
Alicia duduk manis di tempat tidur nya. Ia tampak dengan santai membaca majalah yang ada di tangan nya.
"Sayang, bagaimana keadaan kamu pagi ini? Apa ada makanan yang mau kamu inginkan?" Tanya Ratna kepada menantu kesayangan nya itu saat masuk ke dalam kamar Alicia.
"Eh mama, untuk saat ini sih belum ada ya ma"
"Nanti jika kamu ingin sesuatu bilang saja ya. Mama pasti akan menuruti nya" Ujar Ratna tersenyum ramah.
Alicia tampak berpikir. Seketika terlintas di benak nya untuk menginginkan sesuatu.
"Ma, Dea mana? Aku mau nasi goreng buatan nya" Ujar Alicia tersenyum licik.
"Oh, oke sebentar ya mama panggilkan dia dulu" Ratna berlalu meninggalkan menantu kesayangan nya itu.
Seperkian menit kemudian Ratna kembali bersama Dea. Alicia tersenyum licik melihat kehadiran madu nya itu.
"Ada apa Alicia kamu memanggil ku?" Tanya Dea dengan lembut.
"Kamu tahu kan jika aku sedang hamil saat ini. Dan aku pengen kamu masakin aku nasi goreng" Pinta Alicia.
"Tapi Alicia, nasi goreng nya sudah di bikinin sama bibi tadi. Mau aku ambilkan di dapur untuk mu?"
"Itu buatan bibi, aku mau nya buatan kamu. Aku ngidam nya masakan kamu bukan bibi. Emang kamu mau ya anak ku nanti terus-terusan ngiler karena tidak mendapatkan apa yang dia mau" Ujar Alicia terdengar sedikit mengancam dengan membawa janin nya.
"Gak kok, jangan sampai bayi mu mengalami hal itu. Kasihan dia nya" Dea ketakutan.
"Nah, kalau gak mau bayi nya nanti kenapa-kenapa, ya harus di turutin dong" Ujar Ratna pula membela menantu nya.
"Ya ma, sebentar ya aku buatin nasi goreng nya" Ujar Dea mengalah.
"Gitu dong. Pakai telor ceplok ya, telor nya setengah mateng aja" Pinta Alicia.
"Bukan nya gak boleh ya orang hamil makan makanan yang setengah mateng gitu" Protes Dea.
"Udah deh Dey, kamu jangan banyak protes deh. Lakukan saja apa yang Alicia mau" Bentak Ratna membuat Dea terdiam.
__ADS_1
"Baik ma" Ujar Dea langsung meninggalkan kedua wanita yang berbeda usia itu.
"Tadi bukan nya kamu bilang gak mau makan apa-apa. Terus kenapa tiba-tiba pengen nasi goreng?" Tanya Ratna setelah memastikan Dea sudah jauh dari mereka.
"Iya sih ma, sebenarnya aku memang gak pengen apa-apa. Ya aku hanya ingin mengerjai Dea aja. Yah sekali-kali sebagai hiburan. Bukan nya kita harus membuat Dea tidak betah ya di rumah ini?"
"Iya, benar. Jadi ini semua hanya akal-akalan kamu saja?"
"Iya dong ma, mama lihat saja permainan nya" Ujar Alicia tersenyum licik.
Dea kembali ke kamar Alicia dengan membawa sepiring nasi goreng yang di masak nya tadi dengan telor ceplok setengah matang di atas nya.
"Ini dia Alicia nasi goreng yang kamu minta" Dea menyerahkan sepiring nasi goreng tadi kepada wanita hamil itu.
"Terima kasih" Alicia menyambut nya.
"Oh ya, selagi aku makan, tolong dong pijitin kaki ku. Rasa nya pegel banget"
Dea menatap Alicia, ia merasa Alicia memperlakukan nya semena-mena seperti itu.
Karena mama mertua nya yang minta dan karena Dea menghormati mama mertua nya, dengan berat hati Dea pun mulai memijit kaki madu nya itu.
"Gitu dong, dari tadi kek dan jangan banyak protes" Ujar Alicia mulai menyodorkan sesuap nasi goreng ke dalam mulut nya.
