulau Bali yang romantis itu.
***
Setiap malam, Marco telah memesan makan malam romantis untuk Rumi dan Jaka di berbagai restoran eksklusif di Bali. Dengan latar belakang pemandangan indah, mereka menikmati hidangan lezat dan berbagi tawa serta cerita-cerita cinta mereka. Sungguh bulan madu ini sangat berkesan di hati Rumi dan Jaka. Mereka pun sangat bersyukur dan beruntung memiliki bos sebaik Marco.
__ADS_1