
Mereka tiba di meja makan dan makan bersama saat itu. Sengaja Susi belum memberi tahu keluarga Marco tentang apa yang terjadi. Secara perut nya sudah mulai keroncongan saat itu. Yah itu manusiawi ya.
Kini mereka kembali ke ruang keluarga untuk membahas tentang maksud kedatangan Alicia dan Susi di rumah itu.
Sedari tadi Marco hanya banyak diam. Ia sama sekali tidak mengeluarkan suara sepatah kata pun.
Susi memberi kode kepada Marco agar mengatakan hal yang sebenar nya kepada keluarga nya itu. Tapi Marco masih tidak bisa mengatakan apa pun. Secara mulut nya terasa terkunci saat itu.
"Ratna,. Nurdi kedatangan aku ke sini hanya untuk meminta pertanggung jawaban dari Marco" Ujar Susi pada akhir nya. Secara dari tadi Marco sama sekali tidak menjelaskan apa-apa lebih baik ia yang mengatakan nya. Toh sudah cukup lama juga mereka di rumah itu.
"Maksud nya apa? Pertanggung jawaban apa?" Tanya Nurdi tidak mengerti.
Dea yang mendengar hal itu pun merasa sedikit khawatir di hati nya. Yah hati nya benar-benar tidak saat itu. Terlebih mendengar Marco mengatakan hal tadi.
"Ini hanya lah kecelakaan. Aku benar-benar tidak pernah menginginkan hal ini terjadi" Kata-kata Marco itu terus saja terngiang di telinga gadis itu.
"Marco, ayo jelas kan atau harus tante yang mengatakan nya?" Tanya Susi lagi.
"Biar aku saja yang menjelaskan semua ini tante" Ujar Marco pada akhir nya. Ia memegang tandan Dea dengan sepuh rasa cinta di hati nya.
"Dey, percaya sama aku ya. Apa pun yang terjadi tetap berada di sisi ku" Bisik nya lagi. Dea mengangguk pelan tanda setuju.
__ADS_1
"Ma, pa, semua nya, dan terutama Dea. Maaf kan aku telah melakukan kesalahan. Aku telah mengecewakan kalian semua terutama Dea. Aku dan Alicia telah melakukan hal itu"
Deg...
Sontak semua yang ada di rumah Marco itu merasa kaget. Terutama Dea merasa sangat kaget mendengar kenyataan ini. Ia hanya bisa menutup mulut nya yang terbuka dengan tangannya.
"Dey, apa kamu ingat saat kita bertengkar hebat waktu itu?"
Dea kembali mengganggu pelan.
"Aku frustasi saat itu Dey. Aku benar-benar kecewa dengan kamu. Hingga aku pergi ke klub malam untuk menghilangkan rasa kekecewaan di hati ini. Tanpa ku sadari aku terlalu banyak minum hingga mabuk. Dan entah sejak kapan aku bersama Alicia. Hingga terjadilah hal itu. Tante Susi dan Alicia datang ke sini hanya ingin mengatakan hal itu kepada kalian semua dan meminta pertanggungjawaban dariku. Karena aku telah merusak masa depannya Alicia. Aku benar-benar minta maaf dengan apa yang terjadi kepada kalian semua" Ujar Marco penuh penyesalan.
"Wah, tidak bisa seperti itu dong Marco. Kamu harus menikah dengan Alicia. Kamu telah merusak masa depan nya. Dea pasti bisa merelakan kamu kok" Ujar Ratna mulai mengompori.
"Terus, bagaimana dengan ku? Apa kamu melepaskan ku begitu saja? Bagaimana jika aku hamil?" Ujar Alicia.
Nurdin tampak kecewa. Ia tidak tahu harus berbuat apa saat ini. Anak nya berada di situasi yang sulit.