"Hmm....ternyata enak juga masakan kamu ya" Puji Alicia. Dea hanya mengukir senyuman tipis di wajah nya.
"Aku sudah kenyang. Ini kamu habiskan" Alicia menyerahkan nasi goreng tadi kepada Dea.
"Tapi aku sudah kenyang. Dan aku gak bisa memakan telor setengah matang" Jawab Dea dengan jujur.
"Tapi anak yang ada di dalam perut ku ini pengen lihat kamu makan makanan ini lo, masa ia sih kamu menolak nya" Ujar Alicia dengan nada manja nya.
"Aduh Dey, ikut saja lah apa yang Alicia mau. Apa susah nya sih" Sela Ratna lagi.
"Tapi ma, aku gak bisa makan telor...."
__ADS_1
"Tolong dong Dey, emang kamu mau nanti terjadi apa-apa sama anak ini. Jika hal buruk nanti terjadi kamu ya salah ya" Ancam Alicia lagi.
Dea menghela napas berat nya. Beberapa kali terlihat istri pertama Marco itu menelan silva nya. Dengan berat, akhir nya Dea menyodorkan telur setengah matang beserta nasi goreng ke dalam mulut nya. Hal itu membuat Dea berlari ke luar menuju ke kamar mandi karena ia mau muntah. Karena memakan telur setengah matang itu.
Melihat Dea berlari terbirit-birit, membuat Ratna dan Alicia tertawa lepas. Mereka begitu senang melihat Dea seperti itu.
"Ternyata Dea gak suka telor setengah matang ya?" Tanya Ratna.
"Iya ma, Dea emang nggak bisa makan telur setengah matang. Karena itu aku mau mengerjainya dengan menyuruh dia memakan telur itu" Ujar Alicia kembali tertawa lepas.
"Hahaha....Ternyata seru juga ya ngerjain anak itu. Bagus lah, mudah-mudahan Dea jadi tidak betah berada di rumah ini dan segera angkat kaki dari rumah ini bahkan segera meminta pisah dari Marco" Ujar Ratna.
"Iya, ini baru awal dari rencana kita ma. Masih banyak lagi kejutan-kejutan yang akan kita perlihatkan kepada Dea untuk membuat ia tidak nyaman berada di rumah ini"
Ratna dan Alicia tersenyum penuh kemenangan karena mereka berhasil mengerjai Dea hari ini.
***
"Uekkk...." Dea memuntahkan semua isi perutnya saat berada di kamar mandi. Setelah merasa agak mendingan, Dea pun membersihkan mulutnya dengan air. Ia menatap wajah nya di cermin yang ada di dalam kamar mandi itu.
"Ya Allah, kenapa sih Alicia tega banget kepadaku? Padahal aku sudah bilang jika aku tidak bisa nama kental setengah matang" Ujar Dea berkata kepada diri nya sendiri.
Dea melangkah keluar dari kamar mandi setelah diri nya merasa sudah mendingan.
"Dea, kamu ngapain di sini? Bukan nya tadi mama memanggil mu ya? Ada apa?" Tanya Sonia.
"Lo kok kamu terlihat pucat sih? Kamu sakit?" Tanya nya lagi.
"Gak kok kak, aku hanya sedikit mual saja" Jawab Dea.
"Mual? Apa jangan-jangan kamu hamil ya?" Tebak Sonia.
"Gak kak, aku hanya memakan telor setengah matang tadi. Karena itu aku mual seperti ini"
"Lo, Kamu sudah tahu nggak bisa memakan telur setengah matang. Terus kenapa kamu makan?"
__ADS_1
"Habis nya terlihat menggiurkan sih kak, maka nya aku ingin coba" Bohong Dea. Hal itu ia lakukan hanya tidak mau nanti nya terjadi pertengkaran antara keluarga itu. Yah pasti Sonia akan mengadu kepada Jordy dan jelas Jordy akan mengatakan apa yang terjadi kepada Dea dengan Marco. Pasti akan terjadi pertengkaran nantinya. Karena itu lah Dea memilih untuk berbohong demi kebaikan semua nya.