Akan Kah Kita Berpisah?

Akan Kah Kita Berpisah?
Tiga hari kedepan


__ADS_3

Saat mereka akan melaksanakan makan malam, Ratna ingin membahas tentang masalah pernikahan antara Marco dan Alicia. Wanita paruh baya itu tampak bersemangat membahas nya. Secara gadis yang ia harapkan akan segera menjadi menantu nya.


Sedang kan Dea hanya terdiam dan tertunduk mendengar mertua nya itu. Marco mengetahui bahwa istri nya itu pasti merasa sakit di hati nya pun bertindak.


"Ma, jangan bahas masalah ini sekarang dong. Aku lagi lapar ini, aku mau makan dulu nanti malah selera makan ku hilang lagi" Ujar Marco kepada mama nya.


"Lo, masalah ini sangat penting dan harus di bahas lo Marco" Ucap Ratna lagi.


"Ada apa sih ribut-ribut" Tegur Nurdin yang baru saja keluar dari kamar nya.


"Ini mama pa, masa harus membahas pernikahan ku dan Alicia sekarang sih. Aku sedang lapar ini. Nanti malah nafsu makan ku hilang lagi" Ujar Marco apa ada nya.


"Marco benar ma, nanti saja kita bahas masalah ini. Seperti gak ada waktu saja mama ini. Di mana harus di bahas saat makan seperti ini" Ujar Nurdin lagi.


"Tapi pa, masalah ini terus saja di tunda. Kasihan Alicia nya dimana status nya gak jelas seperti itu" Ujar Ratna khawatir dengan masalah ini.


"Ma, nanti ya. Saat ini waktu nya makan malam bersama" Ujar Nurdin lagi dengan lembut namun penuh penekanan.


Ratna terdiam mendengar ucapan suaminya itu. Yah jika Nurdin logat bicara nya seperti itu dan masih Ratna membantah nya bisa-bisa mereka bertengkar hebat nanti.


***


Tak berselang begitu lama mereka selesai makan malam, Ratna mengirim pesan singkat kepada Alicia dan Susi untuk segera datang ke rumah nya tampa sepengetahuan Nurdin dan Marco.


"Alicia, sekarang seperti nya waktu yang tepat untuk membahas masalah kamu dan Marco. Ayo datang ke rumah mama" Pesan dari Ratna masuk ke ponsel nya Alicia.


Gadis yang telah melakukan operasi plastik itu tersenyum licik penuh kemenangan membaca pesan singkat dari calon mama mertua nya.


"Baik, aku dan mama akan segera ke sana. Pasti kan Marco dan om Nurdin ada di rumah" Balas Alicia.

__ADS_1


***


Bel rumah mewah itu berbunyi. Ratna yang memang sedari tadi menunggu kedatangan Alicia dan Susi di ruang tamu membuka kan pintu rumah megah nya.


"Hallo, ayo masuk" Ujar Ratna tersenyum senang menyambut kedatangan kedua wanita yang berbeda usia itu.


"Kalian tunggu di sini sebentar ya, aku akan memanggil Marco dan papa nya ke sini" Ujar Ratna berlalu meninggalkan kedua ibu dan anak bohongan itu.


Tak berselang begitu lama, Marco, Dea, dan Nurdin tiba di ruang tamu. Nurdin menatap Ratna dengan tatapan penuh arti. Ia tahu bahwa istri nya itu lah yang pasti meminta Alicia bersama mama nya datang.


"Maaf jika kami terus-terusan datang ke sini menemui kalian. Saya sebagai mama nya Alicia sangat meminta kejelasan atas masalah ini. Saya tidak mau anak saya terus di gantungkan seperti ini" Ujar Susi.


"Iya saya mengerti. Maaf buk jika saya terus saja mengulur waktu. Baik lah jika begitu, Marco dan Alicia akan menikah dalam tiga hari kedepan. Tapi maaf sebelum nya, pernikahan Marco dan Alicia hanya di lakukan di kantor KUA saja. Dan tidak akan di adakan acara apa pun. Bagaimana apa kalian setuju?" Ujar Nurdin pada akhir nya.


"Lo kenapa tidak dia di adakan acara? Pernikahan Marco dan Dea di buat begitu megah dan mewah. Kenapa anak saya tidak mendapatkan perlakuan yang sama?" Protes Susi.


Susi melihat Alicia untuk bertanya bagaimana seharus nya ia jawab atas rencana laki-laki paru baya itu.


Alicia menjawab dengan memberi kode bahwa tidak apa-apa ia hanya di nikahkan di KUA asalkan ia akan segera menikah dengan Marco dan menjadi istri Marco secepatnya.


"Iya tidak masalah bagi ku dan juga Alicia. Yang penting status Alicia saat ini jelas ada nya. Aku tidak mau anak ku tidak jelas seperti ini" Ujar Susi setelah mendapatkan persetujuan dari anak palsu nya itu.


"Ya sudah jika begitu keputusan kalian. Marco dan Alicia anak menikah tiga hari kedepan"


"Pa, apa tidak begitu cepat?" Protes Marco.


"Tidak ada yang cepat Marco, kita sudah terlalu lama mengulur waktu. Ini adalah keputusan papa. Papa harap kamu tidak mempermasalahkan nya. Kamu tahu sendiri ini adalah salah kamu juga" Ujar Nurdin.


"Dea, papa harap kamu bisa menerima semua ini dengan lapang dada" Ujar Nurdin menepuk bahu menantu nya untuk memberi semangat dan kemudian berlalu dari hadapan mereka semua.

__ADS_1


Dea yang sedari tadi diam hanya bisa memancarkan senyum kecutnya di bibirnya yang mungil.


Sedangkan Ratna dan Alicia tersenyum puas penuh kemenangan mendengar keputusan dari Nurdin barusan.


Sedangkan Susi hanya bisa menjelang gelengkan kepala dan menghela napas beratnya. Karna Sesungguhnya ia tidak mau melakukan hal ini. Ia terpaksa melakukannya atas permintaan atasannya yaitu Alicia.


Marco dan Dea pergi meninggalkan ruang tamu itu dengan perasaan yang sulit untuk di jelas kan. Dengan terpaksa dan berat hati mereka berdua harus menerima semua kenyataan ini dengan tangan terbuka dan lapang dada.


"Akhir nya om kamu sudah memberikan keputusannya yang sangat memuaskan untuk kita" Ujar Ratna tersenyum puas.


"Iya benar sekali. Akhirnya aku dan Marco akan segera menikah. Status ku sudah tidak di gantungin lagi" Jawab Alicia imut tersenyum senang.


***


Nurdin tampak sibuk dengan ponsel nya. Ia duduk di atas kasur nya tampa menghiraukan Ratna yang baru saja masuk ke dalam kamar nya.


Ratna memancarkan senyuman manis nya ke arah Nurdin. Namun, Nurdin hanya melihat nya dengan tampa ekspresi sama sekali.


"Aduh hari ini benar-benar melelahkan. Dan tiga hari kedepan juga pasti akan sangat melelahkan juga melihat putra sulung kita menikah" Ucap Ratna duduk di samping suami nya itu. Nurdin hanya diam tampa menjawab sepatah kata pun.


"Pa, kok papa diam aja. Sih mama mau ngomong lo pa"


"Papa harus menjawab apa? Bukan nya kamu sudah puas dan sangat puas karena keinginan mu sudah kamu dapatkan?"


Ratna kaget mendengar suami nya berkata seperti itu.


"Apa sih maksud kamu pa?" Tanya Ratna.


Nurdin menatap istri nya dengan penuh arti yang mendalam

__ADS_1


__ADS_2