"Aku pasti akan bertanggung jawab kepada mu. Tapi jika kalian meminta ku untuk berpisah dari Dea, kalian salah besar aku tidak akan pernah melepaskan Dea begitu saja. Aku dan Dea saling mencintai. Cinta ku kepada Dea begitu besar" Jelas Marco lagi.
Dea hanya diam mendengarkan ucapan dari tunangan nya itu. Ia benar-benar bingung harus berkata apa saat itu. Otak dan perasaan nya masih berkecamuk tidak bisa berpikir dengan jernih. Ia tidak menyangka bahwa Marco telah melakukan dosa itu bersama Alicia.
__ADS_1
"Bertanggung jawab bagaimana maksud kamu?"
"Aku tidak tahu, yang jelas aku akan bertanggung jawab"
"Marco, tante hanya mau kamu dan Alicia menikah. Kamu harus memberi kejelasan terhadap status Alicia saat ini. Terlebih jika dia nanti nya hamil. Apa kamu tidak kasihan sama anak mu sendiri yang tidak memiliki ayah" Ujar Susi.
"Susi benar Marco. Kamu harus menikah sama Alicia" Tambah Ratna lagi.
"Aku tidak bisa menikah dengan Alicia. Pernikahan mu hanya di lakukan bersama Dea" Tegas Marco.
"Marco, bagaimana pun kamu harus menikah dengan Alicia. Papa mau kamu harus bertanggung jawab atas apa yang kamu lakukan meskipun itu tidak disengaja" Ujar Nurdin pada akhirnya setelah cukup lama terdiam.
"Pa, tapi aku mencintai Dea. Aku sama sekali tidak mau menikah dengan Alicia. Aku akan bertanggung jawab atas apa yang terjadi kepada Alicia apalagi nanti jika dia beneran hamil anak ku. Tapi bertanggung jawab di sini bukan aku menikah dengannya" Ujar Marco lagi.
"Pa, aku sudah mempersiapkan segalanya untuk menikah dengan Dea. Undangan, Gaun pengantin, catering, tempat pernikahan dan lain sebagainya sudah aku persiapkan. Semua atas nama aku dan Dea. Tidak mungkin membatalkan semua itu begitu saja dan mengganti dengan nama Alicia. Sedangkan semua undangan sudah tersebar" Ujar Marco lagi.
Nurdin kembali berpikir untuk mencari jalan keluar tentang masalah ini.
"Baik lah, kamu dan Dea akan menikah. Kamu dan Dea akan tetap melakukan pernikahan beberapa hari ke depan. Setelah itu, kamu harus menikah dengan Alicia setelah nya. Yang jelas kamu harus memperjelas status Alicia" Ujar Nurdin. Memperjelas status maksud nya dimana Alicia saat ini masih gadis tapi dia sudah tidak perawan lagi karena di renggut oleh Marco. Jadi setelah status Alicia di perjelas jadi tidak ada yang kaget nanti nya meski dia tidak perawan lagi. Secara ia sudah menikah. Dan jika nanti hubungan pernikahan mereka tidak berlangsung lama Alicia jelas statusnya sebagai seorang janda. Bukan gadis rasa janda lagi.
Yah meski pun Alicia memang sudah tidak suci lagi sejak lama. Tapi Marco tidak tahu hal itu. Di mana Alicia dulu nya adalah Rini. Jika ia mengetahui hal itu, pasti ia tidak akan mau menikah dengan gadis itu.
__ADS_1
"Dea, bagaimana? Apa kamu setuju?" Tanya Nurdin kepada calon menantu nya itu.
Dea masih larut dalam pikiran nya. Gadis yang memiliki lesung pipi itu benar-benar shock dengan kejadian ini. Ia tidak tahu harus berbuat apa dan bagaimana saat ini. Mau marah tapi percuma saja karena semua ini sudah terjadi dan tidak bisa di ubah lagi. Terlebih ia sudah janji kepada Marco tidak akan meninggalkan laki-laki itu dalam keadaan apa pun dan bagaimana pun keadaan nya